Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TERINTEGRASI PENGENDALIAN VEKTOR TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DAN STICKY AUTOCIDAL MOSQUITO TRAP Malik Saepudin; Ani Hermilestari; Bambang Supraptono; Heru Subaris Kasjono
Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit Vol 12 No 2 (2020): Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/vk.v12i2.3597

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a health problem in Indonesia, including in West Kalimantan Province. The Integrated Model of Community-Based Total Vector Control (PVTBM) and Sticky Autocidal Mosquito Trap (SAMT) is expected to reduce the density of larvae, so that the incidence of dengue can be reduced to the lowest point in the endemic area of Pontianak. This study analyzed the effects of the PVTBM-SAMT integrated model in controlling dengue vectors in endemic areas of Pontianak City. This type of research is Interrupted time series with a nonequivalent no-treatment control group time series. The sample of this study was 200 houses, consisting of 100 houses in the intervention area and 100 houses in the control area. The results showed a decrease in the mean larval density index in the intervention area, namely; HI was 25%, CI was 11.17%, BI was 38%. Statistical analysis showed that the PVTBM-SAMT integration model had a significant effect on the density of larvae: HI, CI, and BI with p values: 0.049, 0.047, and 0.042. It is recommended that the health office and primary health care be able to apply the PVTBM-SAMT method in controlling DHF vector activities and also in the implementation of surveillance and control of Aedes aegypti vector. Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Provinsi Kalimantan Barat. Aplikasi Model Terpadu Pengendalian Vektor Total Berbasis Masyarakat (PVTBM) dan Sticky Autocidal Mosquito Trap (SAMT) bertujuan menurunkan densitas Larva. Penelitian ini menganalisis efek model terintegrasi PVTBM-SAMT dalam pengendalian vektor DBD di wilayah endemis Kota Pontianak. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni dengan rancangan Interrupted time series with a nonequivalent no-treatment control group time series. Sampel penelitian ini sebanyak 200 rumah, terdiri dari 100 rumah di wilayah intervensi dan 100 rumah di wilayah pembanding. Hasil penelitian menunjukan terjadi penurunan rerata indeks kepadatan larva pada wilayah intervensi yaitu; HI sebesar 25%, CI sebesar 11,17%, BI sebesar 38% dan wilayah pembanding. Analisis statistik terdapat perbedaan densitas larva: HI, CI, dan BI sebelum dan sesudah perlakuan secara signifikan dengan nilai p: 0,049, 0,047, dan 0,042. Dinas kesehatan dan puskesmasisarankan dapat menerapkan metode PVTBM-SAMT dalam kegiatan pengendalian vektor DBD dan juga dalam pelaksanaan surveilans serta pengendalian vektor Aedes aegypti.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENJAMAH MAKANAN DALAM PENERAPAN HIGIENE DAN SANITASI PANGAN PADA RUMAH MAKAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIANTAN TENGAH KECAMATAN PONTIANAK UTARA Ayu Duwyni Asari; Bambang Supraptono; Hajimi Hajimi
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 3 No 2 (2024): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v3i2.340

Abstract

Penjamah makanan memiliki peranan penting seperti pengelolaan makanan yang tidak higienis dan kondisi sanitasi yang tidak baik akan menyebabkan gangguan kesehatan seperti keracunan makanan yang dapat mengakibatkan sakit hingga kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Penjamah Makanan Dalam Penerapan Higiene Dan Sanitasi Pangan Di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Tengah Kecamatan Pontianak Utara. Metode penelitian secara deskriptif untuk menggambarkan penegtahuan, sikap dan perilaku penjamah pada rumah makan di wilayah kerja Puskesmas Siantan Tengah, dimana seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan penjamah dengan kategori baik 88,2%, sikap dengan kategori baik 100%, perilaku dengan kategori baik 70,6%. Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap dan perilaku penjamah makanan memiliki kategori baik dalam penerapan higiene dan sanitasi pangan pada rumah makan.
EFEKTIVITAS KOMBINASI KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA), KETUMBAR (CORIANDRUM SATIVUM) DAN BUNGA CENGKEH (SYZGIUM AROMATICUM) SEBAGAI PENGAWET IKAN NILA (BENTUK FISIK) Erna Kuspita; Bambang Supraptono; Suharno Suharno
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 3 No 2 (2024): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v3i2.344

