Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

METODE ORDE-6 UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR Izza, Sylvia Ni’matul
Jurnal Mahasiswa Matematika Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

'
Training On Soap Making For Student At Ar-Rohmah Islamic Boarding School, Sumbersekar - Dau, Malang Ni'matul Izza; Shinta Rosalia Dewi; Angky Wahyu Putranto; Dina Wahyu Indriani; Bambang Dwi Argo
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2020.005.02.4

Abstract

ABSTRAKSabun memegang peranan penting dalam upaya menggalakkan budaya hidup bersih dan sehat pada masyarakat. Bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun cukup sederhana dan banyak tersedia di pasaran dengan harga yang relatif murah. Proses pembuatan Sabun juga sangat sederhana, peralatan yang digunakan mudah ditemukan dan dapat diaplikasikan dalam produksi sekala kecil. Pondok Pesantren Ar-Rohmah putri merupakan pondok pesantren yang berada di Kabupaten Malang tepatnya di daerah Sumbersekar Kecamatan Dau.  Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan tentang konsep wirausaha dan proses pembuatan sabun. Evaluasi kegiatan oleh peserta juga menunjukkan hasil yang baik tentang kepuasan peserta dalam segala aspek dalam kegiatan ini.
Studi Variasi Kuat Medan Listrik PEF dan Metode Pengeringan Bahan Terhadap Senyawa Antioksidan Ekstrak Daun Torbangun (Coleus amboinicus L.) Shinta Rosalia Dewi; Nani Sumarni; Ni'matul Izza; Angky Wahyu Putranto; Bambang Susilo
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.358 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.1.91-98

Abstract

AbstractTorbangun leaf (Coleus amboinicus L.) is an Indonesian plant containing phenolic and flavonoid compounds that act as antioxidants. One method widely used to extract antioxidants from plants is maceration. However, maceration has disadvantages such as time- and solvent-consuming also gives a low yield. Therefore, to solve these disadvantages, the extraction of antioxidant compounds from torbangun leaves has been done using the maceration method with Pulsed Electric Field (PEF) as pretreatment. Before the extraction process, freshtorbangun leaves were dried by using two methods: oven and microwave. Next, torbangun dried-leaves were pretreated by using PEF at various electric field strengths (1.5; 2; 2.5; 3; and 3.5 kV/cm) for 20 seconds and followed by a four hours maceration process. Total phenolic content (TPC) and total flavonoid content (TFC) of extracts were then analyzed using Folin Ciocalteau and Calorimetric AlCl3 methods, respectively. While antioxidant activity (IC50) was determined using 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). The results showed that the best result was obtained on microwave-dried material with PEF pretreatment at 2.5 kV/cm, yielding extract yield of 18.85% with TPC, TFC and IC50 were 60.16 mg GAE/g dw, 34.94 mg QE/g dw, and 0.98 mg/ml, respectively.AbstrakDaun torbangun (Coleus amboinicus L.) merupakan tanaman etnobotani Indonesia yang mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan. Salah satu metode yang banyakdigunakan untuk mengekstraksi antioksidan dari tanaman adalah maserasi. Namun, maserasi mempunyai kelemahan yaitu lamanya waktu dan banyaknya pelarut yang digunakan untuk ekstraksi, serta rendahnyakandungan senyawa antioksidan yang terekstrak. Oleh karena itu, pada penelitian ini, proses ekstraksi antioksidan dari daun torbangun dilakukan dengan metode maserasi yang dimodifikasi dengan pretreatmentmenggunakan Pulse Electric Field (PEF) guna mempersingkat waktu ekstraksi, meminimalkan penggunaan pelarut dan meningkatkan kandungan senyawa antioksidan, khususnya senyawa fenolik. Sebelum dilakukan proses ekstraksi, daun torbangun dikeringkan dengan menggunakan dua metode, yaitu metode oven dan microwave. Selanjutnya, daun torbangun kering di-pretreatment dengan PEF pada berbagai variasi kuat medan listrik (1.5; 2; 2.5; 3; dan 3.5 kV/cm) selama 20 detik dan dilanjutkan dengan proses maserasi selama 4 jam.Larutan ekstrak yang diperoleh kemudian dianalisis kandungan total fenolik (Total Phenolic Content, TPC) dan flavonoidnya (Total Flavonoid Content, TFC) serta aktivitas antioksidannya (IC50). Analisis TPC dan TFC masingmasing dilakukan dengan metode Folin Ciocalteu dan kalorimetri AlCl3, sedangkan pengujian IC50 dilakukan dengan menggunakan metode 1,1-difenil-2-pikrihidrazil (DPPH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tertinggi diperoleh pada daun torbangun yang dikeringkan dengan microwave (daya 450 watt selama 4 menit) dan di-pretreatment menggunakan PEF pada kuat medan listrik 2.5 kV/cm, menghasilkan rendemen ekstrak sebanyak 18.85% dengan TPC, TFC dan IC50 masing-masing sebesar 60.16 mg GAE/g dw, 34.94 mg QE/g dw, dan 0.98 mg/ml.
Application of microwave assisted extraction in extracting Torbangun leaves (Coleus ambonicus, L.) and its effects on polyphenol and flavonoids content Yusuf Hendrawan; Niken Dieni Pramesi; Muchnuria Rachmawati; Bambang Susilo; Yusuf Wibisono; Shinta Rosalia Dewi; Ni'matul Izza
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.802 KB) | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2018.001.02.2

