Tuntutan pekerjaan telah diidentifikasi sebagai salah satu sumber stres kerja yang paling umum. Jam kerja yang panjang dan perubahan kerja yang menuntut, tekanan waktu tinggi, masalah ergonomi dan kondisi fisik yang tidak menyenangkan. Burnout akan terjadi apabila emosi negatif di hari kerja pada diri setiap karyawan telah terakumulasi. Emosi negatif ini cenderung dikategorikan pada masalah psikis, di antaranya; kelelahan emosional (emotional exhaustion) yang diakibatkan dari rasa kecemasan (anxiousness) dan kelelahan fisik (fatigue). Maka penulis dengan ini meneliti apakah kegiatan jeda singkat diantranya dapat mengurangi efek negatif tersebut. Peralatan penghimpunan data yang dipakai pada riset ini adalah angket dengan menjadikan populasi sebagai sampel di mana 150 karyawan kantoran di Banda Aceh mengisi form kuesioner mengenai apa yang mereka resakan selama bekerja dan kegiatan jeda singkat apa saja yang mereka lakukan. analisa data yang diaplikasikan adalah MRA (Moderated Regression Analysis). Hasil penelaahan menunjukkan bahwa kegiatan jeda singkat baik itu relaksasi, pemenuhan nutrisi, aktivitas social dan katifitas kognitif dapat mengurang pengaruh hubungan tuntutan kerja dengan efek negative pada bagian akhir di hari kerja.