Kenti Friskarini
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI EKSPLORASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI ANAK JALANAN DI RUMAH SINGGAH BINAAN PKPR PUSKESMAS JAKARTA TIMUR Faika Rachmawati; Kenti Friskarini; Lilian Nova susanty; Hendrik Edison; Rachmalina Prasodjo; sahat Manalu
Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol 11 No 1 (2020): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 11 NOMOR 1 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/kespro.v11i1.2819

Abstract

Abstract Background: Lack of information and basic knowledge of reproductive health cause street children vulnerable to complex problems, one of which is risky sexual behavior. Reproductive health education is an effort to reduce negative impacts and to protect adolescents from the risk of unwanted pregnancy, abortion, sexually transmitted infections (STIs), HIV/AIDS and sexual violence Objective: This study aimed to explore the implementation and barriers of reproductive health education among street children at shelters under the program of PKPR in East Jakarta public health centers in DKI Jakarta Method: This research used qualitative methods. Data were collected by in-depth interviews. There were 20 research informants consisting of program stakeholders for street children and school-aged children health program at the central level, health offices, social services, public health centers, managers of shelters and street children assisted by shelters in East Jakarta. Results: Knowledge of reproductive health among street children was still poor. The implementation of reproductive health education carried out by PKPR in public health centers was still not optimal because it has not reached all street children at the shelter as well as the lack of trained health resources implementing PKPR trained. Conclusion: Efforts are needed to optimize reproductive health education among street children by strengthening commitment and building networks Keywords: reproductive health education, knowledge, PKPR, street children Abstrak Latar belakang: Kurangnya informasi dan pengetahuan dasar mengenai kesehatan reproduksi menyebabkan anak jalanan rentan terhadap permasalahan yang kompleks, salah satunya adalah perilaku seks berisiko. Pendidikan kesehatan reproduksi merupakan salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif serta melindungi remaja dari risiko kehamilan yang tidak dikehendaki, aborsi, Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV/AIDS dan kekerasan seksual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali pelaksanaan dan hambatan pendidikan kesehatan reproduksi pada anak jalanan di rumah singgah binaan PKPR puskesmas wilayah Jakarta Timur di DKI Jakarta Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam. Informan penelitian berjumlah 20 orang yang terdiri dari pemegang program anak jalanan dan kesehatan usia remaja dan sekolah di tingkat pusat, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, puskesmas, pengelola rumah singgah dan anak jalanan binaan rumah singgah di Jakarta Timur. Hasil: Pengetahuan anak jalanan tentang kesehatan reproduksi masih kurang. Pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi yang dilakukan melalui program PKPR puskesmas masih belum maksimal karena belum menjangkau seluruh anak jalanan di rumah singgah serta kurangnya SDM kesehatan pelaksana PKPR yang terlatih. Kesimpulan: Diperlukan upaya untuk memaksimalkan pendidikan kesehatan reproduksi pada anak jalanan dengan memperkuat komitmen dan membangun jejaring Kata kunci: pendidikan kesehatan reproduksi, pengetahuan, PKPR, anak jalanan
PELAKSANAAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (TANTANGAN DAN PELUANG) SEBAGAI UPAYA KESEHATAN SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN BOGOR UTARA KOTA BOGOR Kenti Friskarini; Totih Ratna Sundari
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 1 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 1 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.687 KB) | DOI: 10.22435/jek.v19i1.3058

