Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kanal Alternatif Pengendali banjir Sub Das Sungai keledang "Studi Kasus Drainase jalan Cipto Mangun Kusumo - Jalan APT. Pranoto" Yuswal Subhy
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.357 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v6i1.5545

Abstract

Dinamika perkembangan Perkotaan teridentifikasi oleh pertambahan penduduk yang cepat meningkat serta mengakibatkan kepadatan di pusat kota menjadi tinggi serta perluasan kawasan pemukiman sulit dihindari dan kemudian mengakibatkan dampak langsung terhadap lingkungan sekitar permukiman. Permasalahan yang sangat menarik adalah permukiman yang berdiri pada Daerah Aliran Sungai yang mengakibatkan penyempitan bantaran Sungai tersebut. Ditambah lagi dengan adanya aktivitas tambang batu bara dan galian C menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir serta sedimentasi sungai. Dari hal tersebut Penelitian dilakukan pada Kanal Alternatif Pengendali Banjir Sub DAS Sungai Keledang “Studi Kasus Drainase Jalan Cipto Mangun Kusumo – Jalan APT. Pranoto” di Kota Samarinda Seberang. Metode analisis curah hujan rancangan, Metode Gumbel dan Metode Log Person Type III. Sedangkan Metode untuk mengetahui debit banjir rancangan adalah Metode Rasional. Tujuan Penelitian, menganalisa besarnya debit banjir rancangan dan dimensi penampang ekonomis Kanal Banjir Sub Das Sungai Keledang dengan kala ulang 10 dan 25 tahun. Dari hasil perhitungan, disimpulkan dengan menggunakan penampang drainase persegi pada rencana tinggi basah 2,5 meter, lebar bawah 5 meter dan tinggi jagaan adalah 1 meter. Dimensi penampang drainase penelitiannya ini diperkirakan dapat menampung debit banjir rancangan 25 tahun mendatang. Namun bagi Perencanaan yang sebenarnya harus dilengkapi dengan Analisis Transport Sedimen serta Back Water Sungai Mahakam.
Characterization of Sepaku Clay Shale with Slaking Test, X-Ray Diffraction and Scanning Electron Microscopy: Potential Stabilization Using Bacillus Subtilis Yuswal Subhy; Achmad Bakri Muhiddin; Ardy Arsyad
Indonesian Geotechnical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Vol. 4, No. 3, December 2025
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56144/igj.v4i3.130

Abstract

Clay shale in the Sepaku region exhibits geotechnical vulnerability (slaking, cohesion loss, saturation expansion) that threatens slope stability and road foundations. Conventional stabilization methods (cement/lime) can cause negative environmental impact; therefore, alternatives with low environmental impact such as microbially induced carbonate precipitation (MICP) are sought for. MICP has the potential to improve the mechanical properties of clay shale. MICP utilizes microbial activity (urease enzyme or alternative pathways) to trigger CaCO3 precipitation that binds soil particles and fills pores. In order to optimize the stabilization effects of MICP on Sepaku clay shale, it is first necessary to characterize the clay shale properties. Slaking test, X-Ray diffraction and scanning electron microscopy were conducted on clay shales samples obtained from Sepaku region. The SPT tests from two boreholes show NSPT values of above 60 for the shale, which is expected for unweathered shale. The disturbed samples were then subjected to slaking tests, which the results categorize the shale to be low durability after one cycle of wetting and drying, and very low durability after two cycles of wetting and drying. The unconfined compressive strength was found to be 2.53 MPa, categorizing the Sepaku clay as weak rock. The XRD and SEM results of Sepaku clay revealed consistent values and characteristics as other clay shales. This research serves as preliminary investigation to optimize the stabilization of Sepaku clay shale using MICP method, in particular Bacillus Subtilis bacteria.