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia yang memerlukan pengelolaan yang baik agar tetap bermanfaat bagi tubuh. Salah satu masalah utama dalam penanganan bahan pangan, khususnya bahan pangan segar seperti ikan nila, Penggunaan bahan pengawet alami seperti kunyit, ketumbar, dan bunga cengkeh menawarkan alternatif yang lebih aman dibandingkan bahan pengawet sintetis yang berpotensi mengandung zat berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi kunyit, ketumbar, dan bunga cengkeh sebagai pengawet alami pada ikan nila, serta menentukan kombinasi yang paling efektif dalam memperpanjang daya simpan ikan nila segar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain one group pretest-posttest with control. Populasi penelitian adalah ikan nila segar yang dibeli di Pasar Flamboyan, Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan nila tanpa perlakuan memiliki daya awet rata-rata 10,6 jam, kombinasi bubuk kunyit dan ketumbar memperpanjang daya awet ikan nila hingga 28,4 jam, kombinasi kunyit dan bunga cengkeh mencapai 31,4 jam, kombinasi ketumbar serta bunga cengkeh menunjukkan hasil yang paling efektif dalam mengawetkan ikan nila 34,4 jam. Uji ANOVA menunjukkan nilai p < 0,000, mengindikasikan perbedaan signifikan antara perlakuan.
GAMBARAN HIGIENE SANITASI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI DESA KAPUR KABUPATEN KUBU RAYA 2024 Ulfa Norhafiza; Bambang Supraptono; Iswono Iswono
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.389

Abstract

Depot air minum isi ulang (DAMIU) menjadi salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan masyarakat akan air minum. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran persyaratan kualitas higiene sanitasi depot air minum isi ulang di wilayah Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya 2024. Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan rancangan distribusi frekuensi. Sampel penelitian ini sebanyak 5 DAMIU. Teknik sampling ditentukan dengan teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2024. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 1 DAMIU yang lokasi dan bangunan tidak memenuhi syarat dengan skor 52,14, persyaratan peralatan 5 DAMIU sudah memenuhi syarat, tetapi masih terdapat indikator yang menyebabkan syarat higiene sanitasi alat belum mencapai skor 29, pada persyaratan penjamah terdapat 2 DAMIU yang tidak memenuhi syarat, karena terdapat beberapa indikator yang menyebabkan 2 DAMIU tidak mencapai nilai standar higiene sanitasi penjamah, penelitian sumber air dan air minum yang dihasilkan umumnya sudah memenuhi syarat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi persyaratan kualitas higiene sanitasi depot air minum isi ulang yang tidak memenuhi syarat bisa menjadi sarana penularan penyakit. Disarankan kepada pengusaha depot air minum isi ulang di Desa Kapur, Kabupaten Kubu Raya untuk mempertahankan aspek-aspek higiene sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan agar konsumen aman meminum air yang diproduksi oleh depot.
ANALISA KUANTITATIF PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU DAN EKONOMI DIKAITKAN DENGAN KEBERHASILAN STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA Yuli Hendrawati Rahayu Ningsih; Bambang Supraptono; Suharno Suharno
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.403

Abstract

Pelaksanaan program Stop BABS ini memberikan banyak manfaat untuk kelangsungan hidup masyarakat terutama kebersihan lingkungan yang juga akan berdampak bagi kesehatan. Desa Sutera merupakan desa yang belum berhasil BABS dan Desa Gunung Sembilan adalah desa yang sudah Stop BABS. Tujuan penelitian untuk menganalisis Hubungan Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Dukungan Petugas Kesehatan dan Dukungan Tokoh Masyarakat Dengan Tingkat Keberhasilan Stop BABS di Wilayah Kerja Puskesmas Sukadana. Penelitian ini menggunakan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 86 responden yang terdiri dari 44 responden dari desa yang Stop BABS dan 42 responden yang desa BABS. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Analisis data menunjukkan ada hubungan antara Pengetahuan OR: 2,987, Sikap OR: 2,991, Perilaku OR: 2,779, Ekonomi OR:3,132, dukungan petugas kesehatan OR: 4,762 dan dukungan tokoh masyarakat OR: 4,472 dengan keberhasilan Stop BABS di Wilayah Kerja Puskesmas Sukadana. Diharapkan masyarakat masyarakat harus sadar bahwa pentingnya jamban sehat.
GAMBARAN SANITASI DI PASAR FLAMBOYAN PONTIANAK Vadilla Gina Destira; MaIik Saepudin; Bambang Supraptono
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.404

