Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional MIPA

PENAMPILAN PUYUH STARTER YANG DIBERI EKSTRAK DAUN MENGKUDU SEBAGAI ANTIBAKTERI SALMONELLA THYPHIMURIUM Maria Wardiny, Tuty; Retnani, Yuli; Azwar Sinar, T. Eduard
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mengkudu sebagai antibakteri Salmonella thyphimurium terhadap penampilan puyuh starter. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan untuk menganalisa data yang diperoleh dari penelitian ini. Dua ratus empat puluh ekor puyuh umur sehari dibagi menjadi empat perlakuan dan tiga ulangan dan setiap ulangan terdiri dari dua puluh ekor puyuh umur sehari. Empat perlakuan air minum yang diberikan adalah: kontrol, air minum+ vita chicks (R0), air minum+ 5% ekstrak daun mengkudu (R1), air minum+ 10% ekstrak daun mengkudu (R2), dan air minum+15% ekstrak daun mengkudu (R3). Parameter yang diukur adalah daya hambat terhadap Salmonella typhimurium, konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, mortalitas dan persentase bobot karkas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum dan mortalitas nyata (P<0,05) dipengaruhi oleh perlakuan, tetapi tidak berbeda nyata terhadap pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa 15% estrak daun mengkudu dalam air minum memberikan perlakuan terbaik karena dapat menurunkan mortalitas, dan memiliki daya hambat tertinggi yaitu 6 mm terhadap Salmonella typhimurium. Ini termasuk kedalam kategori sedang karena berada diantara 5-10mm.
SUPLEMENTASI JAMU TERNAK PADA AYAM KAMPUNG DI PETERNAKAN UNGGAS SEKTOR 4 Wardiny, Tuty Maria; Sinar, T. Eduard Azwar
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan tumbuhan obat (herbal) Indonesia bagi ternak unggas khususnya ayam kampung, agar dapat diaplikasikan oleh peternak dalam meningkatkan performan ternak dan mempertahankan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Seratus delapan puluh ekor anak ayam kampung umur satu hari dibagi menjadi 3 (tiga) perlakuan dan 4 (empat) ulangan, dan masing-masing ulangan terdiri dari 15 ekor anak ayam. Ransum perlakuan adalah ransum kontrol (R0), jamu ternak di dalam air minum (R1) dan jamu ternak di dalam ransum (R2). Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, mortalitas dan Income Over Feed Chick and Cost (IOFCC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum ayam kampung nyata (P<0,05) dipengaruhi oleh ransum perlakuan. Pemberian jamu ternak dalam air minum dan ransum ayam kampung memberikan hasil yang lebih baik terhadap performan, mortalitas dan Income Over Feed Chick and Cost (IOFCC) dibandingkan dengan ransum kontrol.
PENGARUH TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRIZA Roxb) DALAM RANSUM TERHADAP PENAMPILAN DAN KANDUNGAN LEMAK ABDOMEN AYAM BROILER T. Eduard Azwar Sinar; Tuty Maria Wardiny
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perngaruh pemberian temulawak dalam ransum ayam broiler terhadap penampilan dan kandungan lemak abdomennya. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari penelitian ini. Dua ratus ekor DOC dibagi menjadi empat perlakuan dengan lima ulangan dan masing-masing perlakuan terdiri dari 10 ekor DOC. Empat perlakuan ransum adalah 0% tepung temulawak (R0), 1% tepung temulawak (R1), 2% tepung temulawak (R2), dan 3% tepung temulawak (R3). Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas dan kandungan lemak abdomen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas dan kandungan lemak abdomen nyata dipengaruhi (P<0.05) oleh ransum perlakuan. Perlakuan 1% tepung temulawak dalam ransum memberikan hasil yang terbaik terhadap penampilan ayam broiler dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan pertambahan bobot badan yang tinggi dan konversi ransum yang rendah meskipun belum dapat menurunkan kandungan lemak abdomennya. Ternyata pada level 2% dan 3% tepung temulawak dalam ransum baru dapat menurunkan kandungan lemak abdomen ayam broiler.