Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FORUM DISKUSI KELOMPOK SIMPAN PINJAM DAN TABUNGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI KEUANGAN DI PERUMAHAN SOKA ASRI PERMAI Nur Widjiyati; Eko Pramono; Emigawaty
JURNAL NGABDIMAS Vol. 6 No. 02Desember (2023): NGABDIMAS (Pengabdian Pada Masyarakat)
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/ngabdimas.v6i02 Desember.187

Abstract

Kegiatan Abdimas ini merespon dinamika permasalahan ekonomi dan keuangan di Perumahan Soka Asri Permai, khususnya di RT 11/RW 03. Kompleksitas tantangan ekonomi di kalangan warga, terutama dalam pengelolaan Unit Simpan Pinjam (SIMPIN) dan Tabungan, memunculkan kebutuhan akan solusi inovatif dan berkelanjutan. Di tengah perubahan lingkungan ekonomi yang cepat, keberlanjutan Unit SIMPIN dan Tabungan menjadi fokus utama untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Permasalahan yang dihadapi oleh warga, terutama bendahara SIMPIN dan Tabungan, meliputi keterbatasan pemahaman akan digitalisasi sistem keuangan, pengelolaan sistem keuangan berbasis online dan offline, serta perlunya perancangan aplikasi berbasis Teknologi Informasi Keuangan yang handal. Kegiatan Abdimas ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan teknologi informasi keuangan di Unit SIMPIN dan Tabungan. Melalui metode partisipatif, tim abdimas berupaya merumuskan solusi yang sesuai dan berkelanjutan untuk memperkuat Unit SIMPIN dan Tabungan, memberikan dampak positif pada ketahanan ekonomi warga, dan mendorong pengangkatan ekonomi kerakyatan. Kegiatan Abdimas dilaksanakan melalui serangkaian wawancara, observasi, dan Forum Group Discussion (FGD) dalam beberapa tahap. Penggunaan teknologi digital, seperti platform daring dan aplikasi diskusi khusus, diintegrasikan untuk memfasilitasi dialog yang efektif dan memperkaya interaksi antara tim pengabdian dan peserta FGD. Melalui pelaksanaan Abdimas, tim abdimas berhasil mendokumentasikan dinamika serta permasalahan yang dihadapi oleh komunitas. Implementasi sistem informasi keuangan yang direkomendasikan mendapatkan respons positif dalam FGD tahap 2, menunjukkan peningkatan pemahaman dan penerimaan teknologi informasi keuangan di kalangan bendahara SIMPIN dan Tabungan. Pelatihan teknis, penyuluhan kepada warga, dan kerja sama dengan pemerintah lokal juga merupakan upaya yang berpotensi meningkatkan keberlanjutan dan dampak positif dari kegiatan ini.
Strategi Membangun Branding Digital Bagi Pengusaha Di Wilayah Sosrokusuman Malioboro Yogyakarta Nur Widjiyati
The Center for Sustainable Development Studies Journal (Jurnal CSDS) Vol. 4 No. 1 (2025): Vol. 4 No. 1: Jurnal CSDS Vol 4, No 1 (2025) ISSN 2964-1683 (media online)
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/csds.v4i1.761

Abstract

Di era digital, branding yang kuat adalah kunci keberhasilan usaha, terutama bagi pengusaha kecil dan menengah di Sosrokusuman, Yogyakarta. Banyak pengusaha menghadapi tantangan seperti kurangnya pemahaman tentang branding digital dan keterbatasan sumber daya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan untuk membantu pengusaha membangun branding digital yang efektif, sehingga mereka dapat mengoptimalkan potensi usaha dan memperluas jangkauan pasar di tengah persaingan yang ketat. Metode yang akan digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan menggunakan metode framework yang efektif. Framework STP (Segmentation, Targeting, Positioning) membantu pengusaha memahami karakteristik segmen pasar dan menentukan posisi merek. Sementara itu, framework AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) merancang strategi pemasaran digital yang menarik. Dengan mengintegrasikan kedua framework, pengusaha dapat meningkatkan visibilitas dan daya saing usaha, serta membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan dan komunitas lokal di era digital. Desain framework STP untuk pengabdian masyarakat membantu pengusaha di Sosrokusuman memahami kebutuhan pasar, membangun posisi merek yang kuat, dan memperkuat hubungan dengan masyarakat lokal. Desain framework AIDA untuk pengabdian masyarakat membantu pengusaha di Sosrokusuman menarik perhatian konsumen, membangun hubungan, dan mempromosikan produk melalui media sosial dan konten menarik.