Erita Hayati
Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN LAMA PERENDAMAN DALAM LARUTAN URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK LADA (Piper nigrum Linn) Zulfikar Zulmah; Nurhayati Nurhayati; Erita Hayati
Jurnal Agrista Vol 22, No 2 (2018): Volume 22 Nomor 2 Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dengan lama perendaman dalam larutan urine sapi terhadap pertumbuhan setek lada serta interaksi kedua faktor tersebut. Penelitian ini telah dilaksanakan di University Farm Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Pada bulan Februari sampai April 2016. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4x4 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan dan 48 unit percobaan setiap satuan diwakili oleh 2 tanaman sehingga keseluruhan terdapat 96 tanaman. Adapun faktor yang diteliti yaitu komposisi media tanam dengan 4 taraf yaitu M0 (tanah), M1 (tanah + sekam + pupuk kandang = 1:1:2), M2 (tanah + sekam + pupuk kandang = 2:1:1) , M3 (tanah + sekam + pupuk kandang = 1:1:2) dan faktor kedua yaitu lama perendaman dalam larutan urine sapi yaitu W0 (tanpa perendaman), W1 (30 detik), W2 (60 detik), W3 (90 detik). Parameter yang diamati dalam penelitian ini mencakup jumlah tunas , panjang tunas (cm), jumlah daun (helai), berat brangkasan segar (g), berat akar kering  (g),  Berat tunas kering (g), dan volume akar (ml). Hasil penelitian menunjukkan komposisi media tanam dan lama perendaman dalam urine sapi berpengaruh nyata dalam membantu pertumbuhan setek lada.Influence of Composition of Planting Media and Old Immersion in Cow Urine Solution to Pepper Spinning Growth (Piper nigrum Linn)This study aims to determine the effect of planting media composition with long soaking in cow urine solution to the growth of pepper cuttings and the interaction of these two factors. This research has been conducted at University Farm Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. In February to April 2016. The experimental design used in this study was Randomized Block Design (RAK) 4x4 factorial pattern with 3 replications, so there were 16 treatment combinations and 48 experimental units per unit represented by 2 plants so that there were 96 whole plants. The factors studied were the composition of planting medium with 4 levels ie M0 (soil), M1 (soil + husk + manure = 1: 1: 2), M2 (soil + husk + manure = 2: 1: 1), M3 (soil + husk + manure = 1: 1: 2) and the second factor is long immersion in cow urine solution W0 (without immersion), W1 (30 seconds), W2 (60 seconds), W3 (90 seconds). Parameters observed in this study included shoot number, shoot length (cm), number of leaves (strands), fresh weight weight (g), dry root weight (g), dry shoot weight (g), and root volume (ml). The results showed that the composition of planting medium and the duration of immersion in cow urine significantly influenced the growth of pepper cuttings.
Analisis Fenotipe F1 Hasil Persilangan Galur Padi C3 dan Varietas Koshihikari Chairunnisa Chairunnisa; Erita Hayati; Sabaruddin Zakaria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.153 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18337

Abstract

Abstrak. Galur C3 merupakan galur hasil persilangan varietas Cantik Manis dan varietas introduksi Yinzhan yang berasal dari Cina. Galur ini memiliki kelebihan seperti arsitekturnya yang pendek, jumlah anakan yang tinggi, aroma yang khas. Kelemahan yang terdapat pada galur ini adalah umur panennya yang masih agak dalam yaitu 135 hari. Umur genjah merupakan salah satu karakter penting yang dapat meningkatkan produksi. Kelemahan tersebut dapat diperbaiki dengan dilakukannya persilangan dengan varietas introduksi Koshihikari yang berasal dari Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari fenotipe F1 hasil persilangan galur padi C3 dan varietas Koshihikari. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kasa Kebun Percobaan dan Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh sejak bulan November 2020 hingga Juli 2021. Benih yang digunakan dalam penelitian ini adalah F1 C3/Kh serta tetua galur C3 dan varietas Koshihikari. Benih yang telah disemai ditanam ke dalam pot yang telah diberi 2 lubang tanam, dan masing-masing ditanam 1 bibit. Berdasarkan data analisis fenotipe 22 tanaman F1 C3/Kh yang ditanam, terdapat perbedaan karakter antara F1 C3/Kh dengan tetua galur C3. Sebanyak 8 tanaman memiliki arsitektur yang lebih pendek dibandingkan tetua galur C3 yaitu berkisar antara 96-101,5 cm.Phenotypic Analysis of F1 Result of Crossing between C3 Rice Lines and Koshihikari VarietiesAbstract. The C3 rice line is the result of a cross between the Cantik Sweet variety and the introduced Yinzhan variety from China. This strain has advantages such as short architecture, high number of tillers, distinctive aroma. The weakness of this line is that the harvest age is still rather deep, which is 135 days. Early maturity is one of the important characters that can increase production. This weakness can be corrected by crossing with the introduced variety Koshihikari from JapanThis research aims to learn the F1 phenotype resulting from a cross between the C3 rice lines and the Koshihikari variety. This research was carried out at the Screen House of Experimental Gardens and the Laboratory of Genetics and Plant Breeding, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh from November 2020 to July 2021. The seeds used in this study were F1 C3/Kh and the parents of the C3 line and the Koshihikari variety. The seeds that have been sown are planted in pots that have been given 2 planting holes, and 1 seed is planted in each. Based on the phenotype analysis data of 22 F1 C3/Kh plants planted, there were differences in characters between F1 C3/Kh and C3 line parents. A total of 8 plants had a shorter architecture than the C3 line parents, which ranged from 96-101.5 cm.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Giberelin terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bunga Mawar (Rosa hybrida L.) Mutiara Laudry Shita; erita hayati; rita hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.134 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i2.14870

