Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Volume Sepeda Motor Terhadap Kemacetan Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Pangeran Antasari Samarinda Ari Sasmoko Adi
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.282 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v2i1.4367

Abstract

Sepeda Motor adalah kendaraan bermotor beroda 2 (dua) dengan atau tanpa rumah- rumah dan dengan atau tanpa kereta samping, atau kendaraan bermotor beroda tiga (3) tanpa rumah-rumah. Data BPS Prov. Kaltim sepeda motor terus meningkat 5,67 % di Tahun 2017 dengan jumlah sepeda motor 2.319.159 unit. Dalam penelitian pada ruas Jalan P. Antasari menggunakan metode survei jumlah kendaraan terutama sepeda motor. Hasil analisis kepadatan arus kendaraan terjadi di pagi sebesar 25 Kendaraan/Km dan sore hari dengan jumlah 27 Kendaraan/Km. Proporsi sepeda motor yang tinggi memberikan pengaruh terhadap menurunnya kecepatan pada kendaraan ringan dan kendaraan berat. Tingkat pelayanannya arus kendaraan terjadi perlambatan kendaraan (DS > 1), kecepatan rendah, volume diatas kapasitas dan sering terjadi kemacetan pada waktu yang cukup lama.
Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Akibat Adanya Hambatan Samping di Badan Jalan Ari Sasmoko Adi
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.597 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v1i1.4286

Abstract

Kemacetan yang ada di beberapa ruas jalan di Kota Samarinda disebabkan oleh hambatan samping salah satunya adalah kendaraan yang parkir di badan jalan. Samarinda disebut juga sebagai pusat kota pemerintahan dan bisnis disaat jam sibuk sering mengalami tundaan yang cukup lama, sehingga mempengaruhi biaya operasional kendaraan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui biaya operasional kendaraan ringan akibat adanya hambatan samping di Kota Samarinda. Hasil penelitian rerata arus bebas kendaraan tanpa kendaraan parkir di badan jalan (FV) 12,671 Km/jam, dan rerata  arus bebas kendaraan dengan adanya kendaraan parkir di badan jalan (FV) 11,641 Km/jam. Biaya operasional kendaraan tanpa adanya kendaraan parkir di badan jalan terbesar sore hari di lajur 2 antara pukul 14.00 – 18.00 Wita, jenis kendaraan Avanza (mobil penumpang) Rp. 84,31 dan kendaraan jenis Isuzu D-Max (Double Cabin) dengan biaya terbesar Rp. 69,71. Biaya operasional kendaraan (BOK) dengan adanya kendaraan parkir di badan jalan terbesar sore hari pada lajur 2 antara pukul 14.00 – 18.00 Wita, untuk jenis kendaraan Avanza (mobil penampang) dengan biaya Rp. 104,28 dan kendaraan jenis Isuzu D-Max (Double Cabin) dengan biaya Rp. 166,98.
Analisa Persentase Penambahan Fly Ash dan Bottom Ash Pada Campuran Beton Dalam Pembuatan Paving Block Ari Sasmoko Adi
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.802 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v5i2.2892

Abstract

Bata beton atau disebut juga paving block adalah  suatu  komposisi  bahan  bangunan  yang  terbuat  dari campuran  semen  portland  atau  bahan  perekat  hidrolis  lainnya,  air  dan agregat   dengan   atau   tanpa   bahan   tambahan   lainnya   yang tidak mengurangi mutu beton. Penggunaan material lokal yang memenuhi syarat sangatlah sulit didapat sehingga didatangkan dari luar Kalimantan Timur yaitu dari Palu. Dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dalam campuran beton pada pembuatan paving block dengan menggunakan bahan tambah fly ash dan bottom ash.                Hasil uji dengan menggunakan bahan tambah fly ash dapat meningkatkan mutu beton sesuai persyaratan dalam pembuatan paving block, penggunaan fly ash dengan persentase 2 % kuat tekan rata-rata 53,95- MPa, persentase 3 % kuat tekan rata-rata 79,559 Mpa, persentase 4 % kuat tekan rata-rata 81,396 MPa, persentase 5 % kuat tekan rata-rata 85,720 MPa, persentase 6 % kuat tekan rata-rata 50,406 MPa. dan persentase tambah fly ash 7 % kuat tekan rata-rata 42,277 Mpa. Bahan tambah dengan menggunakan bottom ash hanya pada penambahan 2 % memenuhi Mutu D hanya dapat digunakan untuk Taman dengan kategori tidak memikul beban.
Analisis Kepadatan Arus Kendaraan di Kaki Simpangan Jalan Ir. H. Juanda Kota Samarinda Ari Sasmoko Adi
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.222 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v6i1.4364

