Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Implementasi Steganografi Dengan Metode Pixel Value Differencing (PVD) pada Gambar JPG dan PNG Yonatan Firdaus; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 1 No 03 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.321 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v1n03.p157-164

Abstract

Abstrak— Informasi dalam bentuk pesan tidak hanya disandikan, namun dapat juga disisipkan ke dalam citra digital. Teknik menyembunyikan atau menyisipkan pesan disebut steganografi. Steganografi merupakan metode yang digunakan untuk menyembunyikan informasi sehingga informasi yang bersifat rahasia tidak dapat diketahui pihak yang tidak berhak mengetahuinya. Dalam steganografi terdapat beberapa metode yang dapat digunakan dalam mengamankan informasi dari suatu pihak yang tidak berhak mengetahuinya, salah satunya dengan menggunakan metode PVD (Pixel Value Differencing) yang dalam implementasinya memanfaatkan citra digital sebagai media penampung. Penelitian ini bermaksud menghitung kapasitas jumlah bit dan melihat pengaruh format gambar terhadap jumlah kapasitas bit yang dapat disisipi pesan. PVD yang digunakan adalah dengan dua blok piksel untuk mempertahankan kualitas citra hasil steganografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kapasitas yang didapat pada gambar JPG dan PNG tidak berbeda signifikan. Kemudian juga didapat nilai PSNR (Peak Signal to Noise Ratio) dari gambar JPG dan PNG yang relatif sama diatas 40 dB. Namun metode PVD tidak dapat mengantisipasi perhitungan nilai piksel baru yang melebihi nilai maksimal warna 255 dan tidak memiliki ketahanan terhadap modifikasi hasil steganografi.   Kata Kunci— Steganografi, Citra Digital, Pixel Value Differencing, Kapasitas, PSNR.
Perbandingan Performa Controller OpenDayLight dan Ryu pada Arsitektur Software Defined Network Abhimata Zuhra Pramudita; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 1 No 04 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.819 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v1n04.p174-178

Abstract

Abstrak—Teknologi jaringan sudah berkembang dengan sangat pesat. Jaringan statis konvensional kini mulai ditinggalkan dan digantikan dengan jaringan dinamis. Software Defined Network (SDN) salah satu contoh penggunaan jaringan dinamis. SDN memiliki banyak controller yang yang sudah dikembangan baik bersifat enterprise atau open source. Hal penting dalam pemilihan sebuah controller adalah performa dari controller itu sendiri, harus dipastikan bahwasannya controller bukan malah menjadi hambatan dalam pengembangan jaringan. Berdasarkan pengamatan beberapa penelitian menemukan bahwa sangat sedikit controller yang sesuai dengan OpenFlow 1.3 (atau versi yang lebih tinggi) dan memberikan dokumentasi yang cukup untuk pengembangan jaringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan perbandingan antara controller Opendaylight (ODL) dan Ryu pada arsitektur Software Defined Network (SDN). Dari hasil pengujjian yang dilakukan performa controller Ryu lebih baik dengan rata-rata nilai throughput sebesar 325.682 Mb/s, rata-rata nilai delay sebesar 0.313395s dan rata-rata nilai Packet loss sebesar 4.59% daripada OpenDayLight yang memiliki nilai throughput sebesar 318.749 Mb/s, rata-rata nilai delay sebesar 0.622309s dan rata-rata nilai Packet loss sebesar 10.11% dalam 10 kali pengujian dengan menggunakan variasi beban traffic 100Mb-10Gb. Pengujian Resource Utilization, controller OpenDaylight memiliki hasil performa yang lebih baik dari controller Ryu dilihat dari event per second yang dihasilkan oleh performa CPU dan Memory. Kata Kunci— Software Definied Network(SDN), Controller, Ryu, OpenDayLight, mininet
Performa Clustering Controller pada Arsitektur Software Defined Network Mokhammad Aguk Nur Anggraini; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 2 No 01 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.278 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v2n01.p1-8

