Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminas Competitive Advantage

Peningkatan Daya Saing Masyarakat Melalui Model Layanan Berbasis Konsumen Di Perguruan Tinggi maryati, wiwik
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.896 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu hambatan perekonomian Indonesia untuk menuju pasar tunggal ASEAN 2015 adalah masalah peningkatan sumber daya manusia agar mampu berdaya saing di pasar global. Tugas perguruan tinggi adalah mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat mewujudkan sumber daya manusia yang mampu berdaya bersaing. Perguruan tinggi sampai sekarang masih dipercaya memiliki kekuatan moral mewujudkan masyarakat yang berdaya saing. Tulisan ini bertujuan mengetengahkan model layanan yang perlu dilakukan perguruan tinggi untuk dapat mencetak produk yang berkualitas. Untuk dapat mencetak produk yang berdaya saing perguruan tinggi harus berorientasi pada kebutuhan stakeholders, dalam hal ini mo del layanan berbasis konsumen. Orientasi ini diperlukan karena tak jarang di perguruan tinggi sering timbul sikap dan perilaku konsumerisme. Pengelolaan perguruan tinggi dengan model seperti ini menekankan 3 hal,  yaitu moving (dinamis menjawab persaingan), caring (kepedulian pada konsumen) dan innovating (inovasi). Kata Kunci: konsumerisme, layanan berbasis konsumen, daya saing   ABSTRACT One of the barriers to the Indonesian economy towards a single market of ASEAN in 2015 is a matter of increasing human resources to be able to competitiveness in the global marketplace. The task of university is to develop science and technology in order to realize the human resources capable of competing helpless. University are still believed to have the moral strength to achieve a competitive society. This paper aims to explores service model needs to be done university to be able to print a quality product. To be able to print a competitive product that university  must be oriented to the needs of stakeholders, in this model of consumer-based services. Orientation is necessary because not rare in university often arise attitudes and behaviors of consumerism. University management with a model like this emphasize three things, namely moving (dynamic competition answer), caring (concern for the consumer) and Innovating (innovation). Keywords: consumerism, consumer-based service, competitiveness,
PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM PEMBERDAYAAN ENTREPRENEURSHIP UNTUK MENGEMBANGKAN WIRAUSAHAWAN KECIL MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL MARYATI, WIWIK
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.081 KB)

