Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Validity of Bilingual Teaching Material Based on STSE on Fungi Material to Practice Scientific Literacy for Senior High School Grade 10th Dewi Purwasih; Isnawati Isnawati
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v12n2.p380-387

Abstract

Abstract Teaching Materials are the teaching aids to explain concepts to students or evaluate their performance to increase the quality of learning, one of which is scientific literacy skills in the school. Teaching material based on STSE (science, technology, society, environment) can facilitate scientific literacy skills for students. Fungi material has to vary content related to science, technology, society, and the environment. The students can practice their scientific literacy skills. The research aimed to explain the theoretical eligibility of bilingual teaching material based on STSE on fungi material to practice scientific literacy for senior high school grade 10th. The theoretic eligibility is measured based on product validity. The research of development refers to the Model of Fenrich Instructional Development Cycle conceives phases such as analysis, planning, design, development, and implementation, in which every cycle must be evaluated and revised. The validity of the teaching material was assessed by a biology education expert, a fungi material expert, and a biology teacher of senior high school. The data were analyzed qualitatively. The developed teaching material was counted to be able to practice students' scientific literacy skills. Based on the validation result of three components are content 3.87, appearance 4, and linguistic 3.93. Based on the result of three criteria of theoretical eligibility acquired an average score of 3.93 with a percentage of 98% with a very valid category. Hence the teaching material was valid to use in the learning activity. Keywords: STSE (Science, Technology, Society, Environment), Fungi, Scientific literacy, Teaching Material
Validitas dan Kepraktisan LKPD PjBL (Project Based Learning) Materi Bioteknologi untuk Melatihkan Keterampilan Bioentrepreneurship Dhea Rizqy Amalia; Isnawati Isnawati
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v12n2.p515-524

Abstract

LKPD yaitu sarana untuk yang mempermudah pembelajaran sehingga bisa membangun hubungan antara siswa dan guru menjadi lebih baik, sehingga bisa menumbuhkan tingkat keaktifan dan prestasi pada siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu memperoleh Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) yang digunakan dalam melatih keterampilan bioentrepreneurship yang valid dan praktis. LKPD dibuat untuk membantu siswa berlatih wirausaha dengan konsep bioteknologi secara sederhana. LKPD PjBL juga dapat membantu siswa melatih kemandirian dan mempunyai soft skill yang dapat dimanfaatkan dikemudian hari. Terdapat variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu Kepraktisan LKPD serta kevaliditasannya yang menggunakan metode 4D tanpa Disseminate yakni Define, Design, Develop, and Disseminate. Validitas LKPD PjBL memanfaatkan metode validasi yang dilaksanakan oleh dua dosen ahli materi dan salah satu guru mata pelajaran Biologi menggunakan instrumen validasi yang berisi aspek identitas LKPD, syarat teknis, syarat konstruksi, isi LKPD, dan juga karakteristik Wirausaha. Grafik Fry disesuaikan dalam LKPD dan dijadikan uji pengukuran dari keterbacaan teks dalam menentukan LKPD, hasil yang didapat berupa kelayakan dalam LKPD PjBL sebesar 97% yang menyatakan bahwa LKPD PjBL sangat valid. LKPD yang dibuat mendapat skor keterbacaan teks yang baik dibuktikan dengan jumlah suku kata sebesar 142,4 dan 3,3 kalimat yang disesuaikan dengan jenjang kelas siswa yaitu kelas 12 SMA sehingga dapat disimpulkan kepraktisan LKPD mencapai hasil yang praktis untuk diajarkan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu LKPD dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang telah tervalidasi dan juga praktis untuk diuji cobakan kepada siswa dalam meningkatkan kemampuan bioentrepreneurship secara teoritis. Kata kunci: LKPD, Wirausaha, Bioteknologi, Valid, Praktis
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF Wardatul Maufiroh; Isnawati Isnawati; Siti Kurnia
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 4 No. 3 (2023): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, Volume 4 Nomor 3, September 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v4i3.806

Abstract

This study aims to determine the learning motivation and cognitive learning outcomes of students in the subject of environmental change using the problem-based learning (PBL) method. This type of research is Classroom Action Research (CAR) with 2 cycles. Each cycle consists of the stages of planning, implementing actions, observing, and reflecting. The subjects in this study were students of SMAN 1 Kamal class X-6 with a total of 36 students. Data was collected using observation, interviews, questionnaires, and test questions. The instruments used were questionnaire sheets and multiple-choice test sheets, which were then analyzed using quantitative descriptive analysis techniques. The results of the study show that the use of problem-based learning (PBL) models on environmental change material can increase learning motivation and cognitive learning outcomes of students. The percentage of students' learning motivation towards learning through the PBL model in cycle 1 with the very good category was 2.78%, the motivation to learn in the good category was 52.78%, and the sufficient category was 44.44%. In cycle 2 there was an increase in the very good learning motivation category by 11%, the good category by 75%, and the sufficient category by 14%. The percentage of cognitive learning outcomes of students who met KKM standards in cycle 1 was 69.44% and increased in cycle 2 by 86%.
Pengembangan Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis CANVA Materi Sistem Respirasi Manusia dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Hilda Anggraini; Isnawati Isnawati
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v12n3.p800-811

