Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM SOLVING POLYA DENGAN KONTEKS PASAR TERAPUNG PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Siti Wasilah; Noor Fajriah; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol 3 No 2 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i2.1603

Abstract

Matematika menjadi salah satu ilmu yang juga berguna dalam kehidupan manusia. Namun, matematika sering dianggap mata pelajaran yang sulit dikarenakan peserta didik kurang memahami masalah sampai memecahkan masalah yang di berikan sehingga perlu adanya bahan ajar yang memuat pemecahan masalah matematika yang sesuai untuk hal tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan proses pengembangan modul berbasis problem solving Polya (2) menilai tingkat kevalidan modul berbasis problem solving Polya (3) menilai tingkat keefektifan dan kepraktisan modul berbasis problem solving Polya. Penelitian ini menggunakan pengembangan dengan model kepraktisan modul berbasis pemecahan masalah dari Polyya. Data dikumpulkan dalam lembar validasi, angket dan tes peserta didik. Berdasarkan angket yang diisi 3 orang validator, diperoleh persentase kevalidan modul sebesar 84,34%. Uji coba kepraktisan dan keefektifan modul yang dilakukan kepada 15 peserta didik diperoleh hasil 87,9% dan 67% yang berarti modul termasuk dalam kriteria praktis dan efektif. Berdasarkan hal yang telah diuraikan, maka dengan demikian tujuan penelitian modul SPLDV berbasis problem solving Polya dengan konteks pasar terapung ini dapat dikatakan tercapai. Terdapat kekurangan pada modul yang dikembangkan, yaitu modul yang dikembangkan hanya terbatas pada materi SPLDV saja.
Interaksi Sosial Guru Pengajar dan Murid Berkebutuhan Khusus dalam Peningkatan Prestasi Belajar di Kelas VIII F SMPN 14 Banjarmasin Rizki Amalia; Syahlan Mattiro; Sigit Ruswinarsih
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 1, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.863 KB) | DOI: 10.20527/jtamps.v1i2.4186

Abstract

Interaksi antara guru pengajar dan murid pasti selalu terjadi dalam proses belajar mengajar. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) bentuk interaksi sosial guru pengajar dengan murid berkebutuhan khusus di kelas VIII F SMPN 14 Banjarmasin yaitu; a) kerjasama, guru bekerjasama dengan murid untuk tidak membandingkan murid berkebutuhan khusus dengan murid lainnya, kerjasama guru pengajar dan guru pendamping dalam mengenal murid berkebutuhan khusus dalam proses pembelajaran dan pemberian tugas dan nilai, b) akomodasi, dalam diskusi kelompok guru dapat memfasilitasi dengan baik antara murid berkebutuhan khusus dengan murid lainnya, c) asimilasi merupakan usaha guru pengajar dalam membimbing murid agar tidak takut karena merasa berbeda, (2) cara guru meningkatkan prestasi; a) faktor intern yaitu, menggunakan diskusi kelompok, menggunakan berbagaimacam teknik pembelajaran, mendukung keterampilan murid, b) faktor ekstern, murid berkebutuhan khusus aktif di luar kelas seperti ekskul dan pemanfaatan berbagai media sekolah. 
ANALISIS KLASTER KARAKTERISTIK MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Dadang Juandi; Rizki Amalia; Siti Nur Asmah; Yuni Suryaningsih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22555