Abstract

Torbangun leaves (Coleus ambonicus, L.) contain polyphenol compounds, flavonoids and antioxidant compounds that can be obtained by extraction methods. However, with the conventional extraction method it has the disadvantage of long extraction time and requires a lot of solvents. Therefore, this study discusses the use of microwave assisted extraction (MAE) method to extract the leaves of Torbangun. This study uses two treatment factors on MAE i.e. power variations (100, 180 and 300 Watts) and extraction time (1, 2 and 3 minutes). This study aims to analyze the effect of MAE on the content of polyphenol compounds and flavonoids in the extraction process of Torbangun leaf. The results showed that the highest total phenol (4196.59 mg GAE/g extract) was found in the treatment of 300 watt of power with extraction time of 3-minutes with IC50 value of 9.89 mg/ml. The highest total flavonoid value was 300 watt of power with 1-minute extraction time which was 4.54 mg QE/g DW.
EKSTRAKSI SENYAWA FENOLIK DARI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) UNTUK AGEN ANTI-BIOFOULING PADA MEMBRAN Yusuf Wibisono; Ni'matul Izza; Dian Savitri; Shinta Rosalia Dewi; Angky Wahyu Putranto
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.533 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i1.165

Abstract

Bawang putih mengandung beberapa zat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, salah satunya yaitu senyawa fenol. Senyawa fenol pada bawang putih memiliki peranan penting sebagai zat antibakteri yang dapat diproses selanjutnya sebagai agen antibiofouling membran. Metode ekstraksi yang tepat seperti kombinasi Microwave-Assisted Extraction (MAE) dan maserasi digunakan untuk mendapatkan senyawa fenol pada bawang putih. Namun demikian variasi rasio bahan dan pelarut serta lama waktu ekstraksi yang sesuai perlu diperhatikan dengan menggunakan kombinasi metode tersebut. Oleh karena itu tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan ekstrak fenol dari bawang putih dengan variasi perlakuan rasio bahan dan pelarut serta lama waktu ekstraksi. Hasil ekstrak fenol kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut BNT. Selain itu penelitian ini juga melakukan karakterisasi hasil ekstrak fenol dengan FTIR untuk mengetahui gugus fungsi yang ada pada ektrak secara kualitatif dan PSA melakukan pengujian ukuran ekstrak fenol bawang putih. Berdasarkan hasil yang diperoleh, total fenol tertinggi sebesar 9,94±0,85 mg GAE/g berat kering dapat diperoleh dengan rasio pelarut 1:8 (b/v) dan waktu ekstraksi selama 2 menit. Berdasarkan analisis FTIR, ekstrak kering terdiri dari kelompok alkohol, sehingga dapat membuktikan secara kualitatif bahwa ekstrak tersebut memiliki senyawa fenol. Berdasarkan pengukuran dengan PSA, hasil ekstrak senyawa fenol bawang putih memiliki ukuran partikel sebesar 72,08±4,55 nm yang selanjutnya dapat digunakan sebagai agen pencegahan biofouling pada membran dengan tipe mixed matrix.
Ekstraksi Senyawa Fenolik Daun Kenikir (Cosmos caudatus) menggunakan Microwave Assisted Extraction (MAE) Angky Wahyu Putranto; Shinta Rosalia Dewi; Ni'matul Izza; Dian Rahmat Yuneri; Maria Yeniaska S. Dachi; Sumardi Hadi Sumarlan
Rona Teknik Pertanian Vol 11, No 1 (2018): Volume 11, No. 1, April 2018
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v11i1.9580

