Darmawati H
UIN Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSEPSI KOMUNITAS PESANTREN TERHADAP PROGRAM STUDI AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM Darmawati H
Sulesana Vol 15 No 2 (2021)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Persepsi Komunitas Pesantren terhadap Program studi Aqidah dan Filsafat Islam” Permasalahan yang kami angkat dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pengetahuan santri terhadap pelajaran aqidah dan filsafat dan bagaimana minat santri untuk masuk ke Prodi Aqidah dan Filsafat Islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi santri terhadap pelajaran aqidah dan filsafat dan untuk mengetahui minat santri untuk masuk ke Prodi Aqidah Filsafat Islam. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa data tertulis atau lisan dari informan atau pelaku yang dapat diamati. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teologis normatif yakni kajian yang melihat tentang konsep pemahaman ajaran Islam yang dipraktekkan oleh pesantren dari aspek Aqidah dengan rujukan pada teks-teks yang bersumber dari Alquran dan hadis serta dari berbagai kitab kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengetahuan santri terhadap pelajaran Aqidah dan filsafat, pada dasarnya santri telah mengetahui tentang aqidah filsafat. Mereka mengetahui lewat pelajaran yang telah diajarkan oleh para guru yang ada di pesantren. Pengetahuan tersebut diperoleh dari hasil bacaan buku-buku dari kurikulum buku pelajaran Aqidah akhlak, atau dari hasil bacaan kitab kuning (as-Sullam) dan dari guru yang mengajar tauhid atau akidah akhlak, dari teman mereka serta dari media sosial. Pentingkah filsafat itu disajikan di pesantren ? mayoritas menganggap bahwa filsafat tidak terlalu penting disajikan di pesantren. Minat santri untuk masuk ke prodi Aqidah dan filsafat Islam, pada umumnya para santri kurang berminat untuk masuk ke prodi Aqidah dan Filsafat. Bagi santri yang berminat karena mereka ingin mengetahui asal-usul segala sesuatu. Kurangnya minat santri masuk ke prodi Aqidah dan filsafat, karena materi filsafat sangat berat, dan banyak menggunakan logika serta membutuhkan analisa yang mendalam.
POHAMBA-HAMBA’A: PERSEPSI KESETARAAN JENDER PADA PASANGAN SUAMI ISTRI DI DESA BONERATE, KECAMATAN PASIMARANNU KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Rezki Kurniati; Darmawati H; Andi Nurbaethy
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian terhadap persepsi kesetaraan jender pada pasangan suami istri di Desa Bonerate Kecamatan Pasimarannu Kabupaten Kepulauan Selayar. Eksplorasi dalam tulisan ini dibangun dengan landasan teori-teori jender secara umum dan konsep kesetaraan jender dalam Islam, untuk mengkaji persepsi kesetaraan jender pasangan suami istri di Desa Bonerate, dan implementasi serta dampak dari implementasi perspektif jender tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan menggunakan pendekatan teologis dan fenomenologis. Hasil ekplorasi menunjukkan bahwa pasangan suami istri di Desa Bonerate memandang bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama mempunyai hak dalam berbagai bidang kehidupan. Pembagian kerja tidak menjadi tolok ukur kesetaraan bagi masyarakat Desa Bonerate karena hal tersebut merupakan bentuk perwujudan keseimbangan khususnya dalam rumah tangga yang dikenal dengan istilah pohamba-hamba’a (bentuk kerja sama antara laki-laki dan perempuan). Implementasi atau penerapan dari konsep pemahaman terkait gender oleh pasangan suami dan istri di Desa Bonerate dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari terutama pada pembagian tugas bagi suami dan istri. Suami mengambil peran instrumental seperti bekerja mencari nafkah dan istri mengambil peran ekspresif berupa pengurusan rumah tangga, pengasuhan anak, dan rutinitas-rutinitas lainnya. Meskipun demikian, pasangan suami istri Desa Bonerate tetap memberikan peluang yang sama kepada anak-anaknya baik laki-laki maupun perempuan terutama dalam bidang pendidikan. Konsep pemahaman tentang gender dan implementasinya oleh pasangan suami istri di Desa Bonerate menimbulkan dampak yang berpengaruh terhadap skema kehidupan suami dan istri di Desa Bonerate, seperti konsekwensi beban ganda yang diemban oleh istri dan ketergantungan istri terhadap suami semakin kuat.