Rahmawati Rahmawati
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DI KELAS VII PROGRAM KESETARAAN PAKET B BUMI JAYA Rahmawati Rahmawati; Agni Danaryanti; Yuni Suryaningsih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5686

Abstract

Pendidikan Matematika Realistik (PMR) adalah pendekatan yang berorien­tasi kepada proses matematis siswa, sehingga siswa belajar melalui proses mem­bangun konsep matematika berdasarkan masalah kontekstual. Dengan menggu­nakan PMR siswa menjadi terlatih untuk menyelesaikan suatu masalah dengan pemikirannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan keterlaksanaan sintaks pembelajaran yang menggunakan pendekatan PMR serta mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah pendekatan PMR dite­rapkan dengan  menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII program kesetaraan paket B Bumi Jaya dengan objek penelitian kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menggunakan dua tehnik pengumpulan data yaitu observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterlaksanaan sintaks pembelajaran dengan pendekatan PMR berada dalam klasifikasi baik. Kemampuan pemecahan masahah matematis siswa pada indi­kator memahami masalah, kurang dari setengah jumlah siswa mampu mema­hami masalah yang diberikan. Pada indikator merencanakan penyelesaian, tidak ada seorangpun siswa yang mampu menuliskan rencana penyelesaian dengan benar dan hanya sedikit siswa yang menuliskan rencana penyelesaian dari masalah yang diberikan. Pada indikator menjalankan rencana penyelesaian, sebagian besar siswa belum bisa menjalankan rencana penyelesaian bahkan tidak ada siswa yang menja­lankan rencana penyelesaian dengan benar. Pada indikator pemeriksaan, sebagian besar siswa tidak menuliskan kesimpulan maupun menuliskan kesimpulan tetapi salah. Secara keseluruhan, kemampuan pemecahan masalah siswa pada kelas VII program kesetaraan paket B Bumi Jaya adalah kurang sekali. Kata kunci: pendidikan matematika realistik, pemecahan masalah matematis
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENGKLASIFIKASIKAN BENDA MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL EXPLICIT INSTRUCTION, EXAMPLES NON EXAMPLES DENGAN MEDIA KONKRIT rahmawati rahmawati; Nina Permatasari
Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini (JIKAD) Vol 2, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jikad.v2i1.4694

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi belum berkembangnya kemampuan anak mengelompokan benda sesuai bentuk, warna dan ukuran yang ditandai dengan sedikitnya aktivitas anak dalam menstimulus kemampuan kognitif karena kegiatan hanya terpaku pada aktivitas penggunaan pensil dan kertas, selain itu kurangnya penggunaan media pembelajaran menarik sehingga anak cepat bosan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak serta hasil pengembangan anak. Pendekatan menggunakan deskriptif kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan 3 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah anak kelompok B berjumlah 12 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dengan kriteria sangat baik pada pertemuan 1 sampai pertemuan 3 meningkat dari 23 hingga 28. Aktivitas anak dengan kriteria sangat aktif yakni meningkat dari 33% hingga 92%. Hasil capaian kognitif di pertemuan 1 sampai pertemuan 3 meningkat dari 25% sampai dengan 92%. Dapat disimpulkan bahwa mengelompokan benda sesuai variasi warna, bentuk dan ukuran menggunakan kombinasi model Explicit Instruction, Exampless Non Examples dengan Media Konkrit pada kelompok B Raudhatul Athfal Sultan Suriansyah berhasil. Disarankan model ini dijadikan salah satu alternatif dalam meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak yang berdampak pada hasil perkembangan kognitif anak.Kata Kunci: Kognitif, Explicit Instruction, Examples Non Examples, Media Konkrit.           AbstractThis research is motivated by the undeveloped ability of children to group object according to shape, color and size which is indicated by the lack of children's activity in stimulating cognitive ability because activities are only focused on using pencils and paper activity, besides the lack of use of interesting learning media so that children get bored quickly. The purpose of the study was to describe the teacher activity, children activity and the result of child development. The approach uses descriptive qualitative with the type of Classroom Action Research (CAR) which was held 3 times in meetings. The research subjects were 12 children in group B. The result showed that the ability of teacher with very good criteria at meeting 1 to 3 increased from 23 to 28. The activity of children with very active criteria increased from 33% to 92%. The cognitive achievement result in meeting 1 to meeting 3 increased from 25% to 92%. It can be concluded that grouping object according to variation in color, shape and size using a combination of Explicit Instruction, Exampless Non Examples with Concrete Media models in group B Raudhatul Athfal Sultan Suriansyah was successful. It is recommended that this model be used as an alternative in increasing teacher activities, children's activities that have an impact on the results of children's cognitive development.Keywords: Cognitive, Explicit Instruction, Examples Non Examples, Concrete Media
Meningkatkan Civic Engagement Siswa Melalui Pelibatan Aktif Dalam Program Sosial-Kultural Desa Semangat Dalam Sigit Triyono; Said M. Ragil Al Bahasyim; Nurul Hidayahe; Rezky Anisa; Riska Aulia; Nor Aida; Nor Andini; Rahmawati Rahmawati; Erischa Marsela; Muhammad Azriel Akbar
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.27540

Abstract

Education plays a strategic role in fostering civic engagement among students as a form of awareness and active involvement in social and community life. However, learning in schools still tends to focus on academic aspects, so that students' social experiences have not developed optimally. This study aims to describe efforts to increase student civic engagement through active involvement in socio-cultural programs in Semangat Dalam Village. The study uses a qualitative approach with a descriptive qualitative method to gain an in-depth understanding of the processes, experiences, and interactions of students in the village's socio-cultural activities. Data collection techniques were carried out through observation, direct participation, and documentation of activities. The results show that student involvement in socio-cultural activities, particularly participatory environmental and waste management programs, can increase students' social awareness, environmental concern, and responsibility towards their community. Students showed enthusiasm and active participation in activities, which was reflected in behavioral changes in maintaining environmental cleanliness and involvement in social activities. In addition, direct interaction with the village community provided contextual experiences that strengthened their understanding of the values of citizenship, cooperation, and mutual assistance. These findings indicate that village socio-cultural programs can be an effective vehicle for contextual learning in building sustainable civic engagement among students.