Lutfiana Dwi Suryani
State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKAR TEOLOGI SYI’AH DAN FILSAFAT MARXISME DALAM PEMIKIRAN ALI SYARI’ATI TENTANG RAUSYANFIKR Lutfiana Dwi Suryani; Rahmat Hidayatullah
Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat Vol 5, No 01 (2023): Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/paradigma.v5i01.33884

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini mencoba menjelaskan tentang pemikiran Ali Syari’ati tentang konsep Rausyanfikr, sebuah konsep yang menggambarkan bahwa manusia harus mempunyai sebuah ideologi  agar terhindar dari kejumudan dan menjadikannya manusia yang mempunyai kesadaran tentang ketidakadilan yang dialaminya. Seorang Rausyanfikr harus mampu melahirkan gagasan-gagasan yang cemerlang, itulah salah satu tugas dari seorang Rausyanfikr.            Penelitian ingin menjawab pertanyaan bagaimana konsep Ideologi Ali Syari’ati untuk menjadikan masyarakatnya dapat disebut sebagai Rausyanfikr? Untuk menjawab pertanyaan tersebut peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), terlebih khusus pada buku Tugas Cendikiawan Muslim dan Ideologi Kaum Intelektual yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Selain itu, peneliti mencari sumber lain seperti jurnal dan artikel. Di sisi lain peneliti menggunakan metode analitis kritis, yaitu suatu metode yang digunakan untuk meneliti gagasan atau pemikiran manusia yang terdapat dalam sumber primer maupun sekunder. Selanjutnya, peneliti akan menelaah data-data tersebut secara analitis menggunakan pengumpulan sejumlah unit-unit pada analisis.Dalam kajian ini peneliti menemukan beberapa topik: Pertama, Ali Syari’ati mengembalikan agama sebagai ideologi. Kedua, di dalam karya-karyanya berisi tentang semangat juang beliau melawan Status Quo (kemandegan dan kejumudan). Ketiga, menjelaskan tentang seorang Rausyanfikr yang mempunyai tugas untuk menangkap kesadaran diri manusiawi.Kata Kunci: Ali Syari’ati, Manusia, Rausyanfikr, dan Ideologi.ABSTRAK            Penelitian ini mencoba menjelaskan tentang pemikiran Ali Syari’ati tentang konsep Rausyanfikr, sebuah konsep yang menggambarkan bahwa manusia harus mempunyai sebuah ideologi  agar terhindar dari kejumudan dan menjadikannya manusia yang mempunyai kesadaran tentang ketidakadilan yang dialaminya. Seorang Rausyanfikr harus mampu melahirkan gagasan-gagasan yang cemerlang, itulah salah satu tugas dari seorang Rausyanfikr.            Penelitian ingin menjawab pertanyaan bagaimana konsep Ideologi Ali Syari’ati untuk menjadikan masyarakatnya dapat disebut sebagai Rausyanfikr? Untuk menjawab pertanyaan tersebut peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), terlebih khusus pada buku Tugas Cendikiawan Muslim dan Ideologi Kaum Intelektual yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Selain itu, peneliti mencari sumber lain seperti jurnal dan artikel. Di sisi lain peneliti menggunakan metode analitis kritis, yaitu suatu metode yang digunakan untuk meneliti gagasan atau pemikiran manusia yang terdapat dalam sumber primer maupun sekunder. Selanjutnya, peneliti akan menelaah data-data tersebut secara analitis menggunakan pengumpulan sejumlah unit-unit pada analisis.Dalam kajian ini peneliti menemukan beberapa topik: Pertama, Ali Syari’ati mengembalikan agama sebagai ideologi. Kedua, di dalam karya-karyanya berisi tentang semangat juang beliau melawan Status Quo (kemandegan dan kejumudan). Ketiga, menjelaskan tentang seorang Rausyanfikr yang mempunyai tugas untuk menangkap kesadaran diri manusiawi.Kata Kunci: Ali Syari’ati, Manusia, Rausyanfikr, dan Ideologi.