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui profil karakteristik mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Lambung Mangkurat berdasarkan karakteristik belajarnya. Data dikumpulkan melalui instrumen angket karakteristik mahasiswa, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis klaster nonhierarki K-Means. Sebanyak 96 mahasiswa menjadi subjek penelitian dengan 12 variabel yang distandardisasi dalam bentuk z-score meliputi jenis kelamin, usia, semester, IPK, waktu belajar per minggu, waktu belajar kelompok per minggu, frekuensi bertanya di kelas per minggu, minat terhadap matematika, gaya belajar, konsistensi dalam membuat jadwal belajar, percaya diri dalam menghadapi ujian, dan kecemasan dalam ujian matematika. Hasil analisis menunjukkan terbentuknya tiga klaster dengan karakteristik berbeda. Klaster pertama terdiri dari mahasiswa semester awal yang aktif dan memiliki intensitas belajar tinggi. Klaster kedua mencakup mahasiswa tingkat akhir dengan keterlibatan belajar rendah dan kecemasan tinggi. Klaster ketiga terdiri dari mahasiswa yang konsisten, aktif bertanya, dan memiliki minat tinggi terhadap matematika. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan profil karakteristik mahasiswa. Kata kunci: analisis klaster, karakteristik mahasiswa, pendidikan matematika Abstract:  This study is a quantitative descriptive study to determine the profile characteristics of undergraduate students in the Mathematics Education Study Program at Lambung Mangkurat University based on their learning characteristics. Data were collected through a student characteristics questionnaire instrument, then analyzed using the K-Means non-hierarchical cluster analysis method. A total of 96 students became research subjects with 12 variables standardised in the form of z-scores including gender, age, semester, GPA, study time per week, group study time per week, frequency of asking questions in class per week, interest in mathematics, learning style, consistency in making a study schedule, confidence in facing exams, and anxiety in mathematics exams. The analysis showed the formation of three clusters with different characteristics. The first cluster consists of early-semester students who are active and have high learning intensity. The second cluster includes final year students with low learning engagement and high anxiety. The third cluster consists of students who are consistent, active in asking questions, and highly interested in mathematics. This finding shows the importance of customised learning approaches that fit the profile of student characteristics.Keywords: cluster analysis, student characteristics, mathematics education
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK PADA MATERI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN UNTUK SISWA KELAS 4 SD Nur Inayah Fitriani; Hidayah Ansori; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol. 6 No. 1 (2026): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v6i1.3155

Abstract

Guru sebagai fasilitator pembelajaran dapat menggunakan LKPD untuk membantu pembelajaran matematika. LKPD dengan konsep konstruktivisme dan pendidikan matematika realistik menekankan aktivitas peserta didik dalam mencari dan membangun pengetahuan sendiri melalui konteks dunia nyata. Materi perkalian dan pembagian dapat dikaitkan dengan pendekatan ini. Berdasarkan observasi yang dilakukan di salah satu SD di Banjarmasin menunjukkan siswa masih mengalami kesulitan akibat penyampaian materi yang abstrak. Pendekatan pendidikan matematika realistik menghubungkan matematika dengan kehidupan sehari-hari, menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Produk Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Matematika Realistik pada Materi Perkalian dan Pembagian untuk Siswa Kelas 4 SD yang valid, praktis, dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model Plomp yang terdiri dari lima fase, yaitu fase investigasi awal, fase desain, fase realisasi/konstruksi, serta fase tes, evaluasi dan revisi, dan fase implementasi. Hasil uji kevalidan LKPD oleh tiga validator diperoleh skor 3,62 dengan kriteria sangat valid. Hasil uji kepraktisan diperoleh dari angket respon siswa dengan skor 3,44 yang termasuk dalam kriteria sangat praktis. Sementara itu, hasil uji keefektifan termasuk dalam kriteria efektif yang diperoleh dari pengerjaan kegiatan pada LKPD, sebanyak 74,6% peserta didik telah mencapai KKM. Dengan demikian, dihasilkan perangkat pembelajaran berupa LKPD Berbasis Matematika Realistik pada Materi Perkalian dan Pembagian untuk Siswa Kelas 4 SD yang valid, praktis dan efektif.
PENGEMBANGAN TES FORMATIF MATERI PENYAJIAN DATA BERBASIS SELF-DIRECTED LEARNING ORIENTED ASSESSMENT (SLOA) DI KELAS V Nindi Destiana Yulianti; Chairil Faif Pasani; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol. 6 No. 1 (2026): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v6i1.3221

