Asriyanti Rosmalina
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sejarah Perawatan Rohani Islam Pada Masa Nabi Muhammad Tahun 570-632 Masehi Asriyanti Rosmalina; Tia Khaerunnisa
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v9i2.8803

Abstract

Perawatan rohani Islam telah ada sejak pada masa periode kenabian Rasulullah Saw. Perawatan rohani islam praktekan oleh Rufaidah Al-Asalmiya dan Ayahnya Sa’ad As-salami ketika Rasulullah Saw hijrah dari Kota Makkah ke Kota Madinah. Penelitian kepustakaan ini dibuat berdasarkan data deskriptif tentang sejarah perawat islam. Penelitian ini mengkaji bagaimana sejarah perawatan rohani Islam pada masa Rasulullah Saw pada tahun 570-632 Masehi mulai pada sebelum peperangan, masa peperangan hingga pasca peperangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengobatan dan perawatannya yang semula menggunakan metode Jahiliyyah yaitu dengan membaca mantra-mantra dan jimat-jimat menjadi metode yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan anjuran Rasulullah Saw dengan do’a dan shalawat. Setelah banyak perubahan pada metode pengobatan dan perawatannya, Rufaidah meminta izin kepada Rasulullah untuk mendirikan sekolah perawat. Dengan mendirikan sekolah perawat, beliau memimpin dan mendidik para wanita untuk berkarir dalam dunia kesehatan. Pada saat peperangan terjadi, Rufaidah dan para perawat wanita berperan penting dalam proses peperangan, yaitu sebagai pihak medis yang membantu prajurit perang yang terluka, selain memberikan pertolongan, pengobatan dan perawatan medis, juga memberikan bimbingan rohani Islam agar pasien atau prajurit yang terluka senantiasa bersabar, ikhlas dan tawakal kepada Allah SWT atas sakit yang dideritanya.
REKONSTRUKSI TEORI SELF-DISCLOSURE DALAM KONSELING ISLAM ERA MEDIA SOSIAL Rifqi Fauzi; Arief Rachman; Asriyanti Rosmalina
Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the reconstruction of self-disclosure theory in the context of Islamic counseling in the era of social media that increasingly dominates contemporary human communication patterns. The development of digital platforms has fundamentally changed the way individuals reveal themselves, including in counselor-client relationships based on Islamic values. This study aims to analyze the relevance of classical self-disclosure theory according to Western psychology perspectives with the principles of self-disclosure in Islamic teachings, and to reconstruct a new integrative and contextual conceptual framework in accordance with the challenges of the social media era. The methodology used is a systematic literature review with a content analysis approach to relevant primary and secondary sources, covering Islamic counseling literature, communication psychology, and social media studies. The results show that self-disclosure theory needs to be reconstructed by incorporating the dimensions of amanah, digital mahram, and internet ethics as core components in social media-based Islamic counseling practice. This reconstruction produces an integrative model called the Islamic Self-Disclosure Model (MSDI) that holistically considers aspects of spirituality, Islamic ethics, and digital literacy. These findings contribute to the development of Islamic counseling practices that are adaptive to technological changes without abandoning the foundation of sharia values.