Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Kualitas Hidup Lansia yang Tinggal dengan Keluarga dan Lansia yang Tinggal di Panti Jompo UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Kota Banda Aceh Uswatun Hasanah; Nizam Ismail; Aripin Ahmad
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 1, No 1 (2016): Oktober, Sejarah, Sosiologi dan Kajian Sosial
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan kelompok umur yang sangat rentan terkena masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia dan berdampak pada status derajat kesehatan masyarakat serta usia harapan hidup masyarakat. Kualitas hidup merupakan suatu konsep yang sangat luas yang dipengaruhi oleh kondisi fisik individu, psikologis, tingkat kemandirian, serta hubungan individu dengan lingkungan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian comparatif (studi perbandingan) dengan menggunakan desain crossectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh lansia yang tinggal di Panti Jompo UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang yang berjumlah 54 orang dan seluruh lansia yang tinggal dengan keluarga dan berada di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh sebanyak 54 orang. Sampel penelitian sebanyak 108 orang. Uji independen sampel t-test (alpha 0,05) digunakan untuk analisis data. Hasil  uji dengan menggunakan independen t-test menunjukkan terdapat perbedaan kualitas hidup lansia yang tinggal dengan keluarga dan lansia yang tinggal di Panti Jompo. Perbedaan tersebut meliputi empat aspek kualitas hidup antara lain pada aspek fisik, aspek psikologis, aspek sosial dan aspek lingkungan. Terdapat hubungan antara status perkawinan dengan kualitas hidup lansia. Kepada pengelola panti Jompo UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Kota Banda Aceh agar dapat mengadakan pemeriksaan kesehatan rutin untuk menunjang kesejahteraan fisik lansia yang optimal.
Analysis of the Relationship Between Environmental Health Factors and Stunting Incidence in Indonesia Yossi Ismardiani; Fahmi Ichwansyah; Aripin Ahmad; Asnawi Abdullah; Radhiah Zakaria
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48960

Abstract

Indonesia ranks fifth globally in stunting prevalence, with approximately 30.8% or 23 million children affected. Stunting can impair physical growth, brain development, metabolism, and intelligence, thereby reducing the quality of Indonesia’s human resources. One of the key contributing factors is poor nutrition, which is closely linked to inadequate access to safe drinking water and poor sanitation. This study aimed to analyze the relationship between environmental health factors and stunting in Indonesia using secondary data from the Indonesian Health Profile (2015–2020), covering all 34 provinces. The research applied a descriptive-analytic approach with a cross-sectional design and quantitative analysis using linear regression. The analysis included three models: (1) unadjusted, (2) adjusted for year and province, and (3) adjusted for year, province, poverty, and HDI. The findings showed that the national stunting rate declined from 22.76% in 2015 to 12.70% in 2020, with East Nusa Tenggara (NTT) consistently reporting the highest rates. Bivariate analysis revealed that access to safe drinking water, proper sanitation, community-based sanitation (STBM), TPM compliance, poverty, adequate housing, and HDI were significantly associated with stunting (p < 0.05). After adjusting for confounders, the most influential variables were access to safe drinking water, TPM compliance, and adequate housing. Among these, access to safe drinking water explained the highest variation in stunting rates (21.08%). These results suggest that environmental health—particularly clean water access, food hygiene, and proper housing—plays a crucial role in addressing stunting. Therefore, strengthening basic infrastructure and promoting clean and healthy living behavior (PHBS) are essential for stunting prevention in Indonesia.Keywords: Stunting, Safe Drinking Water, Sanitation, Environmental Health, Linear Regression.