Abstract

Abstrak. Kenikir (Cosmos caudatus) adalah tanaman yang sering dimanfaatkan daunnya untuk bahan pangan maupun juga sebagai obat-obatan karena memiliki kandungan senyawa fenolik yang cukup tinggi. Ekstraksi senyawa fenol menggunakan metode konvensional masih memerlukan waktu yang cukup lama dan jumlah pelarut yang banyak. Sehingga perlu dicari alternatif metode ekstraksi yang memiliki waktu ekstraksi dan kebutuhan pelarut yang relatif rendah seperti menggunakan Microwave Assisted Extraction (MAE). Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan ekstraksi senyawa fenolik dari daun kenikir dengan metode MAE terhadap total fenol dan aktivitas antioksidan. Penelitian ini menggunakan 2 faktor perlakuan yaitu rasio pelarut terhadap kenikir segar yaitu 1:4, 1:6, dan 1:8 (b/v) dan waktu ekstraksi 2, 3 dan 4 menit. Penelitian ini menjelaskan bahwa nilai total fenol tertinggi (17,162 ± 0,11 mg GAE/g berat segar) diperoleh pada perlakuan rasio pelarut 1:8 (b/v), sedangkan aktivitas antioksidan tertinggi (4,203 ± 0,26 mg/ml) pada perlakuan rasio pelarut 1:4 (b/v). Waktu perlakuan 3 menit menunjukkan hasil yang optimal untuk nilai total fenol dan aktivitas antioksidan. Hasil tersebut juga menunjukkan nilai yang lebih baik jika dibandingkan dengan metode konvensional baik dengan maserasi biasa dan maserasi dengan waterbath. Extraction of Phenolic Compounds from Cosmos caudatus using Microwave Assisted Extraction (MAE) Abstract. Cosmos caudatus, a plant commonly used its leaves for food and also as a medicine since it contains high phenolic compounds. The extraction of phenolic compounds using conventional methods still require more extraction time and need much more of solvent. Therefore, it was necessary to find an alternative extraction method that has a rapid extraction time and a few solvent need such as using Microwave Assisted Extraction (MAE). The aim of this study is to extract of phenolic compounds from Cosmos caudatus with MAE method of total phenol and antioxidant activity. This study using 2 treatment factors, the sampel-solvent ratio of 1:4, 1:6, and 1:8 (w/v) and the extraction time of 2, 3 and 4 minutes. This study explained that the highest total phenolic compounds (17.162 ± 0.11 mg GAE/g fw) and antioxidant activity (4.203 ± 0.26 mg/ml) were obtained at 1:8 and 1:4 (w/v) of sampel-solvent ratio, respectively. The extraction time of 3 minutes was the optimal condition for total phenolic compounds and antioxidant activity. These results also showed the highest parameter value when compared with both conventional methods: maceration and maceration with waterbath.