Sampah menjadi isu global yang mendesak, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, yang menghasilkan 68,5 juta ton sampah pada tahun 2021. Di wilayah Joho, Jambidan, Bantul, pengelolaan sampah masih menjadi tantangan akibat rendahnya kesadaran masyarakat, terbatasnya fasilitas pengelolaan, serta kebiasaan membakar sampah yang mencemari lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah berkelanjutan bertujuan meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat. Metode yang digunakan meliputi wawancara, penyebaran kuesioner, dan pemberian materi sosialisasi. Hasil wawancara menunjukkan bahwa 50% masyarakat tidak mengetahui metode pengelolaan sampah yang benar, sementara kuesioner mengungkapkan jenis dan pola pembuangan sampah serta tingkat pengetahuan masyarakat. Materi penyuluhan disampaikan pada 20 Januari 2025 berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pemilahan sampah organik dan anorganik, teknik pengomposan sederhana, dan pentingnya daur ulang. Tingkat pengetahuan masyarakat meningkat dari 50% tidak mengetahui menjadi 20%, dengan 40% mengetahui dan 40% sangat mengetahui pengelolaan sampah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Keterlibatan aktif masyarakat melalui tanya jawab dan praktik langsung mencerminkan kesiapan mereka untuk mengimplementasikan perubahan perilaku. Kesimpulannya, kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan kesadaran dan tindakan nyata menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.