Karim Karim
Lambung Mangkurat University

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Rotating Trio Exchange (RTE) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis pada Siswa SMP Karim Karim; Nor Haris Saputera
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v2i2.622

Abstract

Untuk mengembangkan kemampuan matematis siswa, guru dapat menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan unsur komunikasi matematis, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe rotating trio exchange (RTE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe RTE, yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional, dan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe RTE dalam pembelajaran matematika terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan populasi seluruh kelas VIII SMP Negeri 17 Banjarmasin. Pengambilan sampel mengunakan teknik random sampling, sehingga diperoleh kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe RTE maupun yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi baik. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe RTE lebih baik dibandingkan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional, dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe RTE memberi pengaruh pada kemampuan komunikasi matematis siswa. Kata kunci: rotating trio exchange, komunikasi matematis.
Pengaruh Model Penemuan Terbimbing terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas VIII SMP Karim Karim; Tiya Maulida
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v2i1.605

Abstract

Matematika merupakan cabang ilmu eksak yang berperan penting baik dalam cabang ilmu lain maupun dalam kehidupan sehari-hari, sehingga sangatlah penting bagi siswa untuk memahami konsep matematika secara benar. Memahami konsep merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran matematika. Salah satu cara untuk menanamkan pemahaman konsep adalah dengan menerapkan model pembelajaran penemuan terbimbing, karena pada tahapannya model ini melibatkan siswa secara keseluruhan dan guru hanya sebagai fasilitator. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan model penemuan terbimbing, (2) mendeskripsikan pemahaman konsep siswa dengan model penemuan terbimbing; dan (3) mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penerapan model penemuan terbimbing terhadap pemahaman konsep siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan randomized posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Banjarmasin, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, yaitu mengambil 2 kelas secara acak yang tidak mempunyai perbedaan yang signifikan, sehingga diperoleh kelas VIII D sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model penemuan terbimbing, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan model penemuan terbimbing berada pada kriteria baik dan sangat baik, (2) pemahaman konsep siswa yang menggunakan model penemuan terbimbing berada pada kualifikasi amat baik, dan (3) pemahaman konsep siswa kelas eksperimen yang menggunakan model penemuan terbimbing lebih tinggi dari pemahaman konsep siswa kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional, sehingga dapat dikatakan bahwa model penemuan terbimbing memberi pengaruh pada pemahaman konsep siswa. Kata kunci: model penemuan terbimbing, pembelajaran konvensional, pemahaman konsep
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran dalam Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Model Jucama di Sekolah Menengah Pertama Karim Karim; Normaya Normaya
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v3i1.634

Abstract

. Kemampuan berpikir kritis sangat penting dimiliki, karena dengan memiliki kemampuan berpikir kritis dapat membantu kita dalam berpikir secara rasional dalam mengatasi permasalahan yang tengah kita hadapi dan mencari serta mengembangkan alternatif pemecahan bagi permasalahan tersebut. Salah satu upaya untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis adalah melalui penerapan model Jucama (pengajuan dan pemecahan masalah) yang menuntut siswa untuk memecahkan masalah sekaligus mengajukan masalah sehingga siswa  benar-benar berperan sebagai seorang pemikir kritis. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk (1) mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa, (2) mengetahui respon siswa terhadap penerapan model Jucama dalam pembelajaran matematika, dan (3) mengetahui hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan respon siswa terhadap model Jucama. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif.. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 13 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data berupa tes dan angket. Teknik analisis data menggunakan persentase dan uji korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan berpikir kritis yang dicapai siswa secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, (2) siswa memberikan respon setuju terhadap pelaksanaan model Jucama dan (3) terdapat hubungan yang sangat kuat antara kemampuan berpikir kritis dengan respon siswa terhadap model Jucama. Kata kunci : kemampuan berpikir kritis, respon, model Jucam
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL RECIPROCAL TEACHING DI SMA NEGERI 1 RANTAU Karim Karim; Desy Rahmalia
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v5i2.4643

Abstract

Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan sebagai bekal untuk men­jalani kehidupan untuk di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Berda­sarkan hasil wawancara bersama guru matematika dan siswa kelas X di SMA Negeri 1 Rantau, didapat informasi bahwa kemampuan berpikir kritis siswa belum pernah terukur, kemampuan siswa dalam mengemukakan ide dan pendapat akan pokok per­ma­salahan matematika masih dalam golongan rendah, hal ini terlihat dari tidak adanya siswa yang bertanya atau berpendapat setelah guru menjelaskan, masih ada siswa yang kesulitan dalam perhitungan dan penghapalan rumus akibat selalu me­nung­gu dan mengandalkan penjelasan yang diberikan oleh guru kemudian menyalin kembali apa yang guru tuliskan di papan tulis. Setiap ada pertanyaan, siswa cen­de­rung menunggu jawaban dari guru karena kurang percaya diri untuk mengung­kapkan ide hasil pemikirannya sendiri. Siswa juga kurang paham dalam pemecahan masalah, dalam hal ini siswa tidak tahu tujuan dari soal yang diberikan karena malu untuk bertanya sehingga sulit dalam penggunaan konsep yang telah dipelajari. Tujuan pada penelitian yang dilakukan adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model reciprocal teach­ing di SMA Negeri 1 Rantau. Metode yang digunakan dalam peneli­tian ini ada­lah metode deskriptif dengan populasi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Rantau tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 265 siswa. Teknik sampel meng­gunakan pur­posive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan ada­lah tes, observasi, serta wawancara. Teknik analisis data menggunakan rata-rata. Ha­sil penelitian me­nun­jukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IPA 1 di SMA Negeri 1 Rantau termasuk ke dalam klasifikasi sedang pada pertemuan per­tama, kedua, ke­tiga, dan keempat, dan tinggi pada pertemuan kelima dan keenam.Kata kunci: kemampuan berpikir kritis, reciprocal teaching
Pengaruh Teori Belajar van Hiele terhadao Hasil Belajar Geomteru Siswa Kelas VII SMP Rusyda Amrina; Karim Karim
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v1i1.556

Abstract

Salah satu pembelajaran yang dapat mengatasi masalah geometri adalah pembelajaran dengan teori belajar van Hiele karena siswa dapat menemukan sendiri konsep geometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar geometri siswa yang menggunakan pembelajaran dengan teori belajar van Hiele lebih tinggi dibandingkan hasil belajar geometri siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Banjarmasin. Desain penelitian menggunakan desain Randomized Control Group Only. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar geometri siswa yang menggunakan teori belajar van Hiele lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Kata kunci :             teori belajar van Hiele, pembelajaran konvensional, hasil belajar