Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Lapis Pondasi Tanah Semen Pada Stabilisasi Tanah Dasar Pekerjaan Pemeliharaan Jalan Damanhuri Kota Samarinda Eswan Eswan
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.416 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v4i3.2497

Abstract

Satu alternatif untuk mengatasi kesulitan ( kemahalan ) pengadaan batu yang memenuhi persyaratan adalah dengan menstabilisasi tanah setempat yang berkualitas dengan campuran semen Porland sehingga menghasilkan suatu pondasi perkerasan yang cukup kuat, tahan terhadap air, permukaan yang halus, dan tahan lama.Di Indonesia pekerjaan Lapis Pondasi Tanah Semen sudah cukup lama digunakann di Propinsi Riau yang mempunyai permasalahan yang hampir sama dengan propinsi Kalimantan Timur yaitu tidak mempunyai material batu yang memenuhi persyaratan untuk pembangunan jalan. Dengan beberapa pertimbangan ekonomi, teknis dan waktu pelaksanaan, maka sejak tahun 2000, propinsi Kalimantan Timur sudah memulai menerapkan pembangunan jalan dengan Lapis Pondasi Tanah Semen dan sampai saat ini masih diterapkan pada sebagian besar pembangunan jalan. Sedangkan pada proyek Pembangunan Jalan Panjitan – Damanhuri – Samarinda dikerjakan pada tahun 2005-2006 / 2006-2007 dengan menggunakan Lapis Pondasi Tahah Semen.Untuk memberikan gambaran tentang kondisi yang ada di lapangan dan bagaimana caranya untuk mempercepat program perkerasan jalan dengan anggaran biaya yang memadai dan menghasilkan produk yang berkualitas serta tercapainya proses transportasi darat yang bisa cepat dilalui, menganalisa perbandingan biaya antara Lapis Pondasi Tahah Semen dengan menggunakan Aggregate Base, sehingga biasa digunakan para praktisi untuk mempertimbangkan struktur yang dipakai, diambil dari perbandingan yang sedang atau telah dikerjakan pada proyek Pembangunan Jalan Panjaitan – Damanhuri – Samarinda Propinsi Kalimantan Timur dan Membandingkan kelebihan dan kekurangan dari penerapan pekerjaan SOIL SEMENT dengan AGGREGAT BASE, objek penelitian dalam studi ini adalah tanah dilokasi proyek pembangunan jalan Panjaitan-Damanhuri Samarinda. Dan variabel yang digunakan adalah Biaya antara Lapis Pondasi Tahah Semen dengan menggunakanaAggregate Base dan Soil Sement.Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Nilai batas UCS minimum (20 kg/cm2), target (24 kg/cm2) dan maksimum (35 kg/cm2) untuk Soil Cement Baseyang disyaratkan SNI 03-3637-1994 dapat dicapai dengan mencampur tanah tersebut dengan prosentase semen masing-masing 6,94 %, 8,40 % dan 12,42 %, sedangkan Nilai batas CBR minimum (100 %), target (120 %) dan maksimum (200 %) untuk Soil Cement Base yang disyaratkan SNI 03-1744-1989 dapat dicapai dengan mencampur tanah tersebut dengan prosentase semen masing-masing 7,33 %, 8,85 % dan 14,96 %. Untuk mendapat nilai UCS (Unconfined Compressive Streght) yang disyaratkan yaitu sebesar 24 kg/cm², maka setelah dilakukan perhitungan didapat nilai :- Kadar Semen     =  8,4 %- Dan Nilai CBR   =  114,061 %Sehingga berdasarkan dari evaluasi pengujian / pemeriksaan dan perhitungan di atas maka dapat disimpulkan bahwa kadar semen yang diperlukan untuk mendapatkan nilai UCS 24 kg/cm² adalah 8,4 % terhadap berat contoh tanah. Dan hasil hasil perhitungan biaya didapatkan hasil sebagai berikut :a)       Harga pondasi  jalan menggunakan Agregat sebesarRp. 1.272.347,72 per  m2b)       Harga pondasi  jalan menggunakan SCB sebesar Rp. 1.110.245,77 per  m2c)       Harga total pekerjaan jalan secara OE (Owner Estimate) sebesar Rp. 2.005.000,00  per m2
Pengaruh Lapis Pondasi Tanah Semen Pada Stabilisasi Tanah Dasar Pekerjaan Pemeliharaan Jalan Damanhuri Kota Samarinda Eswan Eswan
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.544 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v4i1.2485

