Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Guru Membangun

PELUANG MAHASISWA BAHASA DAN SASTRA INDONESIA MENJADI TENAGA JURNALIS Martono .
Guru Membangun Vol 23, No 1 (2010): GM Edisi Januari Vol.23 No.1 Tahun 2010
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.627 KB) | DOI: 10.26418/gm.v23i1.321

Abstract

Perkembangan persuratkabaran di Indonesia sangat pesat sejak pasca Suharto. Ini terjadi karena kebebasan dalam berekspresi sangat dijamin dalam UU Pers dan izin penerbitan surat kabar yang mudah. Kekebasan pers seperti sekarang adalah kondisi yang memungkinkan para pekerja pers memilih, menentukan dan mengerjakan tugas mereka sesuai keinginan mereka. Untuk menjadi seorang jurnalis atau wartawan atau reporter tidaklah semudah orang bayangkan. Banyak orang yang bisa mencari berita, bisa menulis berita dan bisa meyebarluaskan informasi melalui media massa, tetapi belum tentu orang itu dapat disebut sebagai jurnalis atau wartawan. Oleh karena itu, mahasiswa dibekali ilmu yang berkaitan dengan jurnalistik. Mahasiswa dibimbing berkaitan dengan penulisan berita, feature, editorial, opini, reporter yang tetap memperhatikan etika pers. Mereka harus dibekali dengan etika jurnalis. Kata kunci: pers, jurnalis, feature, editorial dan opini, keredaksian
Pendidikan di indonesia di era desentralisasi pendidikan Martono .
Guru Membangun Vol 21, No 1 (2009): GM Edisi Januari Vol. 21 No. 1 Tahun 2009
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1889.079 KB) | DOI: 10.26418/gm.v21i1.345

Abstract

Untuk Peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan pendidikan yang lebih baik, strategis desentralisasi perlu diarahkan pada pnanganan beberapa isu kebijakan yang merupakan pengakuan bahwa proses pendidikan tidak akan bisa berjalan dengan baik kalau semuanya dikontrol dari pusat. Dengan kebijaksanaan desentralisasi memerlukan pelaksanaan yang bertanggung jawab, inovatif, kreatif, dan berjiwa mandiri. Pemegang kendali pendidikan di tingkat bawah akan memunyai peran yang lebih besar. Keadaan ini akan mendorong kreativitas dan improvisasi dalam melaksanakan pendidikan, sehingga akan terdapat usaha yang terus menerus untuk meningkatkan kualitas pendidikan.