Yayat Suryatna
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL PENGEMBANGAN NILAI-NILAI BUDAYA ORGANISASI PADA SEKOLAH BERPRESTASI (Studi Deskriptif Analisis di MAN 3 Kota Cirebon ) Yayat Suryatna
Holistik Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.321 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v13i2.142

Abstract

Dari sudut anggota secara kelompok, nilai-nilai budaya organisasi akan memberikan arah (direction) dalam menemukan cara-cara untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam hal ini budaya organisasi dapat memberikan pengaruh positif atau negatif, tergantung kecocokan (compatible) atau tidaknya budaya tersebut dengan perkembangan lingkungan internal maupun eksternal. Selain itu, budaya organisasi yang tersebar merata pada semua anggota organisasi,akan memberikan citra mengenai lembaga tersebut di mata customer. Secara individual, nilai-nilai budaya organisasi yang meresap dengan kuat pada masing-masing anggota, akan menumbuhkan komitmen, sebagaimana dicontohkan suatu sekte keagamaan dapat mempengaruhi pengikutnya untuk melakukan bunuh diri secara suka rela. Komitmen di sini diartikan sebagai suatu kondisi di mana anggota organisasi memberikan kemampuan dan loyalitas tertingginya kepada organisasi, yang dengan itu mereka mendapatkan kepuasan. (Hodge and Anthony, 1988:484). Berdasarkan pengaruh nilai budaya organisasi, baik terhadap individu maupun kelompok, maka dapat diprediksi bahwa sekolah-sekolah yang berprestasi memiliki nilai-nilai budaya yang mendukung terhadap prestasi sekolahnya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Tujuan penggunaan pendekatan ini adalah ingin memotret nilai-nilai budaya organisasi yang dikembangkan oleh MAN 3 Cirebon dalam upaya mencapai prestasi sekolah secara  baik. Hasil penelitian menemukan bahwa sekolah berprestasi dikembangkan dengan nilai perjuangan dimana motivasi para penyelenggara dari mulai kepala sekolah guru-guru, staf sampai penjaga sekolah, bekerja tidak semata-mata calculatif–remunerative, sehingga mendorong kinerja yang tinggi. Di samping itu, sekolah berprestasi menghargai setiap warga sekolah yang berprestasi, yang didukung oleh semangat  kompetisi sehingga semua fihak terdorong untuk menunjukkan performansi kerja yang tinggi. Kesimpulan hasil penelitian menyatakan bahwa prestasi yang diraih oleh MAN 3 Cirebon merupakan hasil perpaduan antara kemampuan profesional dengan pengembangan nilai-nilai budaya organisasi yang mendorong semangat mengejar prestasi.
MANAJEMEN PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIK MENGHADAPI TANTANGAN ERA REVOLUSI DIGITAL 5.0 OLEH KEPALA SEKOLAH DI SMK BINA CENDEKIA ASTANA JAPURA KABUPATEN CIREBON JAWA BARAT Huriyah; Yayat Suryatna; Ika Yuniatun
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.13589

Abstract

This research aims to 1. Describe the managerial role of the principal of SMK Bina Cendekia in welcoming the era of society 5.0 2. Describe the methods used by the principal 3. Describe the inhibiting and supporting factors of teaching. This research is a qualitative descriptive study. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation studies. The data analysis process is carried out by reducing the data that has been collected and checking the data is carried out through data triangulation. The results of the research show that the managerial role of the principal at SMK Bina Cendekia begins at the planning where at this stage the principal determines the ratio between the number of students and teaching staff in a class. The next is the selection of teaching staff whose criteria accordance with the era of society 5.0. The next managerial stage for the principal is developing the career of teaching staff by including IT-based seminars. The method applied by the school principal is giving authority to teaching staff to implement the required learning systems and techniques, requiring teaching staff to involve the school committee and parents and guardians of students in every school activities, carrying out curriculum development, evaluating the performance of teaching staff, and collaborating with external parties to provide digital-based training. There are some inhibiting factors in improving the quality of teaching staff, there are the teaching staff's understanding of technological sophistication, and differences in the ages of teaching staff. On the other hands the supporting factor is the high enthusiasm of the teaching staff in attending technology-based training or workshops organized by the school principal.