Akhmad Hanafi Maulana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTENSIFIKASI DAN EKSTENSIFIKASI PAJAK HIBURAN GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA MALANG (STUDI KASUS PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH) Akhmad Hanafi Maulana; Kuspan di
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.549 KB)

Abstract

Desentralisasi fiscal memberikan keuntungan lebih kepada daerah, yang mana daerah dapat mengatur keuangan daerah sendiri. Pemerintah daerah memiliki kesempatan dalam meningkatkan efisiensi ekonomi karena pemerintah memiliki keuntungan dalam informasi mengenai alokasi sumber daya. Pajak hiburan adalah pajak daerah yang dikenakan atas penyelenggaraan hiburan. Pajak hiburan merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah yang memiliki petensi besar. Di Malang, pajak daerah ini dikelola oleh Dinas Pendapatan Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menambah jumlah Wajib Pajak khususnya Wajib Pajak Hiburan dan juga mengoptimalkan penerimaan yang sudah ada. Penelitian ini juga dapat digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi pajak hiburan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Malang.Kata kunci: desentralisasi fiscal, pajak hiburan, pajak daerah, optimalisasi penerimaan, kontribusi pajak hiburan
INTENSIFIKASI DAN EKSTENSIFIKASI PAJAK HIBURAN GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA MALANG (STUDI KASUS PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH) Maulana, Akhmad Hanafi; di, Kuspan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 2 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desentralisasi fiscal memberikan keuntungan lebih kepada daerah, yang mana daerah dapat mengatur keuangan daerah sendiri. Pemerintah daerah memiliki kesempatan dalam meningkatkan efisiensi ekonomi karena pemerintah memiliki keuntungan dalam informasi mengenai alokasi sumber daya. Pajak hiburan adalah pajak daerah yang dikenakan atas penyelenggaraan hiburan. Pajak hiburan merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah yang memiliki petensi besar. Di Malang, pajak daerah ini dikelola oleh Dinas Pendapatan Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menambah jumlah Wajib Pajak khususnya Wajib Pajak Hiburan dan juga mengoptimalkan penerimaan yang sudah ada. Penelitian ini juga dapat digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi pajak hiburan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Malang.Kata kunci: desentralisasi fiscal, pajak hiburan, pajak daerah, optimalisasi penerimaan, kontribusi