Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROTATING TRIO EXCHANGE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Dyah Ayu Wulandari; Noor Fajriah; Asdini Sari
JURMADIKTA Vol 1 No 1 (2021): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.974 KB) | DOI: 10.20527/jurmadikta.v1i1.728

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan pokok bagi siswa dalam pembelajaran matematika. Tetapi, rata-rata siswa tidak terbiasa mengerjakan soal pemecahan masalah dan kesulitan dalam memahami soal. Model pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa mendiskusikan permasalahan dari sebuah soal dan mencari strategi penyelesaian untuk memecahkan sebuah masalah adalah model pembelajaran kooperatif tipe Rotating Trio Exchange (RTE). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh dari model pembelajaran kooperatif tipe RTE terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Eksperimen kuasi adalah metode yang diterapkan dengan desain Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini yakni siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Banjarmasin dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, sehingga diperoleh dua kelas yang menjadi sampel dimana kelas kontrol di kelas VIII C dan kelas eksperimen di kelas VIII G. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan statistika deskriptif dan statistika inferensial. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa: model pembelajaran RTE tidak ditemukan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hal tersebut bahwa kualifikasi kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematis yang pembelajarannya mengaplikasikan model pembelajaran langsung dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematis yang pembelajarannya mengaplikasikan model pembelajaran kooperatif tipe RTE sama-sama pada kualifikasi cukup.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP BERBASIS ETNOMATEMATIKA MAKANAN TRADISIONAL HULU SUNGAI TENGAH Al Madani, Muhammad Hasan; Noor Fajriah; Asdini Sari
Nabla Dewantara: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2025): Nabla Dewantara: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Tamansiswa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51517/nabla.v10i1.417

Abstract

Berdasarkan observasi disalah satu sekolah menengah pertama Hulu Sungai Tengah didapat kurang optimalnya pemahaman siswa dalam materi sistem persamaan linear dua variabel dan proses belajar mengajar kurang mengkaitkan materi dengan penerapan kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa SMP berbasis etnomatematika makanan tradisional Hulu Sungai Tengah dalam materi sistem persamaan linear dua variabel. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, adapun populasi penelitian terdiri dari siswa kelas VIII disalah satu sekolah menengah pertama Hulu Sungai Tengah. Dengan menerapkan simple random sampling, sampel diambil dari lima kelas yang totalnya terdiri dari 126 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan tes soal uraian dan dianalisis menggunakan pendekatan penyelesaian Polya. Untuk analisis teknis, metode statistik deskriptif digunakan untuk data kuantitatif. Hasil studi ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memecahkan masalah terkait etnomatematika pada makanan tradisional di Hulu Sungai Tengah dikategorikan kurang. Berikut adalah rincian perindikatornya: (1) dalam tahap memahami masalah, nilai rata-rata siswa tergolong cukup; (2) sementara dalam membuat rencana, rata-rata nilai siswa juga tergolong cukup; (3) sedangkan untuk melaksanakan rencana, nilai rata-rata siswa menunjukkan kategori sangat kurang; dan (4) terakhir pada indikator melihat kembali, rata-rata nilai siswa juga tergolong kategori sangat kurang.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI KONTEKS LAHAN BASAH UNTUK MATEMATIKA SMP/MTS KELAS VII Asdini Sari; Karim Karim; Muhammad Sa’duddien Khair; Mahrida Mahrida; Diva Farapikatan
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i1.18698

Abstract

Penerapan kurikulum merdeka pada semua tingkat pendidikan menjadi salah satu tantangan baru bagi guru karena kurangnya ketersediaan bahan ajar yang sesuai kebutuhan peserta didik. Salah satu solusi untuk mengatasi hal ini adalah melalui pendekatan pembelajaran yang berbeda-beda untuk setiap siswa dan mengintegrasikan konteks lingkungan sekitar siswa ke dalam proses pembelajaran.  Maka dari itu, diperlukan modul ajar yang dapat mengakomodasi kebutuhan individu siswa dengan memanfaatkan kearifan lokal sebagai konteks pembelajaran. Penelitian ini memiliki tujuan menghasilkan modul ajar berdiferensiasi konteks lahan basah untuk matematika SMP/MTs kelas VII. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan yaitu Research and Development (R&D) dengan model pengem­bangan 4D. Ada 4 tahapan dari model 4D ini, yaitu: (1) tahap pendefinisian (define), (2) tahap perancangan (design), (3) tahap pengembangan (develop), dan (4) tahap penyebaran (disseminate). Namun, penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan (develop). Subjek uji coba penelitian adalah 32 peserta didik kelas VII-E SMP Negeri 15 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen validasi, angket respon guru dan peserta didik, serta tes evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memenui kriteria valid, praktis dan efektif. Kata kunci: Modul Ajar, Pembelajaran Berdiferensiasi, Konteks Lahan Basah Abstract:  The implementation of the independent curriculum at all levels of education is one of the new challenges for teachers due to the lack of availability of teaching materials that suitable for students. One solution to overcome this is through different learning approaches for each student and integrating the context of the students' surrounding environment into the learning process. Therefore, a teaching module is needed that can accommodate the individual needs of students by utilizing local wisdom as a learning context. This research aims to produce teaching modules with differentiated wetland context for seventh grade of junior high school mathematics. The research method used is development, namely Research and Development (R&D) with the 4D development model. There are 4 stages of this 4D model, namely: (1) define stage, (2) design stage, (3) develop stage, and (4) disseminate stage. However, this research only reached the develop stage. The research trial subjects were 32 students of seventh grade of SMPN 15 Banjarmasin. Data collection techniques used validation instruments, teacher and learner response questionnaires, and evaluation tests. The research results show that the teaching module meets the criteria of valid, practical, and effective. Keywords: Teaching Module, Differentiate Learning, Wetlands Context