Abstract

ABSTRACT Awareness of running Clean and Healthy Behavior (PHBS) in elementary school in general is still lacking. One part of PHBS is Handwashing with Soap (CTPS) which has an important impact on health. This paper explores the challenges and opportunities for implementing this program in elementary schools in Bogor from officers at schools, puskesmas, and health offices in 2018. Data were obtained by in-depth interviews with informants who was chosen by purposive sampling from the health office, education office, school principals and teachers from 5 selected schools. The results showed this activity was not yet a priority in the program, marking that health promotion was not yet maximally carried out at the policy holder level. Even though the elementary school which was the location of the study did not have a problem in providing facilities for washing hands, but not all could provide soap to get the maximum effect. This shows that the cooperation of various parties has not been optimal to support the success of this activity. As a suggestion, besides requiring support from various parties,it should be complemented by health promotions for students and the whole school environment so healthy behavior can be achieved. Keywords: Handwashing, healthy behavior, health promotion ABSTRAK Kesadaran menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah dasar (SD) pada umumnya masih kurang. Salah satu bagian dari PHBS adalah Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang memiliki dampak penting untuk kesehatan. Tulisan ini mengangkat tantangan dan peluang pelaksanaan CTPS pada SD di kota Bogor dari pihak sekolah, puskesmas dan dinas kesehatan pada tahun 2018. Desain penelitian adalah survey potong lintang dengan pemilihan sampel secara purposive. Data kualitatif didapatkan dengan wawancara mendalam kepada informan dari dinas kesehatan, dinas pendidikan, kepala sekolah dan guru dari 5 sekolah yang terpilih di Kecamatan Bogor Utara. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan ini belum menjadi prioritas dalam program, menandai belum maksimalnya promosi kesehatan dilakukan di tingkat pemegang kebijakan. Walau secara keseluruhan SD yang menjadi lokasi penelitian tidak memiliki masalah dalam penyediaan sarana mencuci tangan, namun tidak semua dapat menyediakan sabun sehingga mempengaruhi hasil maksimal CTPS. Hal tersebut menunjukkan belum maksimalnya kerjasama berbagai pihak untuk mendukung keberhasilan kegiatan ini. Sebagai saran, CTPS selain memerlukan dukungan dari berbagai pihak, seharusnya dilengkapi dengan promosi kesehatan kepada para siswa, dan seluruh lingkungan sekolah sehingga terwujud perilaku yang baik dan sehat. Kata kunci: CTPS, perilaku kesehatan, promosi kesehatan
KEPATUHAN DAN PENERIMAAN MASYARAKAT TERHADAP KAMPANYE NASIONAL PENGGUNAAN MASKER DI TAHUN 2020 Kenti Friskarini; Rachmalina Soerachman
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 20 No 2 (2021): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 20 NOMOR 2 TAHUN 2021
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v20i2.5111

Abstract

ABSTRACT The infection with COVID-19 has become a very influential public health problem worldwide and is categorized as a pandemic. This paper contains quantitative results on the use of masks in the community which is part of the Research on Knowledge, Attitudes and Behavior of the Community Related to the National Campaign for COVID-19 Prevention in Indonesia in 2020 with an internet-based questionnaire. Using the cross sectional method, the population is people aged 15 years and above in 34 provinces of Indonesia. Determination of samples using the formula for the estimated proportion of sample size with a total of 2,331. Quantitative data analysis was univariate and bivariate through the Pearson Chi-Square Test with P-value <0.05. In the results, it is known that the most age characteristics range from 25-34 years and 35-44 years with the most female sex. The most widely used media for resubmitting the appeal for the use of masks is social media, with the main topics are being how to wear, appeals and mistakes in wearing masks, most have the perception that wearing masks correctly can prevent transmission. Most PSAs (Public Service Announcement) sources are through social media. Community compliance to have healthy behavior during a pandemic requires continuous exposure. PSA on social media is one way to raise awareness of the importance of wearing masks to prevent this pandemic. Health promotion with the use of social media can be further utilized in disseminating correct information about health. Keywords: COVID-19, mask, PSA ABSTRAK Infeksi penyakit COVID-19 telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sangat berpengaruh di seluruh dunia dan dikategorikan sebagai pandemi. Tulisan ini mengangkat hasil kuantitatif tentang penggunaan masker pada masyarakat yang merupakan bagian dari Riset Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Masyarakat Terkait Kampanye Nasional Pencegahan COVID-19 di Indonesia pada tahun 2020 dengan kuesioner berbasis internet. Menggunakan metode cross sectional, populasi adalah masyarakat berusia 15 tahun ke atas di 34 Provinsi Indonesia. Jumlah sampel menggunakan rumus besar sampel estimasi proporsi dengan jumlah 2.331. Analisis data kuantitatif secara univariat dan bivariat melalui Uji Pearson Chi-Square dengan P-value<0,05. Pada hasil diketahui karakteristik umur terbanyak kisaran 25-34 tahun dan 35-44 tahun dengan jenis kelamin perempuan terbanyak. Media yang paling banyak digunakan untuk penyampaian kembali himbauan pemakaian masker adalah media sosial, dengan topik utama cara memakai, himbauan dan kesalahan memakai masker, sebagian besar memiliki persepsi memakai masker dengan benar dapat mencegah penularan. Kepatuhan masyarakat untuk memiliki perilaku sehat dalam masa pandemi membutuhkan paparan yang kontinyu. Kampanye Nasional Pencegahan COVID-19 dengan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) dan dilakukan di media sosial merupakan cara menumbuhkan kesadaran pentingnya pemakaian masker. Promosi kesehatan dengan penggunaan media sosial dapat lebih dimanfaatkan dalam penyebaran informasi yang benar tentang kesehatan. Kata kunci: COVID-19, masker, ILM