Abstract

ABSTRAK Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kondisi aktual yang dialami oleh wirausahawan kecil saat ini dan berupaya memberikan kontribusi pemikiran terhadap upaya pengembangan entrepreneurship. Jika melihat kondisi saat ini, masih banyak wirausahawan kecil yang bertahan dengan usaha yang mereka kelola secara konvensional dan belum nampak ada pengembangan usaha. Hal ini menjadikan wirausahawan kecil tersebut sulit beradaptasi dengan lingkungan global yang penuh persaingan. Rendahnya motivasi untuk mengembangkan usaha dikarenakan sulitnya faktor permodalan yang bisa diatasi dengan program pemberdayaan entrepreneurship. Program pemberdayaan entrepreneurship dilakukan dengan memberikan fasilitas tidak hanya berupa pinjaman permodalan namun juga kemudahan akses mendapatkan permodalan. Kemudahan akses inilah yang menjadikan permasalahan besar bagi wirausahawan kecil. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini, perguruan tinggi berperan sebagai lembaga pendukung non-finansial yang menjamin kemudahan akses permodalan. Melalui jalinan kerjasama antara perguruan tinggi dengan perbankan sebagai sumber permodalan akan memudahkan peran perguruan tinggi dalam memediasi akses permodalan tersebut. Kata kunci: peran perguruan tinggi, pemberdayaan entrepreneurship, persaingan global  ABSTRACT Alpha This article aims to describe the actual conditions faced by small entrepreneurs today and seeks to contribute ideas towards entrepreneurship development efforts. If look at current conditions, many small entrepreneurs who survive with businesses that they manage in conventional and yet there appears to enterprise development. It makes small entrepreneurs difficult to adapt in a competitive global environment. Low motivation to develop the business due to the difficulty factor of capital that can be overcome with entrepreneurship empowerment program. Entrepreneurship empowerment program carried out by providing facility is not only capital loan but also the ease of getting access to capital. Ease of access is what makes the big problem for small entrepreneurs. Solution to overcome these problem, the universities acts as a non-financial support institutions that ensure ease of access to capital. Through the fabric of cooperation between university and banks as sources of capital will facilitate the role of universities in mediating the access to capital. Key words: the role of universities, entrepreneurship empowerment, global competition
Peningkatan Daya Saing Masyarakat Melalui Model Layanan Berbasis Konsumen Di Perguruan Tinggi maryati, wiwik
Prosiding Seminas Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.896 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu hambatan perekonomian Indonesia untuk menuju pasar tunggal ASEAN 2015 adalah masalah peningkatan sumber daya manusia agar mampu berdaya saing di pasar global. Tugas perguruan tinggi adalah mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat mewujudkan sumber daya manusia yang mampu berdaya bersaing. Perguruan tinggi sampai sekarang masih dipercaya memiliki kekuatan moral mewujudkan masyarakat yang berdaya saing. Tulisan ini bertujuan mengetengahkan model layanan yang perlu dilakukan perguruan tinggi untuk dapat mencetak produk yang berkualitas. Untuk dapat mencetak produk yang berdaya saing perguruan tinggi harus berorientasi pada kebutuhan stakeholders, dalam hal ini mo del layanan berbasis konsumen. Orientasi ini diperlukan karena tak jarang di perguruan tinggi sering timbul sikap dan perilaku konsumerisme. Pengelolaan perguruan tinggi dengan model seperti ini menekankan 3 hal,  yaitu moving (dinamis menjawab persaingan), caring (kepedulian pada konsumen) dan innovating (inovasi). Kata Kunci: konsumerisme, layanan berbasis konsumen, daya saing   ABSTRACT One of the barriers to the Indonesian economy towards a single market of ASEAN in 2015 is a matter of increasing human resources to be able to competitiveness in the global marketplace. The task of university is to develop science and technology in order to realize the human resources capable of competing helpless. University are still believed to have the moral strength to achieve a competitive society. This paper aims to explores service model needs to be done university to be able to print a quality product. To be able to print a competitive product that university  must be oriented to the needs of stakeholders, in this model of consumer-based services. Orientation is necessary because not rare in university often arise attitudes and behaviors of consumerism. University management with a model like this emphasize three things, namely moving (dynamic competition answer), caring (concern for the consumer) and Innovating (innovation). Keywords: consumerism, consumer-based service, competitiveness,
PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM PEMBERDAYAAN ENTREPRENEURSHIP UNTUK MENGEMBANGKAN WIRAUSAHAWAN KECIL MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL MARYATI, WIWIK
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kondisi aktual yang dialami oleh wirausahawan kecil saat ini dan berupaya memberikan kontribusi pemikiran terhadap upaya pengembangan entrepreneurship. Jika melihat kondisi saat ini, masih banyak wirausahawan kecil yang bertahan dengan usaha yang mereka kelola secara konvensional dan belum nampak ada pengembangan usaha. Hal ini menjadikan wirausahawan kecil tersebut sulit beradaptasi dengan lingkungan global yang penuh persaingan. Rendahnya motivasi untuk mengembangkan usaha dikarenakan sulitnya faktor permodalan yang bisa diatasi dengan program pemberdayaan entrepreneurship. Program pemberdayaan entrepreneurship dilakukan dengan memberikan fasilitas tidak hanya berupa pinjaman permodalan namun juga kemudahan akses mendapatkan permodalan. Kemudahan akses inilah yang menjadikan permasalahan besar bagi wirausahawan kecil. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini, perguruan tinggi berperan sebagai lembaga pendukung non-finansial yang menjamin kemudahan akses permodalan. Melalui jalinan kerjasama antara perguruan tinggi dengan perbankan sebagai sumber permodalan akan memudahkan peran perguruan tinggi dalam memediasi akses permodalan tersebut. Kata kunci: peran perguruan tinggi, pemberdayaan entrepreneurship, persaingan global  ABSTRACT Alpha This article aims to describe the actual conditions faced by small entrepreneurs today and seeks to contribute ideas towards entrepreneurship development efforts. If look at current conditions, many small entrepreneurs who survive with businesses that they manage in conventional and yet there appears to enterprise development. It makes small entrepreneurs difficult to adapt in a competitive global environment. Low motivation to develop the business due to the difficulty factor of capital that can be overcome with entrepreneurship empowerment program. Entrepreneurship empowerment program carried out by providing facility is not only capital loan but also the ease of getting access to capital. Ease of access is what makes the big problem for small entrepreneurs. Solution to overcome these problem, the universities acts as a non-financial support institutions that ensure ease of access to capital. Through the fabric of cooperation between university and banks as sources of capital will facilitate the role of universities in mediating the access to capital. Key words: the role of universities, entrepreneurship empowerment, global competition