Sabaruddin Zakaria
Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Fenotipe F1 Hasil Persilangan Galur Padi C3 dan Varietas Koshihikari Chairunnisa Chairunnisa; Erita Hayati; Sabaruddin Zakaria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.153 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18337

Abstract

Abstrak. Galur C3 merupakan galur hasil persilangan varietas Cantik Manis dan varietas introduksi Yinzhan yang berasal dari Cina. Galur ini memiliki kelebihan seperti arsitekturnya yang pendek, jumlah anakan yang tinggi, aroma yang khas. Kelemahan yang terdapat pada galur ini adalah umur panennya yang masih agak dalam yaitu 135 hari. Umur genjah merupakan salah satu karakter penting yang dapat meningkatkan produksi. Kelemahan tersebut dapat diperbaiki dengan dilakukannya persilangan dengan varietas introduksi Koshihikari yang berasal dari Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari fenotipe F1 hasil persilangan galur padi C3 dan varietas Koshihikari. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kasa Kebun Percobaan dan Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh sejak bulan November 2020 hingga Juli 2021. Benih yang digunakan dalam penelitian ini adalah F1 C3/Kh serta tetua galur C3 dan varietas Koshihikari. Benih yang telah disemai ditanam ke dalam pot yang telah diberi 2 lubang tanam, dan masing-masing ditanam 1 bibit. Berdasarkan data analisis fenotipe 22 tanaman F1 C3/Kh yang ditanam, terdapat perbedaan karakter antara F1 C3/Kh dengan tetua galur C3. Sebanyak 8 tanaman memiliki arsitektur yang lebih pendek dibandingkan tetua galur C3 yaitu berkisar antara 96-101,5 cm.Phenotypic Analysis of F1 Result of Crossing between C3 Rice Lines and Koshihikari VarietiesAbstract. The C3 rice line is the result of a cross between the Cantik Sweet variety and the introduced Yinzhan variety from China. This strain has advantages such as short architecture, high number of tillers, distinctive aroma. The weakness of this line is that the harvest age is still rather deep, which is 135 days. Early maturity is one of the important characters that can increase production. This weakness can be corrected by crossing with the introduced variety Koshihikari from JapanThis research aims to learn the F1 phenotype resulting from a cross between the C3 rice lines and the Koshihikari variety. This research was carried out at the Screen House of Experimental Gardens and the Laboratory of Genetics and Plant Breeding, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh from November 2020 to July 2021. The seeds used in this study were F1 C3/Kh and the parents of the C3 line and the Koshihikari variety. The seeds that have been sown are planted in pots that have been given 2 planting holes, and 1 seed is planted in each. Based on the phenotype analysis data of 22 F1 C3/Kh plants planted, there were differences in characters between F1 C3/Kh and C3 line parents. A total of 8 plants had a shorter architecture than the C3 line parents, which ranged from 96-101.5 cm.
Performansi Agronomi BC3F2 Turunan Padi Aceh Sigupai Nabilah Balqis; Erita Hayati; Sabaruddin Zakaria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.675 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18330

Abstract

Abstrak. Varietas Sigupai memiliki kelebihan berupa aroma nasi yang khas, rasa nasi yang enak dan tekstur nasi yang lembut, hanya saja Sigupai memiliki kekurangan seperti, umur tanaman yang dalam, produksi yang rendah, dan tampilan tanaman yang tinggi sehingga tanaman mudah rebah. Kelemahan Sigupai dapat diperbaiki dengan cara persilangan dengan varietas introduksi Yinzhan yang berasal dari Cina. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sifat agronomi pada padi BC3F2 Sg/Yz, serta melihat tanaman yang prospektif untuk di lanjutkan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh dari bulan November 2020 hingga Juni 2021. Benih yang digunakan pada penelitian ini adalah BC3F2 hasil persilangan Sigupai/Yinzhan terdiri dari 14 genotipe. Benih ditanam dalam pot dengan 2 lubang tanam, dan masing- masing lubang tanam ditanam 1 bibit. Hasil penelitian menunjukkan turunan BC3F2 Sg/Yz yang paling prospektif untuk diteliti selanjutnya yaitu T9.5.1 (tanaman 1), T9.8.8 (tanaman 3), T29.2.11 (tanaman 10), T29.8.5 (tanaman 2) dengan dengan berat gabah berisi per rumpun 50 g, berumur genjah  118 HSS, dan tinggi tanaman 108 cm.Agronomic Performance in BC3F2 Derivative of Aceh Rice SigupaiAbstract. Sigupai has advantages in the form of a distinctive rice aroma, delicious rice taste and soft rice texture, but Sigupai has drawbacks such as deep plant age, low production, and high plant appearance so that plants easily fall. Sigupai weaknesses can be improved by crossing with Yinzhan introduced varieties originating from China. This study aims to see the agronomic properties of BC3F2 Sg/Yz , as well as to see the prospective plants to be continued. The research was carried out at the Experimental Garden and Laboratory of Genetics and Plant Breeding, Syiah Kuala Faculty of Agriculture, Darussalam, Banda Aceh from November 2020 to June 2021. The seeds used in this study were BC3F2 from a Sigupai/Yinzhan cross consisting of 14 genotypes. Seeds are planted in pots with 2 planting holes, and 1 seed is planted in each planting hole. The results showed that the most prospective BC3F2 Sg/Yz derivatives for further research were T9.5.1 (plant 1), T9.8.8 (plant 3), T29.2.11 (plant 10), T29.8.5 (plant 2) with a weight of grain contains per clump 50 g, early maturity 118 DAS, and plant height 108 cm.