Lydia Soepriyani Fallo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Pangan Pokok pada Provinsi-provinsi di Indonesia Menggunakan Indeks Moran Berdasarkan Metode Bootstrap Lydia Soepriyani Fallo; Adi Setiawan; Didit Budi Nugroho
Jurnal Sains Matematika dan Statistika Vol 6, No 2 (2020): JSMS Juli 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jsms.v6i2.10525

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun saat ini Indonesia sering mengimpor bahan pangan dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya. Kebutuhan pangan yang dimaksud adalah kebutuhan akan pangan pokok. Kebutuhan pangan pokok setiap provinsi di Indonesia tentunya berbeda, kelebihan maupun kekurangan pangan pokok pada suatu wilayah bergantung pada jumlah produksi pangan dan jumlah penduduk yang ada pada wilayah tersebut.Untuk itu analisis kebutuhan pangan pokok diperlukan selain untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan pangan pokok juga untuk mengetahui hubungan wilayah yang kekurangan atau kelebihan dengan wilayah di sekitarnya yang berbatasan. Penelitian ini membahas tentang analisis kebutuhan pangan pokok dengan menggunakan Indeks Moran dengan data jumlah produksi pangan pokok (padi) dan jumlah penduduk pada provinsi-provinsi di Indonesia pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2019. Metode bootstrap digunakan untuk memperoleh distribusi Indeks Moran dan nilai-p. Dengan tingkat signifikansi  α = 5% diperoleh bahwa nilai-p. Pada nilai-p yang lebih kecil dari 5 %, yaitu pada tahun 2012, 2015, 2015 dan 2019 maka H0 ditolak yang dapat disimpulkan bahwa terdapat autokorelasi spasial atau keterkaitan erat kelebihan atau kekurangan pangan pokok pada wilayah yang berbatasan. Hal itu berarti bahwa antar provinsi satu dengan yang lainnya yang saling berbatasan memiliki kemiripan nilai atau mengindikasi bahwa kelebihan dan kekurangan pangan pokok antar provinsi di Indonesia yang berbatasan akan saling berkorelasi.