Abstract

Permasalahan kemandirian siswa pada kurikulum merdeka mengakibatkan guru harus lebih adaptif dalam menilai hasil belajar siswa. Keberadaan penilaian belajar dengan tes formatif beracuan Self-directed Learning Oriented Assessment (SLOA) merupakan salah satu pendekatan penilaian yang dapat meningkatkan pembelajaran secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan tes formatif dan menguji kevalidan, kepraktisan, serta keefektifan tes formatif beracuan Self-directed Learning Oriented Assessment di kelas V. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, self-assessment dan angket respons guru. Kevalidan tes formatif dinilai dari hasil validasi oleh dua orang validator. Kepraktisan tes formatif diperoleh dari angket respons guru. Keefektifan tes formatif diperoleh dari hasil ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Validitas tes formatif termasuk kriteria sangat valid dengan rata-rata persentase sebesar 91% (2) Validitas self-assessment termasuk kriteria sangat valid dengan rata-rata persentase sebesar 98% (3) Kepraktisan tes formatif termasuk kriteria sangat praktis dengan persentase sebesar 100% (4) Keefektifan tes formatif termasuk kriteria sangat efektif diperoleh dari hasil ketuntasan belajar pada hasil ketiga tes formatif yang melebihi kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) yaitu 65 dengan rata-rata persentase sebesar 86%. Dengan demikian, tes formatif beracuan Self-directed Learning Oriented Assessment ini valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS POWERPOINT PADA MATERI ALJABAR DI SMP NEGERI 1 BANJARMASIN Herliani Herliana; Iskandar Zulkarnain; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol. 6 No. 1 (2026): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v6i1.3358

Abstract

Aljabar merupakan topik inti matematika yang sering dianggap sulit oleh peserta didik SMP karena sifatnya yang abstrak. Pada bentuk aljabar, kalimat matematika memuat huruf-huruf untuk mewakili bilangan yang belum diketahui. Hal ini menyebabkan peserta didik merasa bingung dan kesulitan. Oleh karena itu, diperlukan suatu media yang dapat membantu siswa untuk memahami konsep dan operasi pada bentuk aljabar. Salah satunya menggunakan media interaktif seperti PowerPoint, yang dapat menggabungkan teks, gambar, audio, video, dan animasi untuk pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis PowerPoint dengan fitur navigasi, animasi, dan kuis interaktif agar lebih menarik dan mudah dipahami. Media pembelajaran interaktif berbasis PowerPoint memberikan pengalaman belajar yang bermakna tentang konsep variabel dengan menggabungkan ilustrasi, contoh soal kontekstual, dan fitur navigasi mandiri. Peserta didik dapat mengeksplorasi materi sesuai kecepatan belajar masing-masing, sehingga pemahaman terhadap makna variabel sebagai simbol nilai yang berubah menjadi lebih konkret dan mudah dipahami. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE dengan pengumpulan data melalui wawancara, kuisioner, pre-test dan post-test yang melibatkan 28 peserta didik kelas VIII H di SMP Negeri 1 Banjarmasin. Penelitian pengembangan ini menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis PowerPoint yang relevan dengan materi Aljabar dan telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Efektivitas media ditunjukkan oleh peningkatan hasil belajar dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,601. Dengan demikian, media ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam dalam meningkatkan minat belajar peserta didik, mempermudah pemahaman konsep aljabar, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
The influence of self-efficacy and job satisfaction on teachers’ work engagement: empirical evidence from Junior High Schools in Bandung Muhammad Syarif Hidayatullah; Rizki Amalia
Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In press)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/educenter.v5i1.2018

Abstract

This study investigates how self-efficacy and job satisfaction shape work engagement among junior high school teachers in Bandung, Indonesia. A quantitative explanatory design was applied, collecting survey data from 401 teachers selected through stratified random sampling. Self-efficacy, job satisfaction, and engagement were measured with standardized scales and analyzed using Structural Equation Modeling (AMOS 26). Confirmatory factor analysis supported the adequacy of the measurement model, indicating acceptable convergent validity and composite reliability (AVE > 0.50; CR > 0.80). The structural model showed an acceptable fit (χ²/df = 2.14; CFI = 0.946; TLI = 0.938; RMSEA = 0.052). Hypothesis testing revealed that self-efficacy had a significant positive effect on work engagement (β = 0.41; p < 0.001), while job satisfaction exerted a stronger positive effect (β = 0.48; p < 0.001). Together, both predictors explained 61% of the variance in work engagement (R² = 0.61). In addition, job satisfaction partially mediated the association between self-efficacy and engagement (β = 0.19; p < 0.01), suggesting that confident teachers are more engaged partly because they feel more satisfied with their jobs. Overall, the findings highlight the value of strengthening personal and organizational resources to foster energetic, dedicated, and resilient teachers in demanding school contexts.