Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Job Insecurity dan Creative Self-Efficacy Terhadap Innovative Work Behavior Dengan Mediasi Employee Engagement Pada Karyawan Generasi Z Perusahaan Food And Beverage di Surabaya Maliki, Abdul; Suryani, Tatik
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i3.10398

Abstract

Industri food and beverage (F&B) di Indonesia, khususnya di Kota Surabaya, mengalami perkembangan pesat yang ditandai dengan meningkatnya jumlah kafe dan restoran serta persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh Job Insecurity dan Creative Self-Efficacy terhadap Innovative Work Behavior melalui mediasi Employee Engagement pada karyawan Generasi Z yang bekerja di perusahaan F&B di Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei dan teknik purposive sampling terhadap 120 responden yang berusia 18–27 tahun, bekerja di sektor F&B, dan memiliki masa kerja minimal enam bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form dan dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Job Insecurity dan Creative Self-Efficacy berpengaruh positif signifikan terhadap Employee Engagement, serta Employee Engagement berpengaruh positif signifikan terhadap Innovative Work Behavior pada karyawan Generasi Z di perusahaan Food and Beverage di Surabaya. Job Insecurity dan Creative Self-Efficacy juga terbukti berpengaruh positif terhadap Innovative Work Behavior. Selain itu, Employee Engagement berperan sebagai mediator signifikan dalam hubungan antara Job Insecurity dan Innovative Work Behavior, di mana keterlibatan kerja mampu menjaga dan mendorong perilaku inovatif meskipun karyawan menghadapi ketidakpastian pekerjaan.