Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSEPSI PEKERJAAN DALAM PERSEPKTIF SYARIAH H. Djohar Arifin
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.821 KB) | DOI: 10.24235/jm.v4i2.1389

Abstract

Abstrak Pekerjaan (kerja – bekerja) adalah sesuatu yang dhorury (primary) bagi ummat manusia  dalam  rangka  memenuhi   hajat hidup  dan  kehidupannya di muka  bumi ini.  Shighoh “Al-Ka sab” banyak dijumpai di dalam Al-Qur’an, begitu juga shighoh “al-Amal” yang artinya adalah hampir sama yakni ; bekerja dan beramal.  Shighoh “al-Kasab” menunjukkan makna/arti yang umum ( lafadz ‘Am) atau kata yang mempunyai arti apa saja tentang pekerjaan itu, tanpa menunjuk pada sebuah pekerjaan tertentu, dengan cara tertentu dan objek tertentu. Sedang pada ayat lain memerintahkan kepada ummat manusia agar meng-infaq-kan hasil pekerjaannya itu sebagai rizqi yang telah diberikan oleh Alloh kepada kita semua.Pada sisi lain hadits Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa pekerjaan       (al-kasab) yang paling bagus adalah pekerjaan/perbuatan seorang lelaki dengan tangannya sendiri ( عمل الرجل بيده ). Shoghoh “بيده “ adalah  majaz (مجاز)  sebuah kata yang mengandung arti lain diluar makna yang sebenarnya. Dalam hal ini antara Al-Qur’an menyebut sighoh al-kasab menunjukkan makna ‘Am (majmuk) dan dalam al-Hadits shighoh al-kasab di tafshil (dirinci) dengan shighoh  “بيده “ yang mempunyai makna majaz. Hal tersebut masih belum memberikan kejelasan/kepastian mengenai kriteria pekerjaan yang sesungguhnya.  Maka, dengan demikian diharapkan akan dapat melahirkan sebuah konsepsi tentang “pekerjaan yang bagus” sesuai dengan perspektif syariah. Key words : al-kasab (pekerjaan) - rizqi – infaq -  - " بيده " " بيع مبرور" . AbstractOccupation is primary needs for human beings in order to fulfill live necessities  in the world. Shighoh “Al-Kasab  and shighoh “al-Amal“ are frequently found in Al-Qur’an and they means “to work or to serve”. Shighoh “Al-Kasab means similarly to that work  without referring to certain occupations, means and objects. Meanwhile this verse requires the ummah to donate infaq resulted from that occupation as livelihood given by Allah to them.The hadits Muhammad SAW(PBUH) explains that the best occupation is the one that is carried out by a man himself.  Shighoh “بيده“  is  majaz (مجاز); a word that means out of its meaning itself. In this regards,  Al-Qur’an mentions “sighoh al-kasab” that shows ‘Am (compound) and  shighoh al-kasab in Al-Hadits is specified by  shighoh  “بيده “  that means majaz. The phenomenon has not explained the certain meaning of real job/occupation. Therefore, this study is hoped to yield a conceptioan regarding a good occupation from syariah perspectives. Key words : al-kasab (occupation) - rizqi – infaq - - " بيده "" بيع مبرور" .
PENGARUH INTERNET BANKING TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN NASABAH PADA BANK BRI SYARIAH KCP ARJAWINANGUN H. Djohar Arifin
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.569 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i2.1610

Abstract

Abstrak Semakin pesatnya sistem teknologi ilmu komunikasi dan semakin mengglobalnya segala sistem telah mempermudah segala hal. Dengan menyikapi pemanfaatan internet dan hubungannya dengan peranan dan keberadaan hukum, hal ini tidak terkecuali juga dalam hubungannya dengan masalah munculnya pemanfaatan layanan Internet Banking dan data pribadi nasabah, dimana di beberapa Negara memandang perlu adanya pengaturan hukum. Hadirnya layanan Internet Banking ini merupakan suatu sarana media alternatif dalam memberikan kemudahan-kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi apapun dengan mudah, cepat, dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan semakin meningkat. Hal itu dapat dilihat dari semakin banyaknya masyarakat yang memilih menyimpan uangnya di bank dan menggunakan layanan Internet Banking karena sangat membantu sekali dalam kondisi apapun. Kata Kunci: Internet Banking, Tingkat Kepercayaan, Nasabah dan Perbankan Syariah Abstract The more rapidly the system of science and communication technology increasingly mengglobalnya all systems have made things easier. By addressing the use of the internet and its relation to the role and existence of the law, this is no exception in relation to the problem of the emergence of the use of Internet Banking services and personal data of customers, which in some countries views the need for legal arrangements. The presence of Internet Banking service is a means of alternative media in providing convenience for customers in any transaction easily, quickly, anywhere and anytime. Therefore, public confidence in the banking industry is increasing. It can be seen from the increasing number of people who choose to save money in the bank and use the Internet Banking service because it is very helpful in all conditions. Keywords: Internet Banking, Level of Trust, Customer and Sharia Banking
PENGARUH INTERNET BANKING TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN NASABAH PADA BANK BRI SYARIAH KCP ARJAWINANGUN H. Djohar Arifin
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v8i2.1610

Abstract

Abstrak Semakin pesatnya sistem teknologi ilmu komunikasi dan semakin mengglobalnya segala sistem telah mempermudah segala hal. Dengan menyikapi pemanfaatan internet dan hubungannya dengan peranan dan keberadaan hukum, hal ini tidak terkecuali juga dalam hubungannya dengan masalah munculnya pemanfaatan layanan Internet Banking dan data pribadi nasabah, dimana di beberapa Negara memandang perlu adanya pengaturan hukum. Hadirnya layanan Internet Banking ini merupakan suatu sarana media alternatif dalam memberikan kemudahan-kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi apapun dengan mudah, cepat, dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan semakin meningkat. Hal itu dapat dilihat dari semakin banyaknya masyarakat yang memilih menyimpan uangnya di bank dan menggunakan layanan Internet Banking karena sangat membantu sekali dalam kondisi apapun. Kata Kunci: Internet Banking, Tingkat Kepercayaan, Nasabah dan Perbankan Syariah Abstract The more rapidly the system of science and communication technology increasingly mengglobalnya all systems have made things easier. By addressing the use of the internet and its relation to the role and existence of the law, this is no exception in relation to the problem of the emergence of the use of Internet Banking services and personal data of customers, which in some countries views the need for legal arrangements. The presence of Internet Banking service is a means of alternative media in providing convenience for customers in any transaction easily, quickly, anywhere and anytime. Therefore, public confidence in the banking industry is increasing. It can be seen from the increasing number of people who choose to save money in the bank and use the Internet Banking service because it is very helpful in all conditions. Keywords: Internet Banking, Level of Trust, Customer and Sharia Banking