Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KELUMPUHAN BERKALA TIROTOKSIK PADA ANAK: LAPORAN KASUS Nurifah; Nelwan, Praisela Syania Hendrieta; Liem, Sherly; Susanto, Jason Daniel; Praditya, Arvin
HelFin Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v1i2.5350

Abstract

Kelumpuhan Periodik Tirotoksik (TPP) adalah kelainan langka yang ditandai dengan timbulnya kelemahan otot secara tiba-tiba dan episode hipokalemia dengan tirotoksikosis. TPP umumnya ditemukan pada pria berusia 20-40 tahun di Asia.1 TPP adalah kondisi reversibel yang dapat ditangani dengan koreksi kalium dan normalisasi hormon tiroid. Peningkatan aktivitas pompa Na-K ATPase dan mutasi pada gen yang mengkode saluran kiri pada otot rangka merupakan teori yang dapat menjelaskan terjadinya TPP.2 Kelemahan otot yang dapat berkembang menjadi kelumpuhan akibat hipokalemia dianggap sebagai keadaan darurat medis. Hipokalemia dapat terjadi akibat hilangnya K+ di ginjal atau saluran cerna atau akibat pergeseran K+ ke dalam sel yang disebabkan oleh gangguan asam basa atau distimulasi oleh obat-obatan atau hormon endogen.3 Laporan kasus ini menggambarkan seorang anak laki-laki berusia 17 tahun yang mengalami kelumpuhan akut yang disertai tanda dan gejala hipertiroidisme.
HUBUNGAN KADAR GDP DENGAN KADAR ASAM URAT SERUM PADA PASIEN DM TIPE 2 DI RS ATMA JAYA Praditya, Arvin; Maslim, Yunita
Bahasa Indonesia Vol 22 No 1 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i1.1843

Abstract

Pendahuluan: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama (70%) pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2) sehingga kontrol glikemik yang akurat direkomendasikan untuk mencegah komplikasi kardiovaskular. Pemeriksaan Glukosa Darah Puasa (GDP) merupakan parameter kontrol glikemik sederhana dengan korelasi yang cukup kuat dengan HbA1C sebagai baku emas (r=0,61). Peningkatan asam urat serum (AUS) sebesar 1,8 mg/dL juga dapat meningkatkan risiko terhadap komplikasi makro dan mikrovaskular (28%) dan risiko mortalitas (9%) pada pasien DMT2. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kadar GDP sebagai parameter kontrol glikemik sederhana terhadap kadar AUS sebagai salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular pada pasien DMT2 di RS Atma Jaya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan potong-lintang. Data pasien diambil dari rekam medis pasien DMT2 yang berobat di Poliklinik Cosmas Rumah Sakit (RS) Atma Jaya. Pasien yang memiliki gangguan fungsi ginjal dan mengonsumsi obat-obatan yang dapat memengaruhi kadar asam urat (seperti allopurinol) dieks-klusi. Hasil: Jumlah pasien yang diikutkan dalam penelitian ini adalah 35 orang. Uji korelasi Pearson menemukan hubungan yang tidak signifikan antara GDP dan AUS (r=-0,101, p=0,563), namun terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan AUS (r=0,350, p=0,039). Uji Korelasi Spearman ditemukan hubungan yang tidak signifikan antara TD Sistolik dan AUS (r=0,145, p=0,407), TD Diastolik dan AUS (r=-0,026, p=0,884). Simpulan: GDP, TD Sistolik, dan TD Diastolik tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan AUS, namun IMT memiliki hubungan yang signifikan terhadap AUS pada pasien DMT2 di Poliklinik Cosmas, RS Atma Jaya. Kata Kunci: asam urat serum, diabetes melitus, gula darah puasa, inflamasi, obesitas.