Abstract

Salah satu infrastruktur yang harus dipenuhi oleh sebuah kota untuk menggerakkan ekonominya adalah pasar. Barang sehari-hari, seperti kebutuhan pokok, dijual di pasar. Penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan observasional. Penelitian ini mengevaluasi kualitas pengelolaan lingkungan di Pasar Flamboyan Kota Pontianak untuk menentukan apakah memenuhi syarat kesehatan (MS) atau tidak memenuhi syarat kesehatan (TMS). Hasil penelitian akhir menunjukkan bahwa kondisi lingkungan fisik telah memenuhi persyaratan, dengan nilai 84 yang mana harusmemenuhi syarat >75. Namun, masih memiliki beberapa kekurangan, seperti lingkungan dan lantai. Hasil penelitian akhir menunjukkan bahwa kondisi fasilitas sanitasi masih kurang memenuhi persyaratan, dengan nilai hanya 510, sedangkan syarat >525. Masih ada kekurangan di tempat sampah, pembuangan air limbah, dan jamban. Hasil penelitian akhir menunjukkan bahwa kondisi Fasilitas Pelengkap memenuhi persyaratan dengan nilai 170, sedangkan syarat >150. Namun, alat pembersih dan kotak P3K masih memiliki beberapa kekurangan. Hasil penelitian akhir kondisi sanitasi pasar sudah memenuhi syarat sebagai pasar sehat. Dengan nilai total 764 sedangkan syarat >750, pasar ini dianggap sehat dan memenuhi persyaratan.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PEDAGANG DALAM PENANGANAN SAMPAH DI PASAR PURING KOTA PONTIANAK 2024 Marsita; Bambang Supraptono; Malik Saepudin; Susilawati; Salbiah Kastari
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.444

Abstract

Sampah merupakan masalah global yang dihadapi oleh hampir seluruh negara di dunia, tidak terbatas hanya pada negara berkembang,tetapi juga melibatkan negara maju. Pasar tradisional Puring adalah pasar yang terletak di Siantan Tengah Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat Perdagangan yang melayani bagian Kota Pontianak Utara, Lokasi pasar ini mempunyai Kawasan yang strategis karena memiliki potensi jangkauan pengunjung yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk Mengambarkan Pengetahuan,Sikap,dan Perilaku pedagang dalam penanganan sampah di pasar puring kota Pontianak 2024. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian sebanyak 300 pedagang, dan jumlah sampel sebanyak 35 pedagang menggunakan Rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan pedagang dengan kategori baik (71,43%), pengetahuan kurang baik (28,57). Sikap kategori baik (57%) sikap kurang baik (43%). Perilaku dengan kategori baik (68,5%) perilaku kurang baik (31,5%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan Sebagian besar pengetahuan pedagang dalam Penanganan sampah di Pasar Puring Kota Pontianak dengan kategori kurang baik sebesar (28,57%), Sebagian besar sikap pedagang dalam Penanganan sampah di Pasar Puring Kota Pontianak dengan kategori kurang baik sebesar (43%), Sebagian besar perilaku pedagang dalam Penanganan sampah di Pasar Puring Kota Pontianak dengan kategori kurang baik sebesar (31,5%). Diharapkan kepada DLH untuk memberikan penyuluhan atau edukasi secara rutin kepada pedagang mengenai informasi penanganan sampah di Pasar Puring Pontianak.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PHBS RUMAH TANGGA DI DESA KENDAWANGAN KIRI KECAMATAN KENDAWANGAN Sondang Bolon Gultom; Bambang Supraptono; Malik Saepudin; Suharno; Asmadi
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.445

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku yang menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan PHBS di Desa Kendawangan Kiri, Kecamatan Kendawangan. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi pendidikan, pendapatan, pengetahuan, sikap, peran petugas kesehatan, dan peran kader kesehatan. Desain penelitian ini adalah Study Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling. Penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. PHBS baik sebanyak 62 responden (62%); pendidikan tinggi 59 responden (59%); pendapatan cukup 45 responden (45%); pengetahuan baik 64 responden (64%); sikap mendukung 59 responden (59%); Peran petugas kesehatan kurang berperan 59 responden (59%); peran kader kesehatan tidak berperan 98 responden (98%). Ada hubungan antara pendidikan (p=0,000); pendapatan (p=0,000); pengetahuan (p=0,000); sikap (p=0,000); dan peran petugas kesehatan (p=0,000); terhadap penerapan PHBS. Tidak ada hubungan peran kader kesehatan (p=0,524 ) terhadap penerapan PHBS.