Abstract

Simpang adalah suatu area yang kritis pada suatu jalan raya yang merupakan tempat titik konflik dan tempat kemacetan karena bertemunya dua ruas jalan atau lebih, sehingga dapat menyebabkan kecelakaan terutama disaat volume kendaraan semakin meningkat. Ruas Jalan Ir. H. Juanda jalan arteri yang berdekatan dengan simpang 4 Air Putih merupakan jalan utama yang menghubungkan ke luar kota dan ke arah Bandara APT. Pranoto Samarinda. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kepadatan arus kendaraan di kaki simpang dan tingkat pelayanan ruas jalan Ir. H. Juanda Samarinda. Hasil penelitian kepadatan arus kendaraan terjadi setiap sore hari antara pukul 14.00 – 18.00 Wita, yang terbesar kepadatannya 1.491 kendaraan/jam, kelas hambatannya Slow and of Vehicles (SMV) berjumlah 651 kendaraan dengan tingkat pelayanan F dimana arus yang terhambat, kecepatan rendah, volume diatas kapasitas, sering terjadi kemacetan pada waktu yang cukup lama.
Analisis Kepadatan Arus Kendaraan di Kaki Simpangan Jalan Ir. H. Juanda Kota Samarinda ARI SASMOKO ADI
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v8i1.6761

Abstract

Simpang adalah suatu area yang kritis pada suatu jalan raya yang merupakan tempat titik konflik dan tempat kemacetan karena bertemunya dua ruas jalan atau lebih, sehingga dapat menyebabkan kecelakaan terutama disaat volume kendaraan semakin meningkat. Ruas Jalan Ir. H. Juanda jalan arteri yang berdekatan dengan simpang 4 Air Putih merupakan jalan utama yang menghubungkan ke luar kota dan ke arah Bandara APT. Pranoto Samarinda. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kepadatan arus kendaraan di kaki simpang dan tingkat pelayanan ruas jalan Ir. H. Juanda Samarinda. Hasil penelitian kepadatan arus kendaraan terjadi setiap sore hari antara pukul 14.00 – 18.00 Wita, yang terbesar kepadatannya 1.491 kendaraan/jam, kelas hambatannya Slow and of Vehicles (SMV) berjumlah 651 kendaraan dengan tingkat pelayanan F dimana arus yang terhambat, kecepatan rendah, volume diatas kapasitas, sering terjadi kemacetan pada waktu yang cukup lama.
Analisis Kepadatan Arus Kendaraan di Kaki Simpangan Jalan Ir. H. Juanda Kota Samarinda Ari Sasmoko Adi
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v8i1.6854

Abstract

Simpang adalah suatu area yang kritis pada suatu jalan raya yangmerupakan tempat titik konflik dan tempat kemacetan karenabertemunya dua ruas jalan atau lebih, sehingga dapat menyebabkankecelakaan terutama disaat volume kendaraan semakin meningkat. RuasJalan Ir. H. Juanda jalan arteri yang berdekatan dengan simpang 4 AirPutih merupakan jalan utama yang menghubungkan ke luar kota dan kearah Bandara APT. Pranoto Samarinda. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui kepadatan arus kendaraan di kaki simpang dan tingkatpelayanan ruas jalan Ir. H. Juanda Samarinda. Hasil penelitian kepadatanarus kendaraan terjadi setiap sore hari antara pukul 14.00 – 18.00 Wita,yang terbesar kepadatannya 1.491 kendaraan/jam, kelas hambatannyaSlow and of Vehicles (SMV) berjumlah 651 kendaraan dengan tingkatpelayanan F dimana arus yang terhambat, kecepatan rendah, volumediatas kapasitas, sering terjadi kemacetan pada waktu yang cukup lama.