Rina Rindanah
IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Career Adaptability of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education Students: Problems and Alternative Development Rina Rindanah; A. Juntika Nurihsan; Uman Suherman; Amin Budiamin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 8, No 1 (2021): June 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i1.8313

Abstract

AbstractThe goal of this study is to describe the career adaptability profile of the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education students, as well as their developmental issues and alternatives. This is a quantitative study with a population of all the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education students at one of Cirebon City's universities, and a sample size of 70 individuals. Questionnaires and interview guides were utilized as research tools. The research data was then examined utilizing descriptive-analytic approaches, both quantitative and qualitative. The results revealed that the students of the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education had a modest career adaptability score, with a percentage of 47.14 percent. In terms of gender, female students' average career adaptability score was greater than male students' average career adaptability score. Elements of career concern, career curiosity, career self-control, and elements of career contribution are all positive aspects of career adaptability. However, there is still room for improvement in terms of career self-confidence, career collaboration, and professional continuity. Conducting mentorship programs for students in preparing career plans, determining and selecting careers, enhancing the role of academic supervisors, and establishing a student career development center are all options for improving student careers.Keywords: career adaptability, alternative career development, students. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif profil adaptabilitas karir mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah beserta masalah dan alternatif pengembangannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan populasi seluruh mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di salah satu perguruan tinggi di Kota Cirebon dan sampelnya berjumlah 70 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket dan pedoman wawancara. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata adaptabilitas karir mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah tergolong sedang, dengan persentase sebesar 47.14%. Ditinjau dari jenis kelamin, skor rata-rata adaptabilitas karir mahasiswa perempuan lebih tinggi dibandingkan skor rata-rata adaptabilitas karir mahasiswa laki-laki. Dari tujuh aspek adaptabilitas karir, aspek kepedulian karir, keingintahuan terhadap karir, pengendalian diri terhadap karir dan aspek kontribusi dalam karir sudah baik. Namun demikian, pada aspek keyakinan diri terhadap karir, kerjasama dalam membangun karir dan keberlanjutan karir masih harus ditingkatkan. Alternatif yang dapat dilakukan dalam mengembangkan karir mahasiswa adalah dengan melakukan program pendampingan kepada mahasiswa dalam menyusun rencana karir, penetapan dan pemilihan karir, peningkatan peran dosen pembimbing akademik, serta pendirian pusat pengembangan karir mahasiswa.Kata kunci: adaptabilitas karir, alternatif pengembangan karir, mahasiswa.
Adaptabilitas Karier Generasi Milineal Menghadapi Kemajuan Tekhnologi Era Industri 4.0 Rina Rindanah
Pamomong: Journal of Islamic Educational Counseling Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi BKPI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.362 KB) | DOI: 10.18326/pamomong.v1i2.111-121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat adaptabilitas karier generasi milineal menghadapi kemajuan teknologi Era Industri 4.0. Penelitian ini melibatkan 102 orang generasi milineal yang statusnya masih sebagai mahasiswa di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala adaptabilitas karier. Skala adaptabilitas karier diadaptasi dari Career Adapt-Abilities Scale (CAAS) yang dibuat oleh Savickas, kemudian diperbaharui oleh Einarsdöttir et al. dengan nama Icelandic scales dengan cara menambahkan dua dimensi adaptabilitas karier yaitu kerjasama dan kontribusi. Hasil penelitian menunjukkan adaptabilitas karier pada generasi milineal dalam penelitian ini berada pada kategori tinggi dengan rata-rata 94.18. Implikasi pada kemajuan teknologi era industri 4.0, generasi milineal memiliki kesiapan untuk beradaptasi dalam kondisi apapun yang menjadi konsekuensi logis dari kemajuan di era industri 4.0. Hasil analisa memperlihatkan adanya perbedaan signifikan dalam adaptabilitas karier remaja yang disebabkan oleh jenis kelamin laki-laki dan perempuan.
Peningkatan Kemampuan Konseling Virtual Dengan Metode Asset-Based Community Development (ABCD) Di Pondok Pesantren Annida Agus Pamuji; Rina Rindanah
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 6 No 1 (2023): IKRAITH-ABDIMAS Vol 6 No 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v6i1.2366

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi semakin menunjukan peningkatan yang siginifikan yaitu pada aspekpengembangan dan juga pada aspek pengguna (end-user). Peningkatan ini juga membawa pengaruh padasektor pendidikan yaitu layanan konseling. Pelayanan konseling merupakan bentuk aktivitas memberikanbantuan kepada seseorang untuk menyelesaikan permasalahan. Konselor sebagai orang yang berperanuntuk memberikan bantuan harus mampu beradaptasi dengan teknologi informasi. Dengan demikian,makalah ini memberikan penjelasan bagaimana konselor melakukan konseling secara virtual denganmenggunakan metode Asset-Basd Community Development. Metode ABCD merupakan metode yangberfokus pada aset yaitu menunjuk pada santri, gawai (Gadget) dan gedung. Dalam metode ABCD, tahapanyang dijalankan meliputi Discovery (menemukan), Dream (Impian), Design (Prosedur), Define(Pemantapan tujuan), dan Destiny (Selft Determination). Hasil akhir menunjukan bahwa hampirsemua santri yang sudah melakukan simulasi konseling virtual bisa melakukan seperti padakonseling tatap muka (face-to-face)