Salah satu faktor yang mendukung kinerja perawat adalah pemberian imbalan. Imbalan terdiri dari imbalan langsung dan imbalan tidak langsung. Dalam hal ini pemberian imbalan tidak langsung meliputi: tunjangan, tunjangan tidak wajib, karakteristik pekerjaan, dan lingkungan kerja perawat. Dengan adanya pemberian imbalan, perawat dapat menerapkan patient safety dengan baik.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian imbalan terhadap penerapan patient safety di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh 2016. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan populasi 150 perawat pelaksana dan jumlah sampel 66 responden. Teknik pengumpulan data dengan membagikan angket kepada perawat pelaksana yang bertugas di ruang rawat inap tersebut dalam bentuk skala Likert yang terdiri dari 45 pernyataan. Metode analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara imbalan tidak langsung dan penerapan patient safety (p-value 0,009), tunjangan (p-value 0,023), tunjangan tidak wajib (p-value 0,026), karakteristik pekerjaan (p-value 0,019), dan lingkungan kerja (p-value 0,027) dengan penerapan patient safety di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh 2016. Dengan taraf signifikansi yang telah di sebutkan maka dinyatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat hubungan antara keempat subvariabel imbalan tidak langsung dengan penerapan patient safety. Diharapkan pada Rumah Sakit agar memperhatikan keselamatan dan kenyamanan kerja perawat. Dan bagi kepala ruang diharapkan dapat memberikan reward kepada perawat pelaksana.Â