The use of hazardous ingredients in food is still often done. One of the foods most often found in the presence of dangerous chemical formalin as a preservative is meatballs. Meatballs themselves become one of the favorite food of Cibeunying villagers.. Cibeunying Village is a bustling village because it has many educational institutions that cause people from outside the area to visit and settle in the area. The use of dangerous preservatives shows the low value and morale of food producers. This study aims to describe and interpret the ethics of meatball producers' production in the village of Cibeunying. This type of research is descriptive with a quantitative approach. The data collection method uses tests and questionnaires. The collected data were analyzed using qualitative and quantitative analysis. The results showed that of the ten meatballs samples tested, four meatballs indicated formalin, but none contained borax and pork. Besides that, some meatballs producers are not honest, and they say they do not use formaldehyde in the positive test kit results in a formaldehyde test. Nevertheless, overall, more producers still pay attention to Islamic business ethics, so it can be said that the implementation of Islamic values and morals in producing meatballs sold in Cibeunying village, Majenang sub-district, in general, is good. Keywords: Islamic Moral Values, Producers, and Meatballs. AbstrakPenggunaan bahan berbahaya pada makanan masih sering dilakukan. Salah satu makanan yang paling sering dijumpai adanya zat kimia berbahaya formalin sebagai pengawet adalah bakso. Bakso sendiri menjadi salah satu makanan favorit penduduk desa Cibeunying. Desa Cibeunying merupakan desa yang ramai karena memiliki banyak lembaga pendidikan yang menyebabkan orang-orang dari luar daerah berkunjung dan menetap di daerah tersebut. Penggunaan bahan pengawet berbahaya menunjukan rendahnya nilai dan moral produsen makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menginterpretasikan etika produksi para produsen bakso di desa Cibeunying. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan datanya menggunakan tes dan kuesioner. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 10 sampel bakso yang diuji terdapat 4 bakso yang terindikasi formalin, tetapi tidak ada yang mengandung boraks dan daging babi. Disamping itu terdapat produsen bakso yang kurang jujur, mereka mengatakn tidak menggunakan formalin pada hasil tes kit yang positif pada uji formalin. Walaupun demikian, tetapi secara keseluruhan lebih banyak produsen yang masih memperhatikan etika bisnis Islam, sehingga dapat dikatakan Implementasi nilai dan moral Islam dalam memproduksi bakso yang dijual di desa Cibeunying kecamatan Majenang secara umum adalah baik. Kata Kunci: Nilai Moral Islam, Produsen, dan Bakso.