Abstract

Abstrak Pengembangan media digital diperlukan dalam bidang pendidikan untuk memudahkan proses pembelajaran. Siswa bosan menggunakan media pembelajaran powerpoint dan kesulitan pada materi Sistem Respirasi Manusia karena abstrak. Akibatnya, motivasi dan hasil belajar kognitif siswa rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar kognitif siswa dengan mengembangkan media pembelajaran audio visual. Media audio visual mampu menarik minat siswa untuk belajar dan memudahkan siswa dalam memahami materi. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan media pembelajaran audio visual berbasis Canva materi Sistem Respirasi Manusia dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar kognitif siswa yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini menggunakan model ASSURE (analyze learner, state objective, select media and materials, utilize media and materials, require learner participant dan evaluated and revise) dan uji coba terbatas pada 15 siswa di SMAN 14 Surabaya. Validitas diperoleh berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media dan guru Biologi. Kepraktisan diperoleh berdasarkan hasil respons siswa. Keefektifan diperoleh berdasarkan motivasi yang mencakup hasil observasi dan hasil respons siswa, serta hasil belajar kognitif siswa mencakup pretest dan posttest. Validitas diperoleh rata-rata 3,80 (sangat valid). Kepraktisan diperoleh rata-rata 92% (sangat praktis) dan keefektifan diperoleh rata-rata nilai observasi 97 (tinggi), N-gain respons motivasi 0,90 (tinggi) dan N-gain hasil belajar kognitif 0,80 (tinggi) (sangat efektif). Secara keseluruhan hasil penelitian ini dinyatakan valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar kognitif siswa. Media audio visual mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar kognitif siswa karena melibatkan indera penglihatan dan pendengaran secara bersamaan. Kata Kunci: Media pembelajaran, audio visual, Sistem Respirasi Manusia, motivasi, hasil belajar kognitif.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS HASIL PANEN MELALUI PEMBUATAN BIBIT BAWANG POLIPLOID DAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA PETANI BAWANG MERAH NGANJUK JATIM Isnawati Isnawati; Fitriari Izzatunnisa Muhaimin; Ahmad Fudhaili
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.36040

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama di Kabupaten Nganjuk dengan rata-rata panen yaitu 5,6 ton/ha. Hasil ini belum mencapai hasil panen ideal yang dapat mencapai 22 ton/ha. Selain itu, analisis situasi menunjukkan adanya penurunan kualitas umbi bawang merah setelah dipanen hingga sebelum sampai kepada konsumen. Kegiatan PKM ini memberikan solusi atas kondisi yang dialami petani bawang merah di Nganjuk Jawa Timur dan mempunyai tujuan (1) meningkatkan keterampilan kelompok petani untuk membuat bawang merah polyploid yang dapat meningkatkan produktivitas panen, (2) meningkatkan pengelolaan penanganan panen dengan penggunaan Mesin PBMSO, dan (3) meningkatkan kualitas umbi bawang kering dengan mengimplementasikan penggunaan Rak Pengering. Metode yang ditempuh meliputi (1) menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan (2) pelaksanaan kegiatan PKM di lokasi (3) evaluasi dan umpan balik untuk memastikan khalayak sasaran berhasil menerapkan apa yang dilatihkan. Berdasarkan hasil yang diperoleh penanaman bibit bawang merah poliploidi memberikan produktivitas yang lebih tinggi, penerapan PBMSO mempercepat pemanenan 1,5 kali lebih cepat dibandingkan cara pemanenan konvensional dan penggunaan rak pengering dapat mempercepat proses pengeringan umbi bawang dan meningkatkan kualitasnya.
Sebuah Tinjauan Pustaka dan Analisis Bibliometrik Resistensi Multidrug Therapy (MDT) pada Mycobacterium leprae Sulthon Nurreza Setyawan; Syafri Musthofa; Isnawati Isnawati
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Medicamento (In progress)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v12i1.12608

Abstract

Background: Leprosy remains a global public health problem, and the emergence of resistance to Multidrug Therapy (MDT) poses a serious obstacle to eradication efforts.Objective: This study aims to systematically review the mechanisms of resistance, the types of drugs involved, and the diagnostic approaches, while mapping research trends through bibliometric analysis.Methods: The study was conducted using a Systematic Literature Review (SLR) method based on PRISMA guidelines with data sourced from Scopus for the 2015–2025 publication period. Of the 11,166 identified articles, only 16 met the inclusion criteria. Furthermore, a bibliometric analysis using the Bibliometrix R package on 2,214 publications was conducted to describe country scientific production, country production over time, co-occurrence, and word cloud.Results: The results showed that gene mutations rpoB, folP1, and gyrAis a major determinant of resistance to rifampin, dapsone, and ofloxacin, while new mechanisms such as partial duplication folP1 and compensatory mutations in rpoC indicates increasingly complex resistance patterns. India and Brazil contribute the most publications, in line with their high disease burden, while Indonesia's figures are relatively low despite being a major endemic country.Conclusion: This study emphasizes that MDT resistance requires more precise strategies, including strengthening molecular surveillance, genetic-based diagnostics, and developing locally tailored therapeutic policies. Increased research capacity and international collaboration are also needed to accelerate the achievement of global leprosy elimination targets.