Ni Luh Sri Martha Ayuningsih
Fakultas Ekonomi Universitas Udayana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kurs Dolar Amerika Serikat, Jumlah Produksi dan Luas Lahan Terhadap Volume Ekspor Kayu Manis Indonesia Periode 1992-2011 Serta Daya Saingnya Martha Ayuningsih, Ni Luh Sri; Setiawina, N. Djinar
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana Vol. 3, No. 8, Agustus 2014 (pp.337-394)
Publisher : E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.16 KB)

Abstract

Salah satu sumber daya alam Indonesia adalah kayu manis, kayu manis Indonesia disukai di luar negeri. Kayu manis adalah salah satu komoditas ekspor Indonesia. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh secara serempak maupun parsial antara kurs Dollar Amerika Serikat, jumlah produksi dan luas lahan terhadap volume ekspor kayu manis Indonesia serta bertujuan untuk mengetahui bagaimana daya saing komoditi kayu manis Indonesia dan China dengan menggunakan analisis RCA (Revealed Comparative Advantage). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis linear berganda, asumsi klasik, analisis secara simultan dan parsial serta analisis indeks RCA. Data dari penelitian ini didapat dari Publikasi Bank Indonesia, Dinas Perkebunan, Departemen Pertanian, dan United Nation Commodity Trade (COMTRADE) statistical database. Hasil analisis data menunjukkan secara serempak kurs Dollar Amerika Serikat, jumlah produksi, danĀ  luas lahan berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor kayu manis Indonesia periode 1992-2011. Hasil analisis data secara parsial variabel Kurs Dollar Amerika Serikat dan jumlah produksi berpengaruh signifikan positif terhadap volume ekspor kayu manis Indonesia periode 1992-2011, sedangkan variabel luas lahan tidak berpengaruh terhadap volume ekspor kayu manis Indonesia periode 1992-2011. Daya saing dari volume ekspor kayu manis Indonesia dan China dilihat secara individual dapat dikatakan memiliki daya saing yang cukup tinggi karena indeks RCA ? 1, namun daya saing Indonesia masih lemah ketika dibandingkan dengan China.