Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Pemanfaatan Pangkalan Pendaratan Ikan di Kota Bawah Timur Kecamatan Sukakarya Kota Sabang Maksalmina Maksalmina; Rizwan Rizwan; Alvi Rahmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.836 KB)

Abstract

Fishery port is a crucial required-infrastructure for fisheries development. The Basis Landing of Fish (PPI) of Pasiran is the only port in Sabang located in the eastern part of Kota Bawah,Sukakarya district,Sabang. It was built in 2000-2003 which officially opened in 2004, and built by using the Indonesia Government Budget; unfortunately few of fishermen take advantage of the existence of PPI as a place to tether the boat after fishing. This study aims to examine the problems in PPI Pasiran and the PPI Pasiran’s rate of utilization. This study was conducted on June, 2017. This study is used case study method by using descriptive survey as the research method. The purposive sampling is used as sampling technique for this study. The sampling is collected by interviewing the representatives of the population. The selected respondents considered for the research are 5 respondents; the head of Marine and Fishery Department (1 person), the expert of fishery and marine (1 person), the head of fishery port management (1 person), the boat owners (3 persons), and Panglima Laot of sabang (1 person). The results of the utilization rate of PPI Pasiran are the mosque (100%), jetty (72%), the UPTD office (50,4%), quay pier (34,46%), fish auction(0%), and ice factory (0%). It indicates that the PPI Pasiran Sabang has not been utilized optimally; hence it is crucial to increase a better management of the PPI Pasiran utilization.Keywords: Rate of Port Utilization, the PPI of Sabang, Fishbone Diagram.       Pelabuhan perikanan merupakan infrastruktur yang harus dimiliki dalam pengembangan perikanan. Pangkalan pendaratan ikan (PPI) Pasiran merupakan satu-satunya pelabuhan yang ada di Sabang yang terletak di Kota bawah timur kecamatan sukakarya Kota Sabang. Pangkalan pendaratan ikan (PPI)Pasiran ini dibangun dalam rentang tahun 2000-2003 yang resmi difungsikan pada tahun 2004, dan dibangun menggunakandana yang bersumber dariAnggaran Pendapatan Belanja Negara, namun tidak semua nelayan memanfaatkan keberadaan PPI ini sebagai tempat menambatkan kapal setelah penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk merincikan masalah PPI Pasiran dan mengkaji tingkat pemanfaatan PPI Pasiran. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2017. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode studi kasus dengancara deskriptif survei. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dengan cara wawancara terhadap wakil-wakil populasi. Responden yang diambil dianggap dapat mewakili kepentingan penelitian berjumlah 5 orang terdiri dari: kepala DKP Sabang 1 orang, pakar di bidang Perikanan dan Kelautan 1 orang, kepala pengelola pelabuhanperikanan 1 orang,pemilik kapal3 orang/ GT kapal, Panglima Laot Kota Sabang 1 orang.Hasil penelitian terhadap tingkat pemanfaataan Pangkalan pendaratan ikan (PPI) Pasiran secara berturut-turut adalah mushalla sebesar 100%,  jetty sebesar 72%, kantor UPTD sebesar 50,4%, dermaga tambat sebesar 34,46%, TPI sebesar 0%, dan pabrik es sebesar 0%. Hal ini menunjukkanbahwa PPI Pasiran Kota Sabang dalam kondisi belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga dibutuhkan peningkatan pengelolaan untuk meningkatkan pemanfaatan PPI Pasiran agar lebih baik.Kata Kunci:Tingkat pemanfaatan pelabuhan, PPI Kota Sabang, Diagram fishbone
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELANJA LANGSUNG PEMERINTAH PROVINSI ACEH Rita Nengsih; Sufitrayati Sufitrayati; Maksalmina Maksalmina; Fitria Fitria; Zenitha Maulida
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 3, No 1 (2022): SEMNAS MULTIDISIPLIN ILMU
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah daerah sebagai pelaksana dan pengatur pengelolaan keuangan daerah dituntut untuk mampu meningkatkan penerimaan daerah. Keberhasilan pemerintah daerah dapat dilihat dari kemampuannya dalam mengelola keuangan daerah. Pengelolaan keuangan daerah yang baik akan meningkatkan pendapatan daerah dan meningkatkan pembangunan di daerah. Namun, dalam pengelolaan keuangan daerah ini selalu ada kendala dalam melakukan alokasi belanja untuk setiap daerah dengan kebutuhan daerah yang yang bertolak belakang dengan pendapatan daerah yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, menguji dan membuktikan pengaruh pendapatan asli daerah dan dana alokasi khusus secara simultan dan parsial terhadap belanja langsung pemerintah kabupaten/kota Provinsi Aceh tahun 2012-2019. Sampel pada penelitian ini adalah keseluruhan populasi yang terdiri dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Metode analisis data dilakukan dengan uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji korelasi dan determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan asli daerah dan dana alokasi khusus secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap belanja langsung pemerintah kabupaten/kota Provinsi Aceh tahun 2012-2019. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar  0,722 menunjukkan bahwa derajat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat sebesar 0,722 atau 72,2%. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,521, artinya setiap perubahan – perubahan dalam variabel belanja langsung dapat dijelaskan oleh variabel pendapatan asli daerah dan dana alokasi khusus sebesar 0,521 atau 52,1%. Sedangkan sisanya sebesar 47,9% dijelaskan oleh variabel-variabel lain diluar penelitian ini seperti dana alokasi umum, jumlah penduduk, luas wilayah dan lain sebagainya. Kata Kunci: Belanja Langsung; Dana Alokasi Khusus; Pendapatan Asli Daerah; Provinsi Aceh