Abstract

Abstrak -- Software Defined Network (SDN) saat ini telah menjadi sebuah paradigma baru dalam teknologi jaringan karena kemampuan manajemen jaringannya yang secara terpusat serta arsitektur yang berbasis software dan programmable. Dalam implementasinya, SDN memisahkan antara control plane dan data plane, control plane dilakukan oleh controller dan data plane dilakukan oleh switch. Controller menjadi pusat kontrol dari sebuah jaringan SDN, dengan begitu beban semua kontrol jaringan berada pada controller. Semakin besar jaringan yang ditangani oleh suatu controller mengakibatkan semakin besar beban controller tersebut, yang berakibat juga pada performa jaringan, sehingga perlu adanya solusi untuk dapat mengurangi beban jaringan yang ditangani controller agar performa jaringan tetap terjaga bahkan menjadi lebih baik. Pada penelitian ini dilakukan clustering-controller dengan menggunakan 3 controller, 1 sebagai master controller dan 2 sebagai slave controller, dengan begitu beban jaringan dapat dibagi pada 3 controller. Uji coba pada penelitian ini menggunakan Open daylight sebagai controller. Dari hasil pengujian end-to-end QoS yang telah dilakukan menggunakan parameter throughput, delay, jitter dan packet poss menunjukkan bahwa jaringan SDN dengan clustering controller lebih baik dari pada jaringan SDN yang menggunakan single-controller dan multi-controller tanpa clustering. Pengujian dilakukan dengan variasi ukuran paket UDP sebesar 100Mb-15Gb. Rata-rata keseluruhan hasil pengujian parameter throughput, delay, jitter dan packet loss dari clustering-controller berturut-turut yaitu 12762,14Kbps, 16,954ms, 3,142ms, dan 0,08%. Sedangkan pada jaringan dengan multi-controller tanpa clustering yaitu 12327,80Kbps, 205,828ms, 16,968ms dan 2,21%, dan hasil pada jaringan dengan single-controller yaitu 12331,93Kbps, 207,087ms, 15,691ms dan 2,19%. Kata Kunci— Software Defined Network(SDN), Controller, Clustering-Controller, OpenDayLight.
Implementasi Teknik Steganografi pada Gambar JPEG dan PNG dengan Menggunakan Metode Adaptive Minimum Error Least Significant Bit Replacement (AMELSBR) Muhammad Bachtiar Alifi; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 2 No 02 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2075.873 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v2n02.p113-119

Abstract

Abstrak— Pada era modern seperti saat ini, media digital menjadi suatu pilihan yang digunakan untuk membantu pekerjaan seseorang menjadi lebih cepat, efektif dan efisien. Kerahasiaan suatu informasi menjadi aspek yang sangat penting dalam media digital. Steganografi merupakan seni yang digunakan untuk menyembunyikan suatu pesan rahasia kedalam pesan yang berbentuk media lain baik berupa gambar, suara, atau video. Ada beberapa metode dalam steganografi yang dapat digunakan dalam mengamankan pesan salah satunya yakni metode Adaptive Minimum Error Least Significant Bit Replacement (AMELSBR). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas dari stego image dan untuk melihat pengaruh manipulasi citra terhadap stego image yang dihasilkan. Metode Adaptive Minimum Error Least Significant Bit Replacement (AMELSBR) akan digunakan dengan memanfaatkan kapasitas penyisipan yang berbeda bergantung pada nilai pixel yang dapat dimaksimalkan dalam proses penyisipan untuk mengetahui kualitas dari stego image. Pesan rahasia (ciphertext) yang digunakan adalah file jenis .txt, kemudian file .txt akan disisipkan kedalam media penampung berupa gambar (cover image) dengan jenis file berformat jpg dan png, sehingga akan menghasilkan output berupa stego image dengan format yang sesuai dengan jenis file cover image yang digunakan. Nilai PSNR yang dihasilkan yakni antara 40,16 hingga 58,84 dB yang menunjukkan kualitas stego image yang tinggi. Dalam pengujian manipulasi citra, metode Adaptive Minimum Error Least Significant Bit Replacement tidak tahan terhadap manipulasi citra yakni brightness, contrast, dan resize dengan interval yang telah ditentukan, karena metode ini tidak berhasil mengembalikan pesan yang ada pada stego image. Kata Kunci— Steganografi, adaptive minimum error least significant bit replacement, PSNR, brightness, contrast
Manajemen Quality of Service pada Jaringan Software Defined Network Menggunakan Opendaylight Controller Abdur Rozaq; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 02 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.022 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n02.p89-94

Abstract

Kamajuan teknologi jaringan berkembang sangat pesat. Hal ini mengakibatkan tingkat konfigurasi pada jaringan semakin rumit, sehingga jaringan menjadi tidak fleksibel dan susah diatur. Software Defined Network (SDN) merupakan jaringan yang cukup fleksibel dan dapat dengan mudah untuk diatur. Jaringan SDN ini dapat mengatur dan mengelola sampai ribuan perangkat jaringan melalui pusat manajemen, pengoptimalan pada komponen jaringan meliputi pengoptimalan bandwidth, load balancing, traffic engineering yang bersangkutan dengan programmability dan scalability. Quality of Service (QoS) adalah suatu kemampuan dalam menyediakan layanan lalu lintas jaringan yang berbeda dengan kelas yang berbeda pula untuk menyediakan sebuah layanan jaringan agar menjadi lebih baik dan dapat terencana dengan jitter dan bandwidth yang khusus, serta kemampuan untuk kehilangan sebuah latensi yang dapat terkontrol. Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa sistem yang telah dibangun dapat berhasil menjalankan manajemen QoS secara baik pada jaringan dan kualitas jaringan dapat meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan perbandingan dari jaringan SDN yang menggunakan QoS dengan jaringan SDN yang tidak menggunakan QoS menggunakan controller Opendaylight. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan kinerja dari jaringan SDN yang menggunakan QoS lebih baik dibandingkan jaringan SDN yang tidak menggunakan QoS baik dalam pengujian yang menggunakan background traffic maupun tidak.
Implementasi Intrusion Prevention System Untuk Mencegah Serangan DDOS Pada Software Defined Network Ilham Miftakhul Huda; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 02 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1537.061 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n02.p180-185

Abstract

Software defined network adalah konsep jaringan komputer yang mana memisahkan control plane dan data plane yang mana akan memudahkan administrator jaringan untuk mengelola jaringan komputer tersebut secara terpusat dengan menggunakan sebuah controller. Dalam penerapan SDN administrator jaringan perlu menerapkan sistem keamanan jaringan. Hal ini disebabkan karena tingginnya ancaman yang bertujuan untuk mengganggu bahkan merusak koneksi antar jaringan komputer. Serangan DDOS merupakan serangan yang dilakukan secara terdistribusi dengan cara membajiri lalu lintas jaringan internet pada server, sistem yang mengakibatkan tidak bisa lagi menampung koneksi (overload) yang bertujuan agar target tidak dapat diakses. Serangan ini dapat berasal dari dalam jaringan itu sendiri ataupun dari jaringan luar. Maka dari itu dibutuhkan metode untuk mengamankan sumber daya jaringan komputer dengan menggunakan metode Intrusion Detection Prevention System yang bermanfaat untuk mendeteksi serangan sekaligus memblokir serangan yang terdapat dalam jaringan komputer. Pada penelitian ini berhasil menerapkan metode intrusion detection prevention system pada jaringan software defined network menggunakan snort sebagai sistem deteksi serangan dan rest_firewall dari ryu untuk memblokir serangan. Snort akan mendeteksi paket yang dianggap berbahaya sesuai dengan rules yang sudah ditentukan. Kemudian dari rules tersebut akan diambil data seperti paket source, paket destination, dan protokol paket pada file log. Saat terjadi serangan DDOS pada host yang tidak terintegrasi IPS Ping pada host tersebut besar, ketika IPS diaktifkan kondisi pada jaringan kembali normal. Kinerja CPU untuk proses pengguna dan sistem lebih tinggi ketika system terintegrasi dengan IPS. Saat sistem terintegrasi dengan IPS penggunaan memory lebih banyak daripada saat system tidak terintegrasi tanpa IPS. Kata Kunci— Software Defined Network, Intrusion Detection Prevention System, DDOS, Ryu.
Mengatasi Link Failure pada Software Defined Network dengan Routing Ulang Menggunakan Algoritma Dijkstra Bahrul Ulummudin; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 02 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1989.785 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n02.p193-199

Abstract

Pengiriman data yang cepat menjadi tantangan di era pertumbuhan jaringan komputer yang sangat pesat ini. Pengiriman data dapat terganggu oleh beberapa faktor salah satunya link failure. Single link failure dapat terjadi rata-rata setiap 30 menit. Pada jaringan konvensional proses routing dan forwarding dilakukan pada satu perangkat, mengingat kondisi jaringan yang semakin berkembang dan semakin kompleks perlu adanya perkembangan pada arsitektur jaringan. SDN (Software Defined Network) menjadi salah satu paradigma baru yang muncul di bidang jaringan. SDN memisahkan antara control plane dan data plane sehingga tercipta lingkungan yang terpusat. pada penelitian ini skema jaringan SDN dibangun menggunakan mininet dengan menggunakan kontroler POX dengan menerapkan routing ulang (rerouting) menggunakan algoritma Dijkstra guna mengatasi link failure dengan mencari jalur terpendek lain setelah pada jalur utama terjadi link failure pada tiga desain topologi dengan jumlah switch dan link yang berbeda. Pada pengujian topologi algoritma Dijkstra yang di implementasikan pada POX Controller berhasil menemukan jalur baru pada saat terjadi link failure dalam jaringan. Pada pengujian waktu konvergensi di setiap topologi waktu konvergensi pada skenario kedua lebih baik dari pada skenario pertama, waktu konvergensi menjadi lebih sedikit seiring dengan kemungkinan jalur yang ada. Latency pada masing masing topologi juga memiliki kesamaan dimana latency paling sedikit ditunjukan oleh skenario pertama dan paling banyak ditunjukan oleh skenario kedua.
Pengaruh Mobilitas dan Jumlah Pengguna pada Kualitas Layanan Software Defined Wireless Network (SDWN) Arsy Bilahil Tama; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 03 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.128 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n03.p224-230

Abstract

Abstrak— Dari kemajuan teknologi jaringan yang sangat pesat lahirlah Software Defined Network (SDN) pada pertengahan tahun 1990-an, untuk mengatasi kerumitan konfigurasi jaringan yang sangat kompleks. SDN menawarkan fungsionalitas jaringan yang fleksibel, dinamis, dan dapat diprogram, serta banyak keuntungan lain seperti kontrol yang terpusat, pengurangan kompleksitas konfigurasi, dan penghematan dalam instalasi jaringan. Sehingga saat ini konsep SDN digunakan termasuk pada jaringan nirkabel. Jaringan nirkabel sendiri berkembang karena kesederhanaan dan kebebasan, akan tetapi karena faktor mobilitas itu sendiri sangat berpengaruh terhadap kinerja jaringan. Mobilitas menjadi tantangan dan pertimbangan saat pengembangan jaringan nirkabel. Penelitian ini merupakan penelitian analisis terhadap jaringan SDN yang berbasis teknologi nirkabel atau dikenal dengan Software Defined Wireless Network (SDWN). Pada penelitian ini menganalisis pengaruh model mobilitas Gauss Markov, Random Direction, Random Walk, dan Random Waypoint terhadap kinerja jaringan SDWN. Dari hasil uji coba didapatkan dari keempat model mobilitas terhadap jumlah 4 station, 10 station, 20 station. Pada hasil parameter Throughput setiap pertambahan station nilai Throughput mengalami penurunan, pada parameter packet loss dengan setiap pertambahan stations nilai packet loss semakin naik, hasil pengukuran Receive Signal Strength Indicator (RSSI) dilihat secara keluruhan setiap mobilitas dengan seiringan pertambahan station nilai RSSI semakin naik, pada pengujian Tx-bytes pada model mobilitas Random Direction dan Random Waypoint memiliki nilai konstan tetapi pada model mobiliatas Gauss-Markov dan Random Walk.
Analisis Kekuatan Enkripsi Data Pada Citra Digital Menggunakan Metode Rubiks Cube Yudhistira Satrio Yudanto; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 04 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.494 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n04.p557-563

Abstract

Perkembangan teknologi pada saat ini sangatlah pesat, yang dimana dapat memberikan berbagai macam informasi dan berbagai macam - macam pilihan untuk melakukan sebuah penyimpanan dan pengiriman informasi. Citra Digital merupakan salah satu media yang banyak digunakan untuk menyimpan foto, gambar, maupun hasil karya dalam format berbentuk digital dan sedangkan kriptografi merupakan ilmu yang mempelajari suatu teknik matematika dimana teknik tersebut berhungan dengan adanya keamanan pada media informasi seperti gambar, video, audio, dan tulisan. Media tersebut sangatlah penting dan perlu dijaga kerahasiaannya, maka dari itu saat proses pengiriman informasi yang bersifat rahasia atau sensitif, maka sebisa mungkin menjaga informasi tersebut agar tidak rentan terhadap pencurian informasi oleh pihak yang akan mencuri informasi yang dimana tidak akan merugikan pemilik informasi. Pada penelitian kali ini penulis akan melakukan suatu penelitian untuk memberikan suatu keamanan pada media gambar (citra digital) yang merupakan suatu keamanan kriptografi yang menggunakan algoritma Rubiks Cube. Citra yang akan digunakan sebagai bahan penelitian ini adalah citra digital yang berformat .jpg dan .bmp. Pada pengujian kali ini, penulis akan melakukan dengan dua tahap yaitu dengan menggunakan indera pengelihatan manusia dan tahap kedua dengan melakukan suatu perhitungan pada gambar yang asli dan dengan gambar hasil. Yang dimana meliputi beberapa aspek yaitu : pengujian enkripsi dan deskripsi, pengujian melalui hasil uji NPCR, dan pengujian dengan melalui hasil histogram. Dengan proses keamanan tersebut, akan diawali dengan pembangkitan pada deret kunci baris dan kolom yang secara acak, lalu akan dilanjutkan dengan pengacakan pada setiap piksel vertikal maupun horizontal sesuai dengan kunci yang sudah dibangkitkan sebelumnya. Gambar(citra digital) yang telah teracak maka akan dilanjutkan dengan implementasi XOR di setiap bagian pixel gambar tersebut. Sehingga dapat menghasilkan gambar(citra digital) yang telah dienkripsi. Dari hasil penelitian tersebut, penulis mendapatkan kesimpulan bahwa pengujian enkripsi-dekripsi yang telah dilakukan dengan menggunakan metode rubiks cube berhasil pada bahasa pemrograman python dan pada pengujian nilai NPCR hasilnya menunjukan bahwa nilai pada gambar yang telah dienkripsi menghasilkan nilai rata – rata 99.5% . Gambar yang telah di enkripsi pada pengujian histogram mengalami perubahan nilai warna yang dimana keamanan informasi media sangat terjaga kerahasiaannya.
Analisis Penerapan Manajemen Bandwith Pada Jaringan Software Defined Network Kevin Febrinda Diksar Fahmi Putra; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 4 No 01 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jinacs.v4n01.p143-149

Abstract

Peningkatan kebutuhan akses layanan digital menuntut adanya peningkatan sumber daya yang dibutuhkan. Penggunaan internet oleh masyarakat Indonesia saat ini mencapai sekitar 212,35 juta orang. Hal ini merupakan tantangan bagi penyedia layanan digital agar para pengguna dapat mengakses layanan dengan efektif dan efisien. Oleh karena itu, supaya kecepatan koneksi internet yang berkaitan dengan pengaksesan layanan digital dapat dilakukan dengan mudah tanpa masalah, diperlukan manajemen bandwidthagar bandwidth bisa dikelola dengan efektif sehingga satu user dengan yang lain menggunakan bandwith yang seimbang dan kinerja jaringan menjadi lebih baik. Metode Hierarchical Token Bucket atau disingkat HTB ialah metode yang dapat digunakan untuk mengatur manajemen bandwidth adalah HTB. Dimana bandwith akan dibagi ke dalam kelas – kelas sehingga mempermudah proses pengaturannya. Dengan menggunakan QoS ( Quality of Service ), metode HTB diterapkan agar menghasilkan kinerja jaringan yang lebih baik dengan parameter pengujian throughput, delay, jitter dan packet loss. Selain manajemen bandwidth, pengelolaan jaringan dapat dilakukan dengan mengimplementasikan teknologi SDN (Software Defined Network ) yang mampu mengelola jaringan dengan konsep jaringan terpusat sehingga menghasilkan jaringan yang lebih stabil dan mudah diatur konfigurasinya. Pada penelitian ini dilakukan analisis penerapan manajemen bandwidth pada jaringan SDN.Berdasarkan hasil penelitian dan pengukuran QOS, kinerja jaringan yang menggunakan QoS memperoleh hasil yang lebih baik dan lebih unggul dengan nilai rata - rata throughput 107828,033 bp/s, jitter 10 s, serta packet loss memiliki rata - rata 0,65718048% dan parameter delay memiliki rata – rata 12 s dengan kategorisangat bagus. Berdasarkan hasil pengujian tersebut didapatkan kesimpulan bahwa manajemen bandwith pada SDN menggunakan metode Hierarchical Token Bucket memiliki kinerja yang lebih unggul, efektif, dan efisien.