Sartika Sartika
Kehutanan PSDKU USK Gayo Lues

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Etnobotani Tumbuhan Hutan Sebagai Bahan Pangan (Studi Kasus Kecamatan Terangun Kabupaten Gayo Lues) Sartika Sartika; Arif Habibal Umam; Iqbar Iqbar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.016 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18376

Abstract

Abstrak. Masyarakat suku Gayo sebagian besar memiliki pemahaman tentang pemanfaatan tumbuhan hutan yang dapat dikonsumsi baik untuk bahan pangan maupun sebagai obat-obatan. Atas dasar ini penting diteliti agar dapat memberikan informasi kepada masyarakat maupun pemerintah bahwa terdapat jenis-jenis tumbuhan hutan yang dapat dikonsumsi untuk bahan pangan non pokok yang hidup secara liar dan dikonsumsi oleh suku Gayo yang berdomisili di Terangun. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat 34 jenis tumbuhan liar yang terdiri dari 22 suku tumbuhan masih dimanfaatkan oleh suku Gayo di Terangun sebagai bahan pangan non pokok. Jenis tumbuhan yang paling banyak digunakan yaitu ranti (rukut) dengan penggunaan sebesar 97,50% sehingga dikategori sangat tinggi. Bagian atau organ tumbuhan hutan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yaitu buah, batang, daun, tunas dan bunga. Organ tumbuhan yang paling sering digunakan yaitu buah sebanyak 47%. Meskipun penggunaan organ buah paling tinggi dari organ lainnya namun penggunaan organ ini masih masuk ke dalam katergori rendah. Tumbuhan hutan tersebut dimanfaatkan dengan cara dimasak, dikupas lalu dimakan, dimakan secara langsung dan dikeringkan kemudian dimakan. Cara pengolahan tumbuhan yang paling sering dilakukan adalah dengan cara dimasakĀ  dan pengolahan dengan cara ini dilakukan sebesar 45% dari penggunaan lainnya. Penggunaan dengan cara dimasak juga masih termasuk ke dalam kategoriĀ  rendah.Abstract. Most of the Gayo people have an understanding of the use of forest plants that can be consumed both for food and as medicine. On this basis, it is important to research in order to provide information to the public and the government that there are forest plant species that can be consumed for non-staple foods that live wild and are consumed by the Gayo tribe who live in Terangun. This research uses interview and observation method. The results of the study indicate that there are 34 types of wild plants consisting of 22 plant tribes that are still used by the Gayo tribe in Terangun as non-staple food. The most widely used plant species is black nightshade with a usage of 97.50% so that it is categorized as very high. Parts or organs of forest plants that can be used as food are fruits, stems, leaves, shoots and flowers. The most frequently used plant organ is fruit as much as 47%. Although the use of fruit organs is higher than other organs, the use of these organs is still in the low category. The forest plants are used by cooking, peeling and then eating, eaten directly and dried and then eaten. The method of processing plants that is most often done is by cooking and processing in this way is carried out for 45% of other uses. The use by cooking is also still included in the low category.