Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DINAS KOPERASI, UKM, PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN INDRAMAYU DALAM MEMBERDAYAKAN UMKM DI INDRAMAYU Aliza Firda Fiddiniyah
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i1.7634

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) memiliki tujuh belas agenda pembangunan yang berlaku sejak tahun 2015 hingga 2030. Pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu agenda memiliki keterkaitan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM dalam menghadapi berbagai tantangan globalisasi memerlukan pemberdayaan yang salah satunya dapat dilakukan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DISKOPDAGIN). DISKOPDAGIN Kabupaten Indramayu senantiasa melakukan pemberdayaan terhadap UMKM yang ada di Indramayu agar mampu bersaing dengan pelaku usaha yang lebih global. Pemberdayaan yang dilakukan oleh DISKOPDAGIN tentunya tidak dapat terlepas dari proses komunikasi pembangunan.  Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan peran komunikasi pembangunan DISKOPDAGIN Kabupaten Indaramayu dalam memberdayakan UMKM yang ada di Indramayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan informan yang terpilih melalui teknik purposive sampling serta melalui berbagai literatur yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM yang dilakukan oleh DISKOPDAGIN Kabupaten Indramayu terdiri dari membentuk sentra sebagai pusat kegiatan usaha, melakukan pelatihan-pelatihan dalam rangka memberdayakan sumber daya manusia pelaku UMKM dan menyediakan pendamping bagi para pelaku UMKM. Peran komunikasi pembangunan DISKOPDAGIN Kabupaten Indramayu dalam memberdayakan UMKM di Indramayu berupa komunikasi pembangunan memberikan informasi bagi masyarakat mengenai agenda pembangunan, komunikasi  pembangunan jonmemungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif, dan Komunikasi pembangunan berperan dalam mengajarkan pekerjaan atau skill yang dibutuhkan dalam agenda pembangunan.
From Television Screen to Instagram : Commodification and Fragmentation Content Strategies of "Lapor Pak!" Program on Trans7 Fitri Ariana Putri; Aliza Firda Fiddiniyah; Ahmad Anif Syaifudin
Perspective Humanities and Social Sciences Vol. 2 No. 01 (2026): Volume 2 No 01 (2026)
Publisher : Institut Karya Mulia Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital media has encouraged the broadcasting industry to transform its content distribution strategies across multiple platforms as an adaptation to media convergence. Lapor Pak!, a television program produced by Trans7, represents a broadcasting practice in which content is distributed not only through conventional television but also republished as short-form videos on Instagram. This study aims to analyze the content distribution strategy of Lapor Pak! from television to Instagram and to examine content fragmentation as an adaptation to media convergence. The research employed a qualitative approach using content observation as the data collection technique. The observed data consisted of television broadcasts and content uploaded to the official Instagram account, @officialtrans7. Data were analyzed using qualitative content analysis within the framework of the Political Economy of Media. The findings reveal significant differences in content distribution across the two platforms. Television presents the program in a complete linear format, whereas Instagram distributes selected scenes as short-form Reels designed to attract audience attention. This fragmentation strategy reflects the adaptation of broadcasting content to the characteristics of digital platforms while extending the content lifecycle through multiple digital assets. The study concludes that media convergence has transformed television content distribution into a more flexible, adaptive, and cross-platform model within the contemporary digital media ecosystem.