Abstract

Satu alternatif untuk mengatasi kesulitan ( kemahalan ) pengadaan batu yang memenuhi persyaratan adalah dengan menstabilisasi tanah setempat yang berkualitas dengan campuran semen Porland sehingga menghasilkan suatu pondasi perkerasan yang cukup kuat, tahan terhadap air, permukaan yang halus, dan tahan lama.Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Nilai batas UCS minimum (20 kg/cm2), target (24 kg/cm2) dan maksimum (35 kg/cm2) untuk Soil Cement Baseyang disyaratkan SNI 03-3637-1994 dapat dicapai dengan mencampur tanah tersebut dengan prosentase semen masing-masing 6,94 %, 8,40 % dan 12,42 %, sedangkan Nilai batas CBR minimum (100 %), target (120 %) dan maksimum (200 %) untuk Soil Cement Base yang disyaratkan SNI 03-1744-1989 dapat dicapai dengan mencampur tanah tersebut dengan prosentase semen masing-masing 7,33 %, 8,85 % dan 14,96 %. Untuk mendapat nilai UCS (Unconfined Compressive Streght) yang disyaratkan yaitu sebesar 24 kg/cm², maka setelah dilakukan perhitungan didapat nilai Kadar Semen       =  8,4 %  dan Nilai CBR     =  114,061 %Sehingga berdasarkan dari evaluasi pengujian / pemeriksaan dan perhitungan di atas maka dapat disimpulkan bahwa kadar semen yang diperlukan untuk mendapatkan nilai UCS 24 kg/cm² adalah 8,4 % terhadap berat contoh tanah.Dan hasil hasil perhitungan biaya didapatkan hasil sebagai berikut Harga pondasi  jalan menggunakan Agregat sebesar Rp. 1.272.347,72 per  m2  Harga pondasi  jalan menggunakan SCB sebesar Rp. 1.110.245,77 per  m2 Harga total pekerjaan jalan secara OE (Owner Estimate) sebesar Rp. 2.005.000,00  per m2
Pengaruh Volume Lalu Lintas Terhadap Kinerja Ruas Jalan Pada Jalan Lambung Mangkurat Tukimun Tukimun; Eswan Eswan
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.602 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v5i1.2647

Abstract

Bagi pengemudi kendaraan, kemacetan akan menimbulkan ketegangan. Selain itu juga  akan menimbulkan dampak negatif ditinjau dari segi ekonomi berupa kehilangan waktu karena waktu perjalanan yang lama serta bertambahnya biaya operasi kendaraan.Akhirnya timbul pula dampak negatif terhadap lingkungan yang berupa peningkatan polusi udara serta peningkatan gangguan suara kendaraan. Kondisi seperti yang  disebutkan di atas berlangsung setiap hari terulama.pada saat jam puncak hari kerja di beberapa ruas jalan yang ada di Samarinda.Dari hasil evaluasi pada salah satu ruas jalan di Samarinda yaitu Jalan Lambung Mangkurat diperoleh volume lalu lintas tertinggi pada Hari selasa terjadinya jam puncak pada pukul 12.00-13.00 dengan jumlah kendaraan 1468.15 smp/jam, nilai kapasitas (C) = 3235 smp/jam, dan Derajat Kejenuhan (DS) tertinggi sebesar 0.45 dengan Tingkat pelayanan jalan pada level B
Concrete Quality Analysis Based on Compressive and Splitting Tensile Strength Using Inferential Statistical Methods Muhammad Alifsyah Ananda Rudyta; Eswan Eswan; Wahyu Mahendra
Journal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jasmet.2026.v7i1.8328

Abstract

This research aims to analyze the effect of using two types of coarse aggregates, Senoni and Palu, combined with silica sand as a fine aggregate replacement, on the compressive strength and split tensile strength of concrete. Tests were conducted at concrete ages of 7, 14, 21, and 28 days to observe the development of concrete strength over time. A total of 80 cylindrical specimens were prepared, consisting of 40 specimens using Senoni aggregate and 40 specimens using Palu aggregate, each tested for both compressive and split tensile strength.Statistical analysis using the independent sample T-test was applied to determine the differences in strength between the two types of aggregates. The results showed that there were significant differences in compressive strength at all testing ages, indicated by significance values (Sig.) 0.05 and t-calculated values greater than t-table, leading to the rejection of H₀ and the acceptance of H₁. This confirms that the physical characteristics of the aggregates have a significant effect on the compressive strength of concrete. In contrast, for split tensile strength, not all ages showed significant differences. Some ages produced Sig. values 0.05, indicating no statistically significant differences between the two aggregates under those conditions.Furthermore, a statistical correlation analysis between compressive strength and split tensile strength was conducted. The results indicated a moderately strong and positive relationship between these two parameters, although the strength of the correlation varied depending on the concrete age. Overall, this study confirms that the selection of coarse aggregate types plays an important role in concrete performance, both in resisting compressive loads and indirect tensile forces.
Evaluation of 30 MPa Concrete Strength Using Inferential Statistics and Control Charts Noor Ainun Cholis; Eswan Eswan; Wahyu Mahendra
Journal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jasmet.2026.v7i1.8306

Abstract

This study aims to evaluate the quality and statistical control of 30 MPa concrete used in the construction of the Main Genset Building at Nusantara Capital City (IKN). The primary objective is to determine whether the concrete meets the design specifications and assess the statistical capability of its production process. A total of 69 concrete cylinder samples tested at 28 days were analyzed using two quantitative approaches: inferential statistics (normality test and one-sample t-test) and statistical quality control tools (control charts and process capability analysis).Descriptive statistical analysis revealed that the average compressive strength at 28 days reached 33.464 MPa, exceeding the target value of 30 MPa. The normality test confirmed a normal distribution, validating the use of the T-test, which showed a statistically significant and positive deviation from the design strength. Control chart analysis indicated that the production process was stable and statistically controlled, fulfilling the prerequisites for process capability evaluation.The process capability index (Cpk) was calculated at 1.101, suggesting that the production process is capable of meeting specification limits. However, the slightly lower Cpk compared to Cp (1.193) indicates a shift in the mean compressive strength toward the upper specification limit. The study concludes that the concrete quality meets design requirements with satisfactory process control, but recommends tighter control of material variability and adjustment of production settings to center the strength distribution, enhancing efficiency and reducing future quality risks.