Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Deep Ecology Arne Naess terhadap Aktivitas Penambangan Pasir (Studi Kasus: Penambangan Pasir Merapi di Sekitar Sungai Gendol Cangkringan Sleman Yogyakarta) Dela Khoirul Ainia; Jirzanah Jirzanah
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 19, No 1 (2021): April 2021
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.19.1.98-106

Abstract

Gunung Merapi merupakan gunung teraktif di Indonesia, sehingga setiap erupsi mengeluarkan material vulkanik berupa pasir dan batuan. Pada tahun 2010 Gunung Merapi mengalami erupsi dengan mengeluarkan material vulkanik sebanyak 140 juta m3 akibatnya sekitar 23 % material yang dikeluarkan memenuhi aliran Sungai Gendol. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui kebijakannya mengeluarkan aturan untuk dilakukan normalilsasi aliran Sungai Gendol, selain bertujuan untuk menormalisasi aliran sungai potensi tersebut juga dimanfaatkan sebagai lahan mata pencaharian yaitu dengan mengambil pasir dan batu. Akibat dari adanya penambangan pasir dan batu lingkungan sekitar mengalami kerusakan, diantaranya vegetasi tumbuhan tidak dapat tumbuh, kerusakan jalan, debu yang beterbangan akibat truk pengangkut pasir dan batu.  Dalam hal ini terkait dengan permasalahan yang terjadi disekitar penambangan pasir akan dikaji menggunakan platform deep ecology Arne Naess. Tujuan dari penelitian ini yakni menganalisis secara kritis mengenai aktivitas penambangan pasir Merapi yang ada di sekitar Sungai Gendol selain itu juga merumuskan solusi terkait permasalahan yang terjadi. Data dikumpulkan dengan cara studi pustaka, wawancara mendalam dengan pejabat kecamatan, dinas lingkungan hidup, penambang pasir, maupun dengan pengamatan lapangan. Teori  Deep  Ecology  memiliki kelebihan di antaranya bertitik tolak dari ideologi keberlanjutan sistem ekologi membawa perubahan fundamental pada tatanan  kehidupan  sosial,  ekonomi  dan politik. Deep Ecology memandang bahwa makhluk hidup biotik maupun abiotik saling  terkait  sehingga harus  dihormati  dan  dihargai. Kurangnya kesadaran masyarakat penambang pasir menyebabkan terjadinya kerusakan  lingkungan. Sumberdaya pasir atau batu bukan  untuk dikuasai  dan direduksi  secara  berlebih,  namun  dapat  digunakan   sebagai sarana  memenuhi   kebutuhan kehidupan vital manusia. Perubahan  pandangan  dan  sikap  yang  arif  dalam  memperlakukan alam harus selalu dimiliki oleh seluruh masyarakat maupun pemerintah terkait.
MERDEKA BELAJAR DALAM PANDANGAN KI HADJAR DEWANTARA DAN RELEVANSINYA BAGI PENGEMBANAGAN PENDIDIKAN KARAKTER Dela Khoirul Ainia
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v3i3.24525

Abstract

Merdeka belajar atau kebebasan berpikir merupakan gagasan yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Tujuan dari merdeka belajar yaitu menciptakan pendidikan yang menyenangkan bagi siswa dan guru, karena selama ini sistem pendidikan di indonesia masih memiliki permasalahan yang kompleks. Selama ini pendidikan lebih menekankan pada aspek pengetahuan daripada aspek keterampilan. Dengan dicetuskannya gagasan merdeka belajar siswa dan guru dibebaskan dalam mengembangkan bakat dan ketrampilan dalam dirinya. Merdeka belajar menekankan juga pada aspek pengembangan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa indonesia. Ki Hadjar Dewantara memandang pendidikan sebagai pendorong bagi perkembangan siswa yaitu pendidikan mengajarkan untuk mencapai perubahan dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar. Merdeka belajar yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sejalan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara, karena pendidikan menghilangkan belenggu kesenjangan dan membentuk karakter calon pemimpin bangsa. Merdeka belajar merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai pembentuk karakter bangsa dimulai yang dari pembenahan sistem pendidikan dan metode belajar. Diharapkan merdeka belajar dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik serta memberikan manfaat pada lingkungan.  
KONSEP METAFISIKA DALAM FALSAFAH JAWA HAMEMAYU HAYUNING BAWANA Dela Khoirul Ainia
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v4i2.30591

