Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Perencanaan Keuangan Bagi Ibu-Ibu Pengusaha UMKM Aisyiyah Devi Permatasari; Maya Indriastuti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i4.10771

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mempunyai peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi dan memperluas lapangan kerja. Hal ini sangat beralasan karena jumlah UMKM di Indonesia sekitar 99% dari seluruh usaha di Indonesia. Pemberdayaan sektor UMKM ini memang perlu terus ditingkatkan, sehingga diharapkan, di masa depan ribuan UMKM yang bergerak diberbagai sektor di tanah air ini dapat berkembang dan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar. Kendala utama yang dihadapi pengusaha UMKM adalah akses keuangan pada lembaga keuangan formal karena UMKM tidak mempunyai collateral. Selain itu, masalah lain yang dihadapi sektor UKM adalah pengelolaan keuangan/perencanaan keuangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan pelatihan perencanaan keuangan bagi UMKM, khususnya Ibu-ibu pengusaha Aisyiyah di Kabupaten Semarang dengan metode: (1) presentasi, (2) praktek, (3) diskusi dan (4) tanya jawab. Monitoring dan evaluasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan secara bertahap untuk menilai apakah pelatihan yang diberikan bisa memberikan nilai tambah atau tidak bagi mereka. Hasil dalari pelatihan ini menyatakan bahwa ibu-ibu pengusaha UMKM Aisyiyah telah mempelajari perencanaan keuangan dengan baik, sehingga mereka telah mampu dan paham dalam perhitungan perencanaan keuangan bagi kemajuan usahanya.
Pengaruh Struktur Aset, Sales Growth, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Hutang Inarotul Laily; Devi Permatasari; Lisa Kartikasari; Maya Indriastuti
eCo-Fin Vol. 7 No. 2 (2025): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v7i2.2384

Abstract

Pentingnya memahami faktor-faktor penentu kebijakan hutang dalam konteks sektor manufaktur di negara berkembang. Kehadiran dana yang cukup untuk mendukung operasinal bisnis suatu organisasi merupakan salah satu komponen kuncinya. Oleh karena itu, kebijakan hutang dapat menjadi sumber modal yang tepat untuk memperkuat keuangan suatu bisnis, sehingga tujuan dari riset ini yaitu menganalisis secara empiris terkait kebijakan utangnya terhadap struktur aktiva, pertumbuhan penjualan, kemudian skala perusahaan di perusahaan manufaktur yang tercatat di BEI periode 2021–2023. Riset ini menerapkan regresi linier berganda dengan teknik purposive sampling pada 276 data dari 92 entitas. Hasil uji t menunjukkan struktur aktiva tidak berpengaruh signifikan (t = 1,667; p = 0,95), begitu pula pertumbuhan penjualan (t = 0,668; p = 0,504). Sebaliknya, ukuran perusahaan berkorelasi positif terhadap kebijakan utang (t = 4,536; p = 0,000). Uji F mengindikasikan ketiga variabel independen secara simultan memengaruhi kebijakan utang (p = 0,000 < 0,05). Implikasi riset ini, aset tetap sebaiknya tidak dijadikan agunan bila dana internal mencukupi, kemudian fluktuasi penjualan tahunan turut memengaruhi kemampuan pelunasan utang. Analisis mengungkapkan bahwa kebijakan hutang hanya dipengaruhi oleh ukuran perusahaan (p = 0,000) dengan R2 = 6,8%. Temuan ini dapat membantu manajer keuangan mempertimbangkan ukuran perusahaan dalam merancang struktur pembiayaan.
PENGARUH PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN, DAN LEVERAGE TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN SEKTOR TRANSPORTASI DAN LOGISTIK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (2022–2024) Kayana Edgina Parahita; Maya Indriastuti
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i3.1533

Abstract

Sektor logistik dan transportasi di Indonesia bertumbuh secara signifikan hingga  berkontribusi terhadap PDB sebesar 6,58% (2022), 8,75% (2023), dan 9,56% (2024), yang mendorong perusahaan untuk menjaga kinerja keuangan melalui berbagai strategi, termasuk manajemen laba. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, dan leverage terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel diperoleh melalui teknik purposive sampling dan menghasilkan 10 perusahaan (30 observasi). Analisis regresi linier berganda digunakan sebagai metode utama, dilengkapi dengan uji hipotesis. Manajemen laba diukur menggunakan discretionary accruals berdasarkan Modified Jones Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba (sig. = 0,003), konsisten dengan prediksi teori keagenan bahwa manajer di perusahaan dengan profitabilitas tinggi terdorong menjaga stabilitas laba. Sebaliknya, ukuran perusahaan berpengaruh positif namun tidak signifikan (sig. = 0,707), dan leverage berpengaruh positif namun tidak signifikan (sig. = 0,147). Temuan ini mengimplikasikan perlunya peningkatan pengawasan terhadap praktik pelaporan keuangan, khususnya pada perusahaan logistik berkapitalisasi besar dan profitabel.
MSME Digital Transformation Readiness Prediction for Data-Driven Decision Support: Prediksi Kesiapan Transformasi Digital UMKM untuk Dukungan Pengambilan Keputusan Berbasis Data Andi Riansyah; Maya Indriastuti; Maulana Ahmad Widiarta
Journal of Data Insights Vol 4 No 1 (2026): Journal of Data Insights
Publisher : Department of Sains Data UNIMUS Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jodi.v4i1.1193

Abstract

Digital transformation readiness among micro, small, and medium enterprises (MSMEs) varies across business sectors and organizational capabilities. This study develops a supervised classification model to predict MSME digital transformation readiness for data-driven decision support. Target labels were constructed from previous fuzzy clustering results and organized into three readiness levels: low, moderate, and high. The predictive model was built using Random Forest with business type, workforce transformation, dynamic capability, and SME performance as key predictors. Data preprocessing included categorical encoding, train-test separation, and class imbalance handling applied only to the training data to avoid data leakage. Model evaluation on the hold-out set produced 91.40% accuracy, 91.36% macro precision, 92.16% macro recall, and 91.72% macro F1-score. The confusion matrix showed that 85 of 93 test observations were correctly classified, with most errors occurring between adjacent readiness levels. Feature importance analysis indicated that dynamic capability was the most influential predictor, followed by workforce transformation and SME performance. The findings demonstrate that Random Forest can transform clustering-based insights into a practical predictive model for prioritizing MSME assistance, training, and digital development programs.
Pelatihan bagi UMKM untuk Bertransformasi Digital Menuju Bisnis Berkelanjutan Maya Indriastuti; Sri Anik
Indonesian Journal of Community Services Vol 8, No 1 (2026): May 2026
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.8.1.65-73

Abstract

UMKM binaan Desa Banyubiru merupakan UMKM yang bergerak di bidang kuliner, fashion, kerajinan, dan agribisnis, bersinergi berkolaborasi bersama untuk kemajuan ekonomi desa. UMKM binaan ini mempunyai potensi untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional, mendukung pengembangan wisata kuliner dan budaya lokal, mengisi kebutuhan pasar yang belum terlayani, medorong inovasi dan pengembangan keterampilan, memperkuat jejaring produksi dan pemasaran pangan lokal. Namun, kondisi dan persoalan, UMKM binaan Desa Banyubiru masih sedikit yang memiliki literasi terkait transformasi digital. Oleh karena itu, sasaran yang tepat untuk program pelatihan dari tim pengabdian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unissula. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pengetahuan sekaligus pelatihan bagaimana bertransformasi digital menuju bisnis berkelanjutan. Mitra pengabdian adalah UMKM binaan Desa Banyubiru. Metode pelaksanaan pengabdian ini meliputi survei awal (identifikasi masalah), pelatihan, pendampingan, monitoring dan evaluasi terkait dengan transformasi digital. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa: a) UMKM binaan Desa Banyubiru mendapatkan tambahan pengetahuan dan pemahaman tentang bertransformasi digital berupa berbagai bentuk strategi dan penerapan teknologi digital; b) UMKM binaan Desa Banyubiru memiliki kompetensi terkait penggunaan digital. Urgensi kegiatan pengabdian terletak pada pentingnya bertransformasi digital menuju bisnis berkelanjutan, sehingga mereka mampu meningkatkan daya saing, efisiensi operasional, dan pemasaran produk.The MSMEs under the guidance of Banyubiru Village are MSMEs engaged in the culinary, fashion, handicraft, and agribusiness sectors, working together in synergy to advance the village's economy. These SMEs have the potential to create jobs and reduce unemployment, increase income and improve the welfare of the community, drive local and national economic growth, support the development of culinary and cultural tourism, meet unmet market needs, encourage innovation and skill development, and strengthen local food production and marketing networks. However, the condition and problem is that only a few of the MSMEs under the guidance of Banyubiru Village have literacy related to digital transformation. Therefore, the right target for the training program is the community service team of the Faculty of Economics and Business, Unissula. The purpose of this community service is to provide knowledge and training on how to transform digitally towards a sustainable business. The community service partners are MSMEs under the guidance of Banyubiru Village. The implementation methods for this community service project include an initial survey (problem identification), training, mentoring, and monitoring and evaluation related to digital transformation. The results of the community service activities show that: a) MSMEs under the guidance of Banyubiru Village have gained additional knowledge and understanding of digital transformation in the form of various strategies and applications of digital technology; b) MSMEs under the guidance of Banyubiru Village have competencies related to digital use. The urgency of community service activities lies in the importance of digital transformation towards sustainable business, so that they are able to increase competitiveness, operational efficiency, and product marketing.