Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aktivitas Penghambatan α-glukosidase dan Peredaman Radikal Bebas Ekstrak Kapang Endofit yang Diisolasi dari Rimpang Kunyit Eris Septiana; Bustanussalam Bustanussalam; Partomuan Simanjuntak
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 3 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i3.1293

Abstract

Abstract Diabetes mellitus is one of the metabolic disorders that causes an increase in blood sugar levels above normal the normal threshold. The case of diabetes is usually accompanied by an increase in free radicals in the patient’s body. In Indonesia, one of the plants traditionally used to treat high blood sugar levels and contains antioxidant compounds is turmeric. The use of endophytic fungi from medicinal plants as a source of active compounds is widely carried out. Therefore this research aims to determine the antidiabetic and antioxidant activity of the extract of turmeric endophytic fungi from Bogor in vitro. The antidiabetic test used the method of inhibiting of α-glucosidase enzymes, while the antioxidant test used the method of reducing free radicals 2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). The test results show that the five endophytic mold ethyl acetate extracts have the ability to inhibit the α-glukosidase enzyme and antioxidant activity. Ethyl acetate extract isolate Bo.Ci.Cl.R5 was the most active in α-the the inhibitory activity of a glucosidase enzyme activity and free radical reduction with IC50 values of 336.22 μg/mL and 91.70 μg/mL respectively. Therefore extract of endophytic fungi isolates Bo.Ci.Cl.R5 isolate has the potential to be developed as an alternative raw material for antidiabetic drugs. Abstrak Diabetes melitus merupakan salah satu kerusakan metabolisme tubuh yang menyebabkan naiknya kadar gula dalam darah di atas ambang batas normal. Kasus diabetes biasanya diiringi oleh meningkatnya radikal bebas dalam tubuh penderita. Di Indonesia, salah satu tanaman yang secara tradisional digunakan untuk mengobati kadar gula darah yang tinggi dan mengandung senyawa antioksidan ialah tanaman kunyit. Pemanfaatan kapang endofit asal tanaman berkhasiat obat sebagai sumber senyawa aktif banyak dilakukan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes dan antioksidan dari ekstrak kapang endofit rimpang kunyit asal Bogor secara in vitro. Uji antidiabetes menggunakan metode penghambatan aktivitas enzim α-glukosidase, sedangkan uji antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas 2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Hasil pengujian menunjukkan bahwa kelima ekstrak etil asetat kapang endofit memiliki kemampuan dalam menghambat enzim α-glukosidase dan memiliki aktivitas antioksidan. Ekstrak etil asetat isolat Bo.Ci.Cl.R5 merupakan yang paling aktif pada uji aktivitas penghambatan aktivitas enzim α-glukosidase dan peredaman radikal bebas dengan nilai IC50 masing-masing uji sebesar 336,22 μg/mL dan 91,70 μg/mL. Oleh karena itu ekstrak isolat kapang endofit Bo.Ci.Cl.R5 berpotensi dikembangkan sebagai alternatif bahan baku obat antidiabetes.
Uji Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Daun Tin (Ficus carica L.) varietas Iraqi Menggunakan Metode Ekstraksi Sonikasi Rahmatul Qodriah; Partomuan Simanjuntak; Dinda Aurelia Erika Putri
SAINSTECH FARMA Vol 14 No 2 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v14i2.994

Abstract

Radikal bebas merupakan suatu senyawa yang mengandung satu atau lebih elektron tidak berpasangan pada orbital luarnya. Hal ini dapat menyebabkan senyawa tersebut menjadi sangat reaktif sehingga mencari pasangannya dengan cara menyerang dan mengikat elektron molekul besar yang berada di sekitarnya seperti lipid. protein maupun DNA. Tanaman tin (Ficus carica L.) merupakan salah satu famili Moraceae yang biasanya tumbuh di negara dengan daerah tropis dan subtropis. Salah satu bagian tanaman tin yang belum banyak dimanfaatkan dalam penelitian ilmiah adalah daunnya. Daun tin diduga memiliki khasiat sebagai antioksidan karena memiliki kandungan seperti flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa antioksidan dari ekstrak etanol daun tin varietas Iraqi. Penelitian yang dilakukan meliputi pembuatan ekstrak etanol 50% dengan metode ekstraksi secara sonikasi yang mampu mengekstrak senyawa bioaktif dalam sampel dengan waktu yang relatif singkat. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak etanol 50% daun tin varietas Iraqi memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 22,86 µg/mL.
UJI AKTIVITAS TONIK RAMBUT YANG MENGANDUNG FRAKSI AIR YANG MENGANDUNG FLAVONOID DARI EKSTRAK ETANOL DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis L.) Vini Noviani; Shelly Thauresia; Partomuan Simanjuntak
Jurnal Farmagazine Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v6i1.524

Abstract

Produk kosmetik untuk memecahkan masalah kerontokan rambut serta kebotakan banyak dikembangkan berasal dari produk sintesis yang dapat menimbulkan efek samping. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun teh hijau (Camellia sinensis L.) meningkatkan laju pertumbuhan rambut. Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas penumbuh rambut yang mengandung fraksi air dan fraksi etil asetat yang mengandung flavonoid dari ekstrak etnaol daun teh hijau. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 70% kemudian dilanjutkan partisi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan air sehingga diperoleh fraksi n-heksan, etil asetat dan air. Sediaan uji dibuat dengan memvariasikan konsentrasi fraksi etil asetat dan fraksi air (konsentrasi 1% dan 4%) yang mengandung flavonoid. Hasil menunjukkan bahwa fraksi air 4% yang mengandung flavonoid memiliki aktivitas pertumbuhan rambut yang paling baik.Konsentrasi terbaik selanjutnya dibuat sediaan tonik rambut dengan bahan tambahan etanol 96%, propilen glikol, phenoxyethanol dan aquadest. Hasil uji aktivitas menunjukkan bahwa tonik rambut mempunyai aktivitas yang tidak berbeda dengan kontrol positif mulai pada minggu ke 1 sampai minggu ke 4.Sediaan tonik rambut tidak mengiritasi pada uji menggunakan kelinci. Hasil uji cemaran mikroba dengan metode Angka Lempeng Total sebelum dan sesudah uji stabilitas selama 1 bulan adalah 0 koloni/ml sehingga memenuhi persyaratan sediaan kosmetik < 108.