Yunita Maslim
Faculty of Medicine UNIKA Atma Jaya/Atma Jaya Hospital, Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Kelas Fungsional Gagal Jantung Kronik dengan Tingkat Keparahan Anemia pada Pasien di Rumah Sakit Atma Jaya Nathaniel, Bryan; Luse, Luse; Chriestya, Febie; Maslim, Yunita
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 70 No 10 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.70.10-2020-284

Abstract

Introduction: There are 40 million people predicted to suffer from heart failure (HF), in Indonesia it is around 13% of the population. The incidence of anaemia in heart failure patients is estimated to be between 17-50%. AnGagal emia is known to increase mortality risk and worsening prognosis in HF patients and a better understanding of the mechanism will lead to better treatment effectiveness.Methods: The study uses analytical observational method and a cross-sectional design. Data are taken from medical records admitted in 2016 to 2018 and grouped based on New York Heart Association Functional Class (NYHA-FC) and anemia severity (WHO anaemia cut-off point). Results: Eighty-one anemic HF patients analyzed and consists of 34,57% NYHA II, 24,69% NYHA III, and 40,7% NYHA IV. A total of 50,6% patients are mildy anemic and 49,4% are moderately anemic. No severe anemia was found. Multivariate analysis shows chronic HF functional class did not have a significant relationship with anaemia severity (p = 0,179). Conclusions: There is no significant relationship between Chronic HF NYHA-FC and anaemia severity. Severe anemia are rarely found in HF patients without severe kidney failure.
HUBUNGAN KADAR GDP DENGAN KADAR ASAM URAT SERUM PADA PASIEN DM TIPE 2 DI RS ATMA JAYA Praditya, Arvin; Maslim, Yunita
Bahasa Indonesia Vol 22 No 1 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i1.1843

Abstract

Pendahuluan: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama (70%) pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2) sehingga kontrol glikemik yang akurat direkomendasikan untuk mencegah komplikasi kardiovaskular. Pemeriksaan Glukosa Darah Puasa (GDP) merupakan parameter kontrol glikemik sederhana dengan korelasi yang cukup kuat dengan HbA1C sebagai baku emas (r=0,61). Peningkatan asam urat serum (AUS) sebesar 1,8 mg/dL juga dapat meningkatkan risiko terhadap komplikasi makro dan mikrovaskular (28%) dan risiko mortalitas (9%) pada pasien DMT2. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kadar GDP sebagai parameter kontrol glikemik sederhana terhadap kadar AUS sebagai salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular pada pasien DMT2 di RS Atma Jaya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan potong-lintang. Data pasien diambil dari rekam medis pasien DMT2 yang berobat di Poliklinik Cosmas Rumah Sakit (RS) Atma Jaya. Pasien yang memiliki gangguan fungsi ginjal dan mengonsumsi obat-obatan yang dapat memengaruhi kadar asam urat (seperti allopurinol) dieks-klusi. Hasil: Jumlah pasien yang diikutkan dalam penelitian ini adalah 35 orang. Uji korelasi Pearson menemukan hubungan yang tidak signifikan antara GDP dan AUS (r=-0,101, p=0,563), namun terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan AUS (r=0,350, p=0,039). Uji Korelasi Spearman ditemukan hubungan yang tidak signifikan antara TD Sistolik dan AUS (r=0,145, p=0,407), TD Diastolik dan AUS (r=-0,026, p=0,884). Simpulan: GDP, TD Sistolik, dan TD Diastolik tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan AUS, namun IMT memiliki hubungan yang signifikan terhadap AUS pada pasien DMT2 di Poliklinik Cosmas, RS Atma Jaya. Kata Kunci: asam urat serum, diabetes melitus, gula darah puasa, inflamasi, obesitas.