Rahmat Hidayatullah
Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Music, Contentious Politics, and Identity: A Cultural Analysis of “Aksi Bela Islam” March in Jakarta (2016) Rahmat Hidayatullah
Studia Islamika Vol 28, No 1 (2021): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36712/sdi.v28i1.11140

Abstract

This article examines the role of music as a repertoire of contention and as a framing device used to challenge the political legitimacy of the rulers and strengthen the collective identity of the participants in  “Aksi Bela Islam” (ABI), a demonstration held in Jakarta at the end of 2016. Rizieq Shihab, one of the key actors of ABI, wrote two songs known as “Si Ahok Durjana” and “Mars Aksi Bela Islam”. This paper argues that the success of mass mobilization during ABI cannot be separated from the creative use of media and popular culture—including music. The key actors of ABI used music and popular media as framing devices to communicate cognitive meanings, mobilize potential adherents, delegitimize authorities, instill emotional feelings and awaken the collective identity of Muslims. This paper applies new social movement theory that emphasizes the significance and role of cultural factors in the dynamics of social movements.
AKAR TEOLOGI SYI’AH DAN FILSAFAT MARXISME DALAM PEMIKIRAN ALI SYARI’ATI TENTANG RAUSYANFIKR Lutfiana Dwi Suryani; Rahmat Hidayatullah
Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat Vol 5, No 01 (2023): Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/paradigma.v5i01.33884

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini mencoba menjelaskan tentang pemikiran Ali Syari’ati tentang konsep Rausyanfikr, sebuah konsep yang menggambarkan bahwa manusia harus mempunyai sebuah ideologi  agar terhindar dari kejumudan dan menjadikannya manusia yang mempunyai kesadaran tentang ketidakadilan yang dialaminya. Seorang Rausyanfikr harus mampu melahirkan gagasan-gagasan yang cemerlang, itulah salah satu tugas dari seorang Rausyanfikr.            Penelitian ingin menjawab pertanyaan bagaimana konsep Ideologi Ali Syari’ati untuk menjadikan masyarakatnya dapat disebut sebagai Rausyanfikr? Untuk menjawab pertanyaan tersebut peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), terlebih khusus pada buku Tugas Cendikiawan Muslim dan Ideologi Kaum Intelektual yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Selain itu, peneliti mencari sumber lain seperti jurnal dan artikel. Di sisi lain peneliti menggunakan metode analitis kritis, yaitu suatu metode yang digunakan untuk meneliti gagasan atau pemikiran manusia yang terdapat dalam sumber primer maupun sekunder. Selanjutnya, peneliti akan menelaah data-data tersebut secara analitis menggunakan pengumpulan sejumlah unit-unit pada analisis.Dalam kajian ini peneliti menemukan beberapa topik: Pertama, Ali Syari’ati mengembalikan agama sebagai ideologi. Kedua, di dalam karya-karyanya berisi tentang semangat juang beliau melawan Status Quo (kemandegan dan kejumudan). Ketiga, menjelaskan tentang seorang Rausyanfikr yang mempunyai tugas untuk menangkap kesadaran diri manusiawi.Kata Kunci: Ali Syari’ati, Manusia, Rausyanfikr, dan Ideologi.ABSTRAK            Penelitian ini mencoba menjelaskan tentang pemikiran Ali Syari’ati tentang konsep Rausyanfikr, sebuah konsep yang menggambarkan bahwa manusia harus mempunyai sebuah ideologi  agar terhindar dari kejumudan dan menjadikannya manusia yang mempunyai kesadaran tentang ketidakadilan yang dialaminya. Seorang Rausyanfikr harus mampu melahirkan gagasan-gagasan yang cemerlang, itulah salah satu tugas dari seorang Rausyanfikr.            Penelitian ingin menjawab pertanyaan bagaimana konsep Ideologi Ali Syari’ati untuk menjadikan masyarakatnya dapat disebut sebagai Rausyanfikr? Untuk menjawab pertanyaan tersebut peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), terlebih khusus pada buku Tugas Cendikiawan Muslim dan Ideologi Kaum Intelektual yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Selain itu, peneliti mencari sumber lain seperti jurnal dan artikel. Di sisi lain peneliti menggunakan metode analitis kritis, yaitu suatu metode yang digunakan untuk meneliti gagasan atau pemikiran manusia yang terdapat dalam sumber primer maupun sekunder. Selanjutnya, peneliti akan menelaah data-data tersebut secara analitis menggunakan pengumpulan sejumlah unit-unit pada analisis.Dalam kajian ini peneliti menemukan beberapa topik: Pertama, Ali Syari’ati mengembalikan agama sebagai ideologi. Kedua, di dalam karya-karyanya berisi tentang semangat juang beliau melawan Status Quo (kemandegan dan kejumudan). Ketiga, menjelaskan tentang seorang Rausyanfikr yang mempunyai tugas untuk menangkap kesadaran diri manusiawi.Kata Kunci: Ali Syari’ati, Manusia, Rausyanfikr, dan Ideologi.
Filsafat Politik Nizam Al-Mulk dalam Buku The Book of Government or Rules for Kings Rakha Pratama; Rahmat Hidayatullah
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol 2, No 01 (2023): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v2i01.34094

Abstract

Filsafat politik merupakan cara melihat politik dari segi filsafat, hal ini merujuk pada prinsip dasar dan sistematis mengenai politik yang berhubungan erat negara dan warga serta relevansinya terhadap ilmu politik secara praktis. Pada era kontemporer, telah banyak gagasan politik yang digagas oleh filsuf barat, namun masih sangat minim sekali literatur filsuf muslim bidang politik yang dikaji saat ini. Peneliti menggunakan metode deskriptif analisis dengan pencarian data melalui library research, yang lebih menelaah karya premier Nizam Al-Mulk dalam buku The Book of Government or Rules for Kings yang diterjemahkan dari bahasa farsi Iran. Pembahasaan filsafat politik Nizam Al-Mulk memiliki implikasi mendasar bagi kekuasaan, etika politik, sistem pemerintahan, dan negara.