Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Anime Doraemon Sebagai Sumber Pembelajaran PKn Wisnu Hatami
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v9i2.6882

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperkaya sumber pembelajaran pada Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah.Mata pelajaran PKn masih dianggap sebagai mata pelajaran yang monoton dan hanya mengedepankan pengetahuan kognitif, materi yang jauh dari kehidupan sehari-hari siswa, dan sumber pembelajaran yang terbatas.Oleh karena itu, guru PKn dituntut untuk mampu menjawab tantangan masa kini dengan memanfaatkan media digital sebagai sumber dalam pembelajaran PKn. Media pembelajaran yang bisa digunakan sebagai sumber pembelajaran adalah anime Jepang. Anime merupakan animasi atau tayangan kartun yang identik dengan Negara Jepang. Dalam anime Jepang biasanya terdapat nilai-nilai karakter yang dapat dianalisis maupun dipelajari oleh para peserta didik sehingga tidak menimbulkan kesan monoton dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal, pertama, anime Jepang sudah dikenal oleh peserta didik sejak usia dini sehingga memudahkan peserta didik dalam mengenal karakter dalam anime. Kedua, terdapat berbagai nilai karakter dalam anime Jepang. Terdapat kekhasan nilai karakter seperti kerja keras, disiplin, rajin, rendah hati dan sebagainya yang selalu terdapat dalam anime Jepang. Nilai-nilai karakter dalam anime Jepang relevan dengan pembelajaran PKn sehingga dapat menjadi alternatif sumber pembelajaran bagi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Kata Kunci: Anime; Sumber Belajar; Pendidikan Kewarganegaraan ABSTRACTThis research aims to enrich learning resources in Citizenship Education (PKn) in schools. PKn subjects are still considered monotonous subjects and only promote cognitive knowledge, materials away from students' daily lives, and limited learning resources. Therefore, PKn teachers are required to be able to answer today's challenges by utilizing digital media as a resource in learning PKn. Learning media that can be used as a learning source is Japanese anime. Anime is an animation or cartoon show that is identical to the State of Japan. In Japanese anime there are usually character values that can be analyzed or studied by the learners so as not to cause a monotonous impression in the learning process. The results showed several things, first, Japanese anime has been known by learners from an early age, making it easier for learners to get to know the characters in the anime. Second, there are various character values in Japanese anime. There are unique character values such as hard work, discipline, diligent, humble and so on that are always present in Japanese anime. Character values in Japanese anime are relevant to PKn learning so that it can be an alternative learning resource for Civic Education subjects.  Keywords: Anime; Learning Resources; Citizenship Education
REPRESENTASI NILAI KARAKTER PADA LIRIK LAGU PESAWAT KERTAS 365 HARI JKT48 Wisnu Hatami
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 31, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.179 KB) | DOI: 10.24235/ath.v31i1.8387

Abstract

AbstrakPendidikan karakter merupakan hal yang selalu diperhatikan dalam dunia pendidikan Indonesia. Terdapat banyak sumber penelitian yang dapat dijadikan referensi dalam pendidikan karakter. Salah satunya adalah lagu. Lagu merupakan sarana yang efektif untuk membawa pesan. Biasanya terdapat makna yang ingin disampaikan pencipta lagu kepada pendengarnya. Tidak terkecuali makna yang berkaitan dengan nilai karakter. Salah satu lagu yang memiliki nilai karakter adalah lagu JKT48 berjudul Pesawat Kertas 365 Hari. Penelitian ini dilakukan untuk menggali nilai-nilai karakter yang terdapat pada lirik lagu. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretative dengan metode analisis semiotika model Charles Sanders Peirce yang menganalisis tanda, objek dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan nilai karakter yang terdapat dalam lagu ini yaitu mandiri, kerja keras, rasa ingin tahu, peduli sosial, bersahabat, religius, disiplin, percaya diri, menghargai prestasi, tanggungjawab, cinta damai, kreatif, dan peduli lingkungan. Nilai-nilai ini adalah nilai yang berusaha ditampilkan oleh pencipta lagu untuk menujukkan bahwa manusia harus memiliki semangat dalam menghadapi segala ujian yang datang. Lagu ini memberi pesan bahwa saling tolong menolong sesama manusia merupakan kebaikan yang perlu dilakukan. Hal ini sesuai dengan ciri masyakat Indonesia yang gemar tolong menolong dan bergotong-royong. Selain itu, adanya nilai karakter dalam lagu ini menunjukkan lagu ini dapat menjadi alternatif media pembelajaran untuk menunjang mata pelajaran di sekolah. Mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan, Seni Musik dan mata pelajaran lain dapat menggunakan lagu ini sebagai sumber pembelajarannya
The Contribution of Village Youth Organisations in Developing Young Citizens' Civic Virtue Values Wisnu Hatami
International Journal of Education and Humanities Vol. 3 No. 1 (2023): International Journal of Education and Humanities (IJEH)
Publisher : Ilmu Inovasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58557/(ijeh).v3i1.140

Abstract

The study of young citizens is still evolving. As the largest population, young citizens need to be equipped with various values in order to become mature citizens when they grow up. One of the important values for young citizens is civic virtue. Civic virtue is related to the virtues of citizenship. So, it is very important to see the contribution of youth organisation activities that are closely related to young citizens in developing the value of civic virtue of young citizens. This research uses a case study method with a qualitative approach with resource persons from the youth organization, the village head, and the community of Dompyong Wetan village. The results showed that Karang Taruna has contributed to developing the value of civic virtue with various habits and activities developed by prioritising the value of social responsibility, participation of young citizens and also getting used to having a high commitment in advancing the village
Membangun karakter peduli sosial dan cinta damai pada siswa SMA Negeri 1 Babakan Wisnu Hatami
SOSIETAS Vol 12, No 2 (2022): Sosietas : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sosietas.v12i2.58690

Abstract

Kajian tentang warga negara muda memang sangat menarik untuk dibahas. Terlebih lagi berkaitan dengan fenomena penyimpangan yang terjadi seperti tawuran antar pelajar, perundungan, bahkan geng motor antar pelajar. Hal ini membuktikan bahwa kehadiran Pendidikan karakter masih sangat relevan dan sangat penting untuk meredam berbagai perilaku menyimpang tersebut. Nilai karakter seperi peduli sosial dan cinta damai merupakan dua nilai yang dirasa penting untuk dimiliki siswa sebagai warga negara muda agar menjadi warga negara yang memiliki sikap anti kekerasan ketika dewasa.
Makna Keadilan Gender dalam Perspektif Warga Negara Muda di Pedesaan Wisnu Hatami
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i1.13512

Abstract

Isu gender selalu menarik untuk dibahas. Dengan luasnya cakupan yang dibahas dalam gender membuat berbagai hal dapat ditelaah melalui kacamata gender. Tidak kalah pentingnya untuk dibahas dalam gender adalah tentang bagaimana konsep gender pada masyarakat di pedesaan. Minimnya sosialisasi tentang gender tentu menarik untuk dielaborasi lebih jauh tentang sejauh mana pemahaman konsep gender di masyarakat pedesaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna keadilan gender dalam perspektif warga negara muda di pedesaan tidak berbeda dengann makna keadilan gender secara umum. Hanya saja pada masyarakat pedesaan lebih menekankan tentang keadilan dalam mendapatkan akses pendidikan.
PERAN GURU IPS DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN KARAKTER MANDIRI PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 7 KOTA CIREBON Kamiliya Rahman; Ratna Puspitasari; Wisnu Hatami
Tunjuk Ajar: Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jta.v6i2.136-153

Abstract

This study aims to determine the independent character of seventh-grade students, the obstacles experienced by Social Sciences teachers in the process of forming independent characters, and to find out the role of the Social Sciences teacher in forming and enhancing the independent character in Social Studies learning that has been carried out so far. This type of research uses a qualitative research approach with a descriptive type. The research subjects were social studies teachers for grade seven, deputy head of curriculum, and seventh-grade students of class VIII A. The data sources here used primary and secondary data. Data collection techniques carried out included observation, interviews and documentation studies and giving questionnaires for students' independent character instruments. Data analysis includes data reduction, data presentation and drawing conclusions. Data validity using data triangulation. Based on research results, it is known that forming independent character for class VIII students is difficult and easy. There are many factors behind it, especially internal and external factors of students. The role played by social studies teachers in increasing independent character is by using lesson plans with elements of independent character, using media and tools that contain independent character. Through habituation of the personal attitudes or behavior of social studies teachers become role models for these students.