Abstract

AbstrakPenelitian ini secara garis besar bertujuan untuk memahami konsep falsafah jawa Hamemayu Hayuning Bawana yang selama ini menjadi pandangan hidup masyarakat jawa berdasarkan pandangan metafisika. Dalam hal ini manusia hidup berdampingan dengan alam dan tidak dapat dipisahkan dari unsur yang lain. Manusia dapat bereksistensi karena ada perantara pengada dalam suatu realitas. Konsep falsafah jawa hamemayu hayuning bawana merupakan konsep yang ditekankan keseimbangan kehidupan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia hubungannya dengan Tuhan kaitannya dengan menjalankan kehidupan di dunia. Masyarakat Jawa dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari masih memegang kuat prinsip hidup yang berhubungan dengan sesuatu yang ada dibalik realitas, sehingga dalam tatanan kehidupannya selalu menghargai dan menjaga keseimbangan antara kehidupan alam dan manusia.   Kata kunci: Memayu Hayuning Bawana, Metafisika, Realitas Pengada AbstractThis research broadly aims to understand the concept of Javanese philosophy Hamemayu Hayuning Bawana which has been a view of life of Javanese people based on metaphysical views. In this case man coexists with nature and is inseparable from other elements. Human beings can exist because there is an intermediary in a reality. The concept of Javanese philosophy Hamemayu hayuning bawana is a concept that emphasizes the balance of life between man and man, man with nature and man in relation to God in relation to living life in the world. Javanese people in carrying out their daily lives still hold strong principles of life related to something that is behind reality, so that in the order of life always appreciate and maintain the balance between natural life and human beings. Keywords: Memayu Hayuning Bawana, Metaphysics, The Reality of Pengada
SUNAN KALIJAGA'S PHILOSOPHICAL THINKING IS RELEVANT FOR STRENGTHENING CHARACTER EDUCATION IN INDONESIA Arqom Kuswanjono; Heri Santoso; Kusuma Putri; Dela Khoirul Ainia
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 11, No 1 (2022): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v11i1.8640

Abstract

The aims of this study are to explore the philosophical thoughts of Sunan Kalijaga and, to inventory Sunan Kalijaga's philosophical thoughts that affect reinforcement character education in Indonesia. The method in this research is the historical factual character, which is to examine the character's thoughts on current actual problems with the help of the character's literature study. The results are reinforcement character education in Indonesia through the philosophical thinking of Sunan Kalijaga and, an education model characterized by Indonesia. Character education based on the philosophical values of these figures will lay the foundation for values to build strength and a basis for legitimacy for the practice of life, whether carried out by students at school or in everyday life. With the philosophical values of figures in character education, it will color the face of education in Indonesia to start building a non-western educational paradigm based on the embryo of national identity, namely the Nusantara.
Coaching Jiwa Merdeka sebagai Proses Pembangunan Karakter Guru dalam Rangka Peningkatan Kualitas PAUD di Daerah Istimewa Yogyakarta Heri Santoso; Hastangka Hastangka; Dela Khoirul Ainia; Kusuma Putri
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 2 No. 2 (2021): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v2i2.4203

Abstract

The purpose of community service  is to to delivery services for  childhood education teachers through coaching model of “Independent Soul” in the context of character development of PAUD teachers in dealing with the Covid 19 pandemic, and to improve the quality of PAUD. This program uses a qualitative approach. The data in this research were obtained through FGDs, interviews, and literature studies. The activity mentioned in this program  is an effort to hold a community-service based program to apply the appropriate technology known as Teknologi Tepat Guna (TTG) in education. The result of the activity indicates that the right methods and approaches to raise motivation and enthusiasm for PAUD teachers during the COVID-19 pandemic are coaching and training that emphasizes the aspects of sense and soul processing. Those methods and approaches are proven to give a positive impression for the participants.