Brian Marpay
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Alkitab Terhadap Sunat Dalam Roma 2:25-29; 3:1 Dan Implikasinya Bagi Kehidupan Kristen Masa Kini Marpay, Brian; Tarigan, Simon Alexander
Jurnal Jaffray Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 1 April 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v9i1.90

Abstract

Dalam penulisan ini ada beberapa tujuan yang ditetapkan dan yang ingin dicapaiserta merupakan dasar materi ini yaitu: Pertama, untuk menggali pandangan RasulPaulus tentang sunat dalam Roma 2:25-29; 3:1. Kedua, untuk menjawab implikasikebenaran sunat bagi kehidupan Kristen masa kini menurut teologi Perjanjian Baru.Adapun metode yang dipakai dalam penulisan ini: Pertama, penelitian kualitatifatau mencari makna sunat berdasarkan Surat Roma 2:25-29; 3:1. Sistematikapenulisannya ialah, literatur tentang surat Roma, literatur tentang sunat, teologi RasulPaulus. Kedua, eksegesis hermeneutika tentang sunat berdasarkan Roma 2:25-29; 3:1.Teknik pengumpulan data ialah inventarisasi, evaluasi kritis. Teknik analisis data ialahinterpretasi, dan komparasi serta menulis hasilnya secara deskriptif.Berdasarkan uraian tentang studi Alkitab terhadap sunat dalam Roma 2:25-29 ;3:1 dan implikasi bagi kehidupan Kristen masa kini, maka dengan ini penulismengemukakan secara praktis beberapa hasil sebagai kesimpulanya: Pertama, sunatlahiriah tidak berfaedah ketika seseorang masih hidup dalam dosa dan tidak menaatiFirman Tuhan. Kedua, sunat lahiriah hanya sebatas simbolis, sedangkan sunat hatisangat perlu dalam hidup kekristenan. Ketiga, Sunat yang dilakukan secara lahiriah(sarx) yakni pada tubuh atau daging hanya sebatas aturan atau tradisi. Keempat, sunathati ialah sebuah situasi di mana seseorang yang sebelumnya hidup dalam dosa namunatas dasar kesadaran akan dosa atau pelanggaran, mempersilahkan Allah untuk masukdalam hatinya, membersihkan hidupnya dari segala dosa (mengerat/menyunatkanhatinya) bagi Allah sehingga dapat menjalin intimasi dengan Allah yang kudus. Kelima,sunat sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tuhan memakai para tenaga medis untukmenyingkapkan kebenaran. Allah tidak merancang sunat sebagai alasan medis, tetapisunat sangat bermanfaat secara medis.
Studi Alkitab Terhadap Sunat Dalam Roma 2:25-29; 3:1 Dan Implikasinya Bagi Kehidupan Kristen Masa Kini Brian Marpay; Simon Alexander Tarigan
Jurnal Jaffray Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v9i1.90

Abstract

Dalam penulisan ini ada beberapa tujuan yang ditetapkan dan yang ingin dicapaiserta merupakan dasar materi ini yaitu: Pertama, untuk menggali pandangan RasulPaulus tentang sunat dalam Roma 2:25-29; 3:1. Kedua, untuk menjawab implikasikebenaran sunat bagi kehidupan Kristen masa kini menurut teologi Perjanjian Baru.Adapun metode yang dipakai dalam penulisan ini: Pertama, penelitian kualitatifatau mencari makna sunat berdasarkan Surat Roma 2:25-29; 3:1. Sistematikapenulisannya ialah, literatur tentang surat Roma, literatur tentang sunat, teologi RasulPaulus. Kedua, eksegesis hermeneutika tentang sunat berdasarkan Roma 2:25-29; 3:1.Teknik pengumpulan data ialah inventarisasi, evaluasi kritis. Teknik analisis data ialahinterpretasi, dan komparasi serta menulis hasilnya secara deskriptif.Berdasarkan uraian tentang studi Alkitab terhadap sunat dalam Roma 2:25-29 ;3:1 dan implikasi bagi kehidupan Kristen masa kini, maka dengan ini penulismengemukakan secara praktis beberapa hasil sebagai kesimpulanya: Pertama, sunatlahiriah tidak berfaedah ketika seseorang masih hidup dalam dosa dan tidak menaatiFirman Tuhan. Kedua, sunat lahiriah hanya sebatas simbolis, sedangkan sunat hatisangat perlu dalam hidup kekristenan. Ketiga, Sunat yang dilakukan secara lahiriah(sarx) yakni pada tubuh atau daging hanya sebatas aturan atau tradisi. Keempat, sunathati ialah sebuah situasi di mana seseorang yang sebelumnya hidup dalam dosa namunatas dasar kesadaran akan dosa atau pelanggaran, mempersilahkan Allah untuk masukdalam hatinya, membersihkan hidupnya dari segala dosa (mengerat/menyunatkanhatinya) bagi Allah sehingga dapat menjalin intimasi dengan Allah yang kudus. Kelima,sunat sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tuhan memakai para tenaga medis untukmenyingkapkan kebenaran. Allah tidak merancang sunat sebagai alasan medis, tetapisunat sangat bermanfaat secara medis.
Strategi Pelayanan Misi Kontekstual Terhadap Generasi Z Yang Percaya Dengan Memanfaatkan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Oka Astawa; Ayu Rotama Silitonga; Brian Marpay
Predica Verbum: Jurnal Teologi dan Misi Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Predica Verbum Vol. 3 No. 2 (December) 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (STTII) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51591/predicaverbum.v3i2.70

Abstract

Generation Z's tendency to leave the church could occur when the church does not answer the needs and accommodate the generation’s perpectuve . Therefore, mission services to generation Z need to be carried out contextually, requiring services that suit their needs. Contextual mission services must develop the right "strategy" to reach generation Z. The method used is literature study observing books and scientific journals to support research writing. The main topic discussed is contextual mission strategy, where it is necessary to understand culture, Generation Z problems and services for Generation Z in utilizing ICT. Thus, three things were found in this research, firstly, sharing spiritual content via social media, because generation Z can spend quite a long time playing social media. Secondly, carry out spiritual activities online that attract attention creatively and innovatively. Finally, involve generation Z in service, so interest and appreciation might occur in the activities.