Penelitian ini berjudul “Persepsi Komunitas Pesantren terhadap Program studi Aqidah dan Filsafat Islam” Permasalahan yang kami angkat dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pengetahuan santri terhadap pelajaran aqidah dan filsafat dan bagaimana minat santri untuk masuk ke Prodi Aqidah dan Filsafat Islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi santri terhadap pelajaran aqidah dan filsafat dan untuk mengetahui minat santri untuk masuk ke Prodi Aqidah Filsafat Islam. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa data tertulis atau lisan dari informan atau pelaku yang dapat diamati. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teologis normatif yakni kajian yang melihat tentang konsep pemahaman ajaran Islam yang dipraktekkan oleh pesantren dari aspek Aqidah dengan rujukan pada teks-teks yang bersumber dari Alquran dan hadis serta dari berbagai kitab kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengetahuan santri terhadap pelajaran Aqidah dan filsafat, pada dasarnya santri telah mengetahui tentang aqidah filsafat. Mereka mengetahui lewat pelajaran yang telah diajarkan oleh para guru yang ada di pesantren. Pengetahuan tersebut diperoleh dari hasil bacaan buku-buku dari kurikulum buku pelajaran Aqidah akhlak, atau dari hasil bacaan kitab kuning (as-Sullam) dan dari guru yang mengajar tauhid atau akidah akhlak, dari teman mereka serta dari media sosial. Pentingkah filsafat itu disajikan di pesantren ? mayoritas menganggap bahwa filsafat tidak terlalu penting disajikan di pesantren. Minat santri untuk masuk ke prodi Aqidah dan filsafat Islam, pada umumnya para santri kurang berminat untuk masuk ke prodi Aqidah dan Filsafat. Bagi santri yang berminat karena mereka ingin mengetahui asal-usul segala sesuatu. Kurangnya minat santri masuk ke prodi Aqidah dan filsafat, karena materi filsafat sangat berat, dan banyak menggunakan logika serta membutuhkan analisa yang mendalam.