Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERKEMBANGAN USAHA BUBUK KOPI MEREK ULEE KARENG DI DESA LAMGAPANG KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR, 1960-2015 Dewi Mentari; Husaini ,; Teuku Abdullah
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): April, Kajian Isu Kebudayaan dan Etnisitas
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Judul penelitian ini “perkembangan usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar, 1960-2015, maka tujuan penelitiannya (1) ingin menjelaskan perkembangan usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar tahun 1960-2015 (2) ingin menganalisis kehidupan sosial ekonomi pengusaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar tahun 1960-2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang dipakai metode sejarah.Teknik pengumpulan data digunakan dengan wawancara, dokumentasi, observasi dan studi kepustakaan.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh keterangan bahwa (1) usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang dimulai pada tahun 1960 oleh Asnawi. Dalam perkembangannya hingga saat ini usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng sudah menghasilkan berbagai produk seperti Kopi warung organik, Kopi bubuk spesial, Kopi Ulee Kareng Arabica, Kopi Ulee Kareng Organik Robusta, Kopi Ulee Kareng 2 + 1 (Kopi + Gula), Kopi Arabica Super, Kopi Rubusta Original, Kopi Super Quality, Kopi Tubruk Susu Sanger dan Bubuk keras Kopi Rubusta. Selain itu jumlah pengusaha juga mengalami peningkatan sejak tahun 1960 hanya 8 orang, namun ditahun 2016 sudah berjumlah 120 pekerja/karyawan, (2) dalam aspek social ekonomi pengusaha terlihat bahwa rata-rata umur pekerja antara 41-50 tahun, tingkat pendidikan rata-rata tamatan SLTA dan jumlah tanggungan anggota keluarga rata-rata 3-5 orang. Dilihat pula dari segi tempat tinggal mereka juga sudah terlihat sejahtera artinya para pengusaha rata-rata sudah memiliki bentuk rumah yang permanen yang dilengkapi oleh berbagai perabotan rumah. Kata Kunci: Perkembangan, Usaha, Bul Lamgapang.
PERKEMBANGAN USAHA BUBUK KOPI MEREK ULEE KARENG DI DESA LAMGAPANG KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR, 1960-2015 Dewi Mentari; Husaini ,; Teuku Abdullah
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): April, Kajian Isu Kebudayaan dan Etnisitas
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Judul penelitian ini “perkembangan usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar, 1960-2015, maka tujuan penelitiannya (1) ingin menjelaskan perkembangan usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar tahun 1960-2015 (2) ingin menganalisis kehidupan sosial ekonomi pengusaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar tahun 1960-2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang dipakai metode sejarah.Teknik pengumpulan data digunakan dengan wawancara, dokumentasi, observasi dan studi kepustakaan.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh keterangan bahwa (1) usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang dimulai pada tahun 1960 oleh Asnawi. Dalam perkembangannya hingga saat ini usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng sudah menghasilkan berbagai produk seperti Kopi warung organik, Kopi bubuk spesial, Kopi Ulee Kareng Arabica, Kopi Ulee Kareng Organik Robusta, Kopi Ulee Kareng 2 + 1 (Kopi + Gula), Kopi Arabica Super, Kopi Rubusta Original, Kopi Super Quality, Kopi Tubruk Susu Sanger dan Bubuk keras Kopi Rubusta. Selain itu jumlah pengusaha juga mengalami peningkatan sejak tahun 1960 hanya 8 orang, namun ditahun 2016 sudah berjumlah 120 pekerja/karyawan, (2) dalam aspek social ekonomi pengusaha terlihat bahwa rata-rata umur pekerja antara 41-50 tahun, tingkat pendidikan rata-rata tamatan SLTA dan jumlah tanggungan anggota keluarga rata-rata 3-5 orang. Dilihat pula dari segi tempat tinggal mereka juga sudah terlihat sejahtera artinya para pengusaha rata-rata sudah memiliki bentuk rumah yang permanen yang dilengkapi oleh berbagai perabotan rumah. Kata Kunci: Perkembangan, Usaha, Bul Lamgapang.
Konstruksi Makna Kecerdasan Buatan dalam Iklan Digital: Analisis Semiotika Roland Barthes dan Perspektif Strategi Komunikasi PR pada Iklan Gemini Canvas @googleindonesia Andika Dwi Eranggani; Dewi Mentari
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Huma
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v4i2.1734

Abstract

The development of artificial intelligence (AI) has fundamentally transformed digital marketing communication, while emerging as a strategic instrument in public relations practices of global corporations. This study aims to examine the construction of meaning around artificial intelligence as a financial solution within the cultural context of Lebaran, while analyzing the PR communication strategy employed by Google Indonesia in building persuasive messages for its public on digital platforms. The research object is a video advertisement posted on the official Instagram account @googleindonesia on March 7, 2025, promoting the Gemini Canvas feature for managing Tunjangan Hari Raya (THR) budgets. This study employs a descriptive qualitative approach with an interpretive paradigm, integrating two complementary analytical perspectives: first, Roland Barthes three-level semiotic analysis — denotation, connotation, and myth — to deconstruct meaning constructed through visual, verbal, and auditory signs in the advertisement; second, the PR communication strategy framework from Smith (2021) to identify how the choices of mascot, emotional message, and cultural appeal represent strategically planned communication decisions by Google Indonesia. The findings reveal that Google Indonesia constructs Gemini Canvas as an empathetic and culturally aware entity through three key elements: anthropomorphic symbolism in the form of a bespectacled cat functioning as brand mascot, local cultural markers of ketupat and THR, and Arabic-nuanced music that aurally reinforces the Lebaran atmosphere — all representing deliberate strategic PR decisions. From Smith’s (2021) perspective, the advertisement applies a proactive communication strategy combining negative emotional appeal — financial anxiety ahead of THR — immediately followed by positive emotional appeal as a concrete solution through Gemini Canvas, representing a structured form of public perception shaping. At the myth level, the advertisement normalizes reliance on digital platforms through systematic cultural localization. This study contributes to understanding AI-based digital marketing communication strategies and the shaping of public perception on AI technology by global corporations in the Indonesian market.