Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Metode Penelitian Pencahayaan Arsitektural: Di antara Kuantitatif dan Kualitatif Manurung, Parmonangan
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 21, No 1: Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v21i1.2502

Abstract

Pencahayaan arsitektural merupakan topik menarik bagi para peneliti. Berbagai penelitian terkait pencahayaan arsitektural telah dipublikasikan dalam berbagai jurnal nasional dan internasional. Pendekatan digunakan mengarah pada pendekatan kuantitatif dan kualitatif, diklaim masing-masing peneliti sebagai pendekatan terbaik menjawab masalah penelitian pencahayaan arsitektural. Penelitian bertujuan mengkaji pendekatan penelitian pencahayaan arsitektural paling tepat dalam bidang pencahayaan arsitektural. Penelitian dilakukan menggunakan metode kajian teori. Berbagai hasil penelitian terkait pencahayaan arsitektural, artifisial dan alami, menggunakan pendekatan berbeda dikaji dan didialogkan. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif meninggalkan celah dan dapat saling melengkapi dan memberi hasil lebih meyakinkan bila dikombinasikan. Pencahayaan arsitektural memengaruhi subyek dan obyek serta berdampak pada lingkungan. Pendekatan kombinasi memungkinkan mendapatkan hasil penelitian lebih mendalam. Triangulasi dibutuhkan untuk saling melengkapi karena pencahayaan berpengaruh pada obyek dan subyek.
Pendampingan Optimasi Produksi dan Pemasaran di Keluarga Difabel Pinilih Manurung, Parmonangan; Herdioko, Jonathan
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i1.10294

Abstract

Difabel merupakan kelompok masyarakat termasuk dalam kelompok rentan. Undang-undang melindungi difabel dan masyarakat luas memiliki kewajiban moral mendukung agar difabel memiliki kemandirian. Mitra merupakan komunitas yang memberdayakan difabel dan tergabung dalam Yayasan Pinilih Sedayu Sejahtera memiliki misi melayani masyarakat difabel. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) memiliki tujuan membantu difabel memiliki kemandirian dalam menjalankan  berbagai kegiatan, termasuk meningkatkan produksi dan pemasaran. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa permasalahan produksi dan pemasaran dipengaruhi oleh kondisi bangunan dan strategi pemasaran. Pendampingan difokuskan memberikan solusi penciptaan kondisi bangunan yang mendukung kinerja karyawan, serta merekomendasikan strategi pemasaran tepat. Pendampingan dalam kedua aspek penting dilakukan guna meningkatkan produksi dan pemasaran produk mitra. Luaran dihasilkan berupa rekomendasi perancangan yang sampaikan dalam bentuk dokumentasi gambar 2 dimensi dan 3 dimensi, serta rekomendasi strategi pemasaran. Luaran diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program lain, maupun kegiatan corporate social responsibility (CSR) perusahaan pendukung, serta program-program pemerintah.
Konsep Perancangan Pusat Edukasi Sosial Remaja Dengan Pendekatan Sensori Seraphima, Elisse Moudy; Manurung, Parmonangan; Kinanthi, Maria
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2022: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan merupakan masalah serius yang marak ditemui dan dilakukan remaja di Indonesia sehingga perlu ditindaklanjuti secara serius. Kehadiran sarana edukasi dan penyuluhan bagi peningkatan kepedulian masyarakat terutama remaja terhadap kasus perundungan, dan sebagai bentuk dukungan bagi korban yang mengalami trauma merupakan hal penting. Oleh sebab itu, kebutuhan pusat edukasi sosial remaja terkait perundungan menggunakan pendekatan arsitektur fenomenologi berbasis sensori guna berorientasi pada pengalaman sadar korban. Pusat edukasi dirancang memiliki 2 fungsi utama yaitu sebagai gallery, dan trauma center. Gallery memiliki fungsi edukasi dengan menceritakan pengalaman dan perasaan korban perundungan melalui pengalaman meruang yang dihadirkan pada sequence sehingga pengunjung dapat merasakan secara langsung perasaan korban bukan hanya melalui gambaran visual. Sementara, trauma center adalah fasilitas bagi korban perundungan yang mengalami trauma dan membutuhkan pendampingan para ahli(psikolog) sehingga korban mendapatkan sesi konseling dan melakukan berbagai kegiatan yang dapat membantu mereka untuk menyembuhkan traumanya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Konsep perancangan yang berorientasi pada pengalaman korban sehingga fasilitas yang ditawarkan dapat memenuhi kebutuhan sebagai upaya edukasi dan pemulihan traumatik.\\Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara dengan calon pengguna dan melalui kuesioner dengan korban perundungan. Hasil penelitian ini adalah adanya perbedaan konsep desain yang bertolak belakang antara ke-2 fungsi bangunan, trauma center dengan desain yang mengutamakan kenyamanan pasien demi terwujudnya pemulihan traumatik dan gallery yang menghadirkan suasana meruang dengan mengangkat pengambaran dari perasaan depresi, gelisah dan ketakutan dari korban sebagai media edukasi.