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan konsentrasi giberelin serta ada tidaknya interaksi keduanaya terhadap pertumbuhan dan hasil bunga mawar (Rosa hybrida L.). Telah dilaksanakan penelitian di Dusun Sumber Rejo, Desa Sei Bamban Kecamatan Batang Serangan Nomor 25, Langkat - Sumatera Utara pada bulan April hingga Agustus 2019. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama yang diteliti adalah komposisi media tanam (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : M0 (tanah), M1 (tanah + pupuk kandang (1:1)), M2 (tanah + sekam (1:1)), M3   (tanah + pupuk kandang + sekam (1:1:1)) dan faktor kedua adalah konsentrasi giberelin yang terdiri dari 3 taraf yaitu : G0 (0 ppm), G1 (200 ppm), G2 (400 ppm) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian ini adalah media tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang umur 30 HST. Komposisi terbaik dijumpai pada perlakuan media tanah+pupuk kandang+sekam.  Giberelin berpengaruh sangat nyata  terhadap panjang cabang umur 30 HST, berpengaruh nyata terhadap  jumlah cabang umur 30, 60 dan 90 HST, dan jumlah helai bunga. Konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan mawar dijumpai pada konsentrasi giberelin 400 ppm. Terdapat interaksi yang nyata pada kombinasi perlakuan komposisi media tanam tanah + sekam dengan pemberian konsentrasi 200 ppm terhadap diameter bunga tanaman mawar.  Effect of Growing Media Compotition and Gibberellin Concentration on the Growth and Yield of Rose Plant (Rosa hybrida L.)Abstract.This research aims to find out the influence of the growing media composition and gibbberelline concentration, and their interaction on the growth and yield of rose flower (Rosa hybrida L.). This research had been held at Sumber Rejo village, Sei Bamban, Batang Serangan number 25, Langkat - North Sumatera from March to August 2019. The design used in this study was factorial block randomized with 4x3 factorial pattern and three replications. Design are two factors studied, the first factor is the composition of the planting media (M) which consists of four levels, there were : M0 (soil), M1 (soil + manure (1:1)), M2 (soil + rice husk (1:1)), M3  (soil + manure + rice husk (1:1:1)) and the second factor is concentration of gibberellin that was consist of three levels, that were : G0 (0 ppm), G1 (200 ppm), G2 (400 ppm) and continued with Low Significant Different (LSD) at 5% level. The results of the study shows that the growing media affect significantly the number of branches at the age of 30 DAP. The best composition of the planting media was found in the treatment of soil media + manure + rice husk. Gibberelline concentration affected significantly of the number of branches at the age of 30, 60 and 90 DAP, length of the branches at 30 DAP and the number of flowers. The best concentration for the growth of Rose is 400 ppm an gibberelline concentration. There was interaction strands between the composition of growing media and gibberlline concentration on the diameter of flower on the rose plant on the combination treatment of composition of the soil + rice husk media by giving concentration of 200 ppm. 
Performansi Agronomi BC3F2 Turunan Padi Aceh Sigupai Nabilah Balqis; Erita Hayati; Sabaruddin Zakaria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.675 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18330

Abstract

Abstrak. Varietas Sigupai memiliki kelebihan berupa aroma nasi yang khas, rasa nasi yang enak dan tekstur nasi yang lembut, hanya saja Sigupai memiliki kekurangan seperti, umur tanaman yang dalam, produksi yang rendah, dan tampilan tanaman yang tinggi sehingga tanaman mudah rebah. Kelemahan Sigupai dapat diperbaiki dengan cara persilangan dengan varietas introduksi Yinzhan yang berasal dari Cina. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sifat agronomi pada padi BC3F2 Sg/Yz, serta melihat tanaman yang prospektif untuk di lanjutkan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh dari bulan November 2020 hingga Juni 2021. Benih yang digunakan pada penelitian ini adalah BC3F2 hasil persilangan Sigupai/Yinzhan terdiri dari 14 genotipe. Benih ditanam dalam pot dengan 2 lubang tanam, dan masing- masing lubang tanam ditanam 1 bibit. Hasil penelitian menunjukkan turunan BC3F2 Sg/Yz yang paling prospektif untuk diteliti selanjutnya yaitu T9.5.1 (tanaman 1), T9.8.8 (tanaman 3), T29.2.11 (tanaman 10), T29.8.5 (tanaman 2) dengan dengan berat gabah berisi per rumpun 50 g, berumur genjah  118 HSS, dan tinggi tanaman 108 cm.Agronomic Performance in BC3F2 Derivative of Aceh Rice SigupaiAbstract. Sigupai has advantages in the form of a distinctive rice aroma, delicious rice taste and soft rice texture, but Sigupai has drawbacks such as deep plant age, low production, and high plant appearance so that plants easily fall. Sigupai weaknesses can be improved by crossing with Yinzhan introduced varieties originating from China. This study aims to see the agronomic properties of BC3F2 Sg/Yz , as well as to see the prospective plants to be continued. The research was carried out at the Experimental Garden and Laboratory of Genetics and Plant Breeding, Syiah Kuala Faculty of Agriculture, Darussalam, Banda Aceh from November 2020 to June 2021. The seeds used in this study were BC3F2 from a Sigupai/Yinzhan cross consisting of 14 genotypes. Seeds are planted in pots with 2 planting holes, and 1 seed is planted in each planting hole. The results showed that the most prospective BC3F2 Sg/Yz derivatives for further research were T9.5.1 (plant 1), T9.8.8 (plant 3), T29.2.11 (plant 10), T29.8.5 (plant 2) with a weight of grain contains per clump 50 g, early maturity 118 DAS, and plant height 108 cm.
Pengaruh Media Tanam Dan Jumlah Ruas Terhadap Pertumbuhan Setek Tanaman Lada (Piper nigrum L.) M Khadafi; Agam Ihsan Hereri; Erita Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.752 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i2.14869

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam dan jumlah ruas serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan setek tanaman lada. Penelitian ini dilaksanakan di halaman asrama mahasiswa Langsa Banda Aceh dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh yang berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 4 x 3 terdapat 2 faktor yaitu media tanam dan jumlah ruas. Media tanam dengan 4 taraf perlakuan yaitu tanah, tanah + bokashi, tanah + pupuk kandang, dan tanah + bokashi + pupuk kandang dan jumlah ruas dengan 3 taraf perlakuan yaitu beruas 1, 2 dan 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas, diameter tunas, dan jumlah daun. Perlakuan media tanam terbaik ditemukan pada media tanah + pupuk kandang. Perlakuan jumlah ruas berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas dan jumlah daun namun tidak berpengaruh nyata pada diameter tunas. Jumlah ruas terbaik ditemukan pada ruas 1 dan 2. Terdapat interaksi antara perlakuan media tanam dan jumlah ruas terhadap pertumbuhan setek tanaman lada yang berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas, diameter tunas, dan jumlah daun. Kombinasi terbaik dijumpai pada interaksi antara media tanam tanah + pupuk kandang dan jumlah ruas 1 dan 2. Effect of Planting Media and Number of Segments on Growth of Cuttings of Pepper (Piper nigrum L.)Abstract. This study aims to determine the effect of the planting media and the number of segments and their interactions on the growth of pepper cuttings. This research was held in the yard of Langsa student dormitory in Banda Aceh and the Plant Physiology Laboratory of Agriculture Faculty, Syiah Kuala University, Banda Aceh on July to September 2019. This research used a factorial randomized block design with 2 treatments, there are planting media and the number of segments. Planting media with 4 kinds of treatment there are soil, soil + bokashi, soil + manure, and soil + bokashi + manure and the number of segments with 3 kinds of treatment there are segment 1, segment 2 and segment 3. The results of the research showed that the planting media had a significant effect on height buds, buds diameter, and number of leaves. The best growing media founded in soil + manure media. Meanwhile the number of segments significantly affected on height buds and number of leaves, but did not significantly affect on buds diameter. The best number of segments founded on sections 1 and 2. There was an interaction between the planting media and the number of segments on the growth of pepper cuttings that significantly affected on height buds, buds diameter, and number of leaves. The best interaction founded in the interaction between soil + manure planting media and the number of sections 1 and 2.