Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INOVASI PROGRAM ELEKTRONIK TILANG (E-TILANG) DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI KEPOLISIAN RESORT (POLRES) KEDIRI FAIRUZ SALSABILA
Publika Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Dalam proses penegakan hukum yang dilakukan oleh polisi lalu lintas masih banyak memunculkan keluhan yang dirasakan oleh masyarakat terkait dengan proses tilang. Sistem penilangan manual saat ini memiliki banyak kendala di lapangan dan berpotensi memberi peluang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang. Kepolisian Resort (Polres) Kediri menciptakan inovasi Elektronik Tilang (E-Tilang) yang berbasis teknologi informasi dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat dalam proses tilang dan meringkas birokrasi karena masyarakat tidak perlu mengikuti sidang tilang di Pengadilan Negeri. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah petugas Unit Tilang Satlantas Polres Kediri, petugas Unit Turjawali Satlantas Polres Kediri dan masyarakat selaku pelanggar lalu lintas yang menggunakan sistem Elektronik Tilang (ETilang). Teknik pengumpulan data berupa teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi Elektronik Tilang (E-Tilang) di Polres Kediri dapat diterima oleh masyarakat, khususnya masyarakat selaku pelanggar lalu lintas yang menggunakan sistem Elektronik Tilang (E-Tilang). Hal tersebut dapat dilihat dari faktor keberhasilan inovasi yaitu faktor Leadership yang menunjukkan adanya peran dan tanggung jawab pemimpin (Kapolres Kediri) yang telah memotivasi bawahannya untuk menciptakan inovasi Elektronik Tilang (E-Tilang) di Polres Kediri. Faktor Management/Organization yang menjelaskan adanya visi, misi dan strategi dalam menciptakan inovasi berupa sosialisasi kepada masyarakat, adanya pengembangan sumber daya manusia berupa pelatihan dan pembinaan petugas kepolisian, serta adanya pihak-pihak pendukung pada inovasi Elektronik Tilang (E-Tilang). Faktor Risk Management menjelaskan masih terdapat prosedur yang belum sesuai dengan pelaksanaan inovasi Elektronik Tilang (E-Tilang) dikarenakan belum adanya koneksi lebih lanjut antara pihak terkait. Faktor Human Capital menjelaskan bahwa adanya pelatihan khusus yang dilakukan oleh pihak Polres Kediri terkait mekanisme Elektronik Tilang (E-Tilang). Faktor Technology yang menjelaskan adanya aplikasi sebagai penunjang inovasi Elektronik Tilang (E-Tilang) sebagai layanan berbasis teknologi informasi. Saran dari pelaksanaan inovasi Elektronik Tilang (E-Tilang) adalah segera dilakukan pembenahan prosedur dalam proses pengambilan denda tilang yang dirasa masih membingungkan masyarakat selaku pelanggar lalu lintas. Kata Kunci: Inovasi, Pelayanan, Elektronik Tilan
Keberadaan BP4 Lampung Selatan dalam Mengatasi Perceraian pada Aparatur Sipil Negara (ASN) Tenaga Medis Fairuz Salsabila; Qoiz Azizah Bin Has
Syakhsiyah Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 1 (2023): Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.321 KB) | DOI: 10.32332/syakhshiyyah.v3i1.6939

Abstract

As a marriage counselor, coach and preserver, the Advisory Board for the Development and Preservation of Marriage (s an important role in maintaining the integrity of the household. However, in reality BP4 still has not carried out its role and function optimally. This can be seen in divorce cases that have become a common problem in all circles of society. The purpose of this research is to find out why the existence of BP4 is unable to prevent divorce, especially the State Civil Apparatus in medical personnel. This research uses a qualitative descriptive method with a psychological approach. The results of this study indicate that the existence of BP4 can be said to be not well established. Although it has been established since about 60 years ago, in fact BP4 is still unable to prevent divorce. One of the reasons is because BP4 does not get material and non-material support from the government, so that in its movement BP4 experiences many limitations. Furthermore, the results of interviews and documentation related to divorce in medical personnel, show that infidelity, lack of physical and mental maintenance, quarrels and disputes, and not having offspring, are the background for medical personnel to divorce. Based on this explanation, it can be concluded that divorce that occurs in medical personnel has similarities to divorce that occurs in society in general. This shows that divorce is not related to a profession.
Pengaruh Mengerjakan Skripsi terhadap Tingkat Stress pada Mahasiswa Tingkat Akhir Andari Elyana Maharani; Chandra Putri Kharisma; Fairuz Salsabila
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 2 No. 4 (2024): November : Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v2i4.558

Abstract

Students are at the limit of late adolescence and early adulthood, where this period is a period of unstable mental conditions, accompanied by conflicts and demands as well as changes in mood. For final year students, what often becomes a stressor is completing their thesis. Symptoms of stress in students are feeling tired, anxious, not enthusiastic or wanting to stop working on their thesis. The impact is that work on the thesis is postponed and people choose to forget it, avoid their supervisors, complain on social media about the difficulties they face and ultimately the study period is delayed. This research aims to determine the effect of writing a thesis on mental health and stress levels in students. The research uses qualitative methods with survey research via Google Form.