Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERIODISITAS MIKROFILARIA Brugia malayi DALAM DARAH DI KABUPATEN MUARO JAMBI Yanelza Supranelfy; Ritawati Ritawati; Reni Oktarina
SPIRAKEL Vol 11 No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.29 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian endemisitas filariasis di Kabupaten Muaro Jambi yang telah dilakukan pada tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka mikrofilaria rate masih ≥ 1% setelah lima tahun pengobatan massal filariasis. Salah satu tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku mikrofilaria dalam darah. Kegiatan yang dilakukan adalah pengambilan sediaan darah jari dilakukan setiap 2 jam sekali mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB hari selanjutnya, terhadap 5 orang responden yang positif mikrofilaria. Setiap responden diambil 2 sediaan darah pada setiap jam yaitu sediaan A dan sediaan B, tetapi analisis hanya dilakukan pada sediaan B. Analisis periodisitas dilakukan menggunakan metode Aikat dan Das yang merupakan metode matematis yang dapat memberikan variasi kepadatan mikrofilaria Brugia malayi dalam darah tepi pada jam yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan empat orang kasus dari kelima kasus di atas mempunyai sifat gelombang yang harmonik. Puncak kepadatan mikrofilaria berbeda-beda, sebagian besar pada tengah malam, sedangkan pada kasus kelima, puncak kepadatan pukul 16040’48’’ (pukul empat sore hari).
Studi Filariasis Pasca Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis Tahap III Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2016 ritawati ritawati; Reni Oktarina
Jurnal Vektor Penyakit Vol 12 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.039 KB) | DOI: 10.22435/vektorp.v12i2.837

Abstract

Abstract Muara Enim is an endemic lymphatic filariasis district in South Sumatera Province. Microfilaria rate reported in 2009 was 10.3%. Filarial prevention mass drug administration (MDA) was simultaneously carried out since 2013. The objectives of the study were to identify the lymphatic filariasis situation (microfilaria rate, history of drugs administration, vector species and larval habitat) after the introduction of third phase filariasis prevention drugs. Study design was cross sectional study, which located in Penanggiran and Cinta Kasih Village, Muara Enim District in 2015. Sampling was done by examination of finger blood at night from 19:00 to 24:00. The history of taking MDA was asked to the villagers > 15 years old that were taken finger blood speciments. The catching of adult mosquitoes was done once by human landing collection method for 12 hours (18.00-06.00). Observation of larvae was conducted in larval breeding habitats.The results found one sample Brugia malayi mikrofilaria species positive of 726 from the sentinel village of sentinel. Microfilarial rate was 0.29%. The dominant mosquito vector species was Culex quinquefasciatus. The mosquito larvae were found in the marsh area. We found only 22% of 537 respondents has been taking the drug three times for three years. Abstrak Muara Enim merupakan daerah endemis filariasis di Provinsi SumateraSelatan. Mikrofilaria rate dilaporkan tahun 2009 sebesar 10,3%. Pemberianobat pencegahan massal serentak dilakukan sejak tahun 2013. Tujuanpenelitian mengetahui gambaran filariasis (mikrofilaria rate, riwayat minumobat, spesies nyamuk dan habitat larva) pasca-Pemberian Obat PencegahanMassal (pasca-POPM) filariasis tahap tiga. Desain penelitian studi potonglintang, lokasi penelitian di Desa Penanggiran dan Cinta Kasih. Pengambilansampel dengan cara pemeriksaan darah jari pada malam hari dimulai pukul19.00-24.00 WIB terhadap seluruh penduduk desa yang datang pada saatsurvei darah jari (SDJ). Riwayat minum obat pencegahan ditanyakan padapenduduk yang diambil spesimen darah jari berumur >15 tahun. Penangkapannyamuk dewasa dilakukan masing-masing satu kali di desa lokasi penelitiandengan metode human landing collection selama 12 jam (18.00–06.00 WIB).Pengamatan dan pencidukan larva pada habitat perkembangbiakan larva.Hasil pemeriksaan darah terhadap 726 orang ditemukan satu orang positifmikrofilaria dengan spesies Brugia malayi dengan Mf rate sebesar 0,29%.Frekuensi minum obat massal filariasis selama tiga tahun POPM dari 537responden hanya sebesar 22,0%. Spesies nyamuk yang dominan ditemukanCulex quinquefasciatus. Larva nyamuk vektor filariasis ditemukan di rawa.Disarankan sosialisasi, pentingnya minum obat pencegahan filariasis danpeningkatan praktik pencegahan untuk mengurangi kontak dengan nyamuk.
Literature Review: Implikasi Filsafat Ilmu terhadap Pembelajaran Berbasis Penemuan dan Pemecahan Masalah Reni Oktarina; Rahmi Susanti; Yosef; Umi Chotimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi filsafat ilmu terhadap pengembangan pembelajaran berbasis penemuan (discovery learning) dan pemecahan masalah melalui pendekatan literature review. Kajian ini berangkat dari kebutuhan untuk memperkuat landasan epistemologis, ontologis, dan aksiologis dalam praktik pembelajaran yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan eksploratif peserta didik. Dengan menelaah berbagai teori seperti rasionalisme Descartes, empirisme John Locke, konstruktivisme Piaget, dan falsifikasionisme Karl Popper, penelitian ini mengidentifikasi persoalan bahwa implementasi pembelajaran penemuan sering kali belum terarah secara filosofis dan metodologis. Analisis literatur menunjukkan adanya gap antara tuntutan pembelajaran abad ke-21 dengan kerangka filosofis yang diterapkan dalam praktik pembelajaran di kelas. Hasil kajian memperlihatkan bahwa filsafat ilmu dapat memberikan kerangka pemikiran yang kuat untuk meningkatkan kualitas proses inkuiri, pengujian hipotesis, dan refleksi dalam pembelajaran penemuan dan pemecahan masalah. Penelitian ini juga menghasilkan novelty berupa model konseptual integratif yang menghubungkan prinsip-prinsip filsafat ilmu dengan langkah-langkah pembelajaran berbasis penemuan. Selain itu, penelitian ini menawarkan state of the art dengan memetakan hubungan sistematis antara teori epistemologi dan desain pembelajaran modern berbasis inquiry. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi filsafat ilmu dalam pendidikan sebagai dasar untuk membangun pembelajaran yang lebih rasional, reflektif, dan berorientasi pada pembentukan kemampuan berpikir tingkat tinggi.