Hajam Hajam
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CORAK TEOLOGI KEISLAMAN PONDOK PESANTREN (TELAAH TEOLOGI PONPES AL-ISHLAH BOBOS KECAMATAN DUKUPUNTANG KABUPATEN CIREBON) Hajam Hajam
Holistik Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.56 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v14i2.445

Abstract

Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua yang merupakan produk budaya Indonesia. Keberadaan Pesantren di Indonesia dimulai sejak Islam masuk negeri ini dengan mengadopsi sistem pendidikan keagamaan yang sebenarnya telah lama berkembang sebelum kedatangan Islam. Sebagai lembaga pendidikan yang telah lama berurat akar di negeri ini, pondok pesantren diakui memiliki andil yang sangat besar terhadap perjalanan sejarah bangsa. Pesantren pada hakikatnya merupakan sebuah lanskap dari karekter Islam Nusantara, yang hendak memadukan antara dimensi lokalitas dengan teologi keislaman yang bersifat universal. Sebab itu, pesantren bukanlah institusi yang monolitik dengan mengusung ideologi tertentu. karakter pesantren ditentukan oleh kiai. Jadi, katagorisasi pesantren mengacu pada sistem yang digunakan oleh setiap kiai di pesantren, karena ini akan mempengaruhi doktrin keislaman yang diajarkan, termasuk pesantren Al-Ishlah Bobos Dukuhpuntang Cirebon. Kata Kunci : Teologi, Islam, Pesantren
PANDANGAN THARIQAH ALAWIYAH PONPES DARUL ULUM SERANG CIREBON TERHADAP EKSISTENSI SYARIAH DALAM TASAWUF IRFANI RABIAH AL-ADAWIYAH Hajam Hajam
Holistik Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.797 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v13i2.139

Abstract

Rabi’ah al-Adawiyah adalah salah seorang sufi perempuan besar sejarah perkembangan tasawuf dalam Islam. Ajaran tentang mahabbah-nya telah mengilhami gerakan-gerakan sufisme berikutnya. Pemikiran tasawuf Rabi’ah al-Adawiyah sekilas mengabaikan syari’ah, karena Rabi’ah al-Adawiyah sepenuhnya berpegang kepada doktrin mahabbahnya itu. Selanjutnya, meskipun pada masa Rabi’ah sendiri belum ada, ada salah satu kelompok yang mengembangkan ajaran-ajaran Rabia’ah itu ke dalam bentuk thoriqoh, yaitu thoriqoh alawiyyah. Thoriqoh ini juga telah berkembang di Serang Cirebon. Penelitian ini selanjutnya akan menelusuri ajaran-ajaran thoriqoh ini dengan ajaran mahabbah Rabiah al-Adawiyah, terutama berkaitan dengan eksistensi syari’ah dalam ajaran thoriqohnya. Penelusuran ini dianggap penting karena selama ini Rabiah al Adawiyah dianggap telah menafikan unsur-unsur syari’ah darin mahabbahnya, terutama dilihat dari keengganannya untuk menikah.