Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PRAKTIK BIDAN DALAM PEMBERIAN MAGNESIUM SULFAT (MgSO4) PADA KASUS PRE EKLAMPSIA DI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2014 Fitri Rahmawati; Ida Baroroh; Masyunah Masyunah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v5i1.300

Abstract

Preeklampsia merupakan penyebab Angka Kematian Ibu (AKI) yang mendominasi di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk menjadi penyebab terbesar kematian ibu Kabupaten Pekalongan tahun 2012. Tujuan penanganan pada preeklampsia adalah mencegah kejang, perdarahan intrakranial, mencegah gangguan fungsi organ vital, dan melahirkan bayi sehat. Pencegahan kejang dalam preeklampsia dengan pemberikan obat anti kejang yaitu magnesium sulfat (MgSo4). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan praktik bidan dalam pemberian magnesium sulfat (MgSO4) pra rujukan pada preeklampsia  di Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh Bidan Praktik Mandiri di Kabupaten Pekalongan tahun 2013 sebanyak 186 bidan. Sampel yang diambil sebanyak 65 responden melalui tehnik porporsional random sample. Instrumen menggunakan kuesioner dengan uji statistik menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik bidan dalam pemberian magnesium sulfat (MgSO4) pra rujukan pada preeklampsia  (ρ=0,000, rs 0,426). Bidan diharapkan dapat lebih meningkatkan pengetahuan mengenai pemberian magnesium sulfat (MgSO4) sebelum merujuk pada preeklampsia untuk dapat memberikannya sebelum merujuk sebagai upaya stabilisasi pasien dengan preeklampsia. Kata kunci : Tingkat pengetahuan, Praktik,Magnesium Sulfat, Pre Eklampsia 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PRAKTIK BIDAN DALAM PEMBERIAN MAGNESIUM SULFAT (MgSO4) PADA KASUS PRE EKLAMPSIA DI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2014 Fitri Rahmawati; Ida Baroroh; Masyunah Masyunah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v5i1.300

Abstract

Preeklampsia merupakan penyebab Angka Kematian Ibu (AKI) yang mendominasi di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk menjadi penyebab terbesar kematian ibu Kabupaten Pekalongan tahun 2012. Tujuan penanganan pada preeklampsia adalah mencegah kejang, perdarahan intrakranial, mencegah gangguan fungsi organ vital, dan melahirkan bayi sehat. Pencegahan kejang dalam preeklampsia dengan pemberikan obat anti kejang yaitu magnesium sulfat (MgSo4). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan praktik bidan dalam pemberian magnesium sulfat (MgSO4) pra rujukan pada preeklampsia  di Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh Bidan Praktik Mandiri di Kabupaten Pekalongan tahun 2013 sebanyak 186 bidan. Sampel yang diambil sebanyak 65 responden melalui tehnik porporsional random sample. Instrumen menggunakan kuesioner dengan uji statistik menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik bidan dalam pemberian magnesium sulfat (MgSO4) pra rujukan pada preeklampsia  (ρ=0,000, rs 0,426). Bidan diharapkan dapat lebih meningkatkan pengetahuan mengenai pemberian magnesium sulfat (MgSO4) sebelum merujuk pada preeklampsia untuk dapat memberikannya sebelum merujuk sebagai upaya stabilisasi pasien dengan preeklampsia. Kata kunci : Tingkat pengetahuan, Praktik,Magnesium Sulfat, Pre Eklampsia 
Skrining Perkembangan Anak melalui KPSP di Posyandu Seruni 8 di Wilayah Puskesmas Tondano Kota Pekalongan Ida Baroroh; Putri Andanawarih
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol7.iss1.519

Abstract

Child development can be disrupted and pose a risk of long-term problems such as speech disorders, motor delays, or behavioral disorders. Therefore, a health service capable of conducting regular monitoring and providing education to parents is needed to ensure children's nutritional and stimulation needs are met. Integrated Health Posts (Posyandu) serve as community-based health service providers that help detect growth and developmental abnormalities early and provide early intervention before more serious disorders occur. To address this, the Indonesian Ministry of Health introduced the Pre-Screening Development Questionnaire (KPSP) as a simple tool for health workers and Posyandu cadres. Recognizing the importance of child development screening, the team conducted a community service project titled "Child Development Screening through KPSP at Seruni 8 Posyandu in the Tondano Community Health Center Area of ​​Pekalongan City." The program included counseling on the Development Monitoring program through KPSP, Child Development Screening with KPSP, and Child Growth and Development Monitoring. Evaluation results showed a 35% increase in mothers' knowledge about Child Development Screening through KPSP.
Pengetahuan Ibu Rumah Tangga (IRT) terhadap Perilaku Pencegahan HIV AIDS di Kota Pekalongan Putri Andanawarih; Ni’matul Ulya; Ida Baroroh
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol13.iss1.518

Abstract

HIV/AIDS is an infectious disease with an increasing number of sufferers every year. Efforts made Voluntary Counseling and Testing (VCT) which is a form of counseling aimed at preventing HIV transmission, providing moral support, information, and other support to PLWHA, their families and their environment. The number of HIV cases in Indonesia in 2014 was 22,869 cases, with the most sufferers being housewives reaching 6,539 cases. Housewives exposed to HIV-AIDS are far more numerous than truck drivers, commercial sex workers or workers The purpose of this study was to determine the Knowledge of Housewives (IRT) Regarding HIV AIDS Prevention Behavior in Pekalongan City. This study is a descriptive study with a cross-sectional research design and uses the chi-square statistical test. The results obtained a p value of 0.534 (> 0.05) which means there is no relationship between housewives' knowledge and HIV/AIDS prevention behavior. It is hoped that housewives can continue to increase their knowledge about HIV AIDS prevention and encourage preventive behavior against infectious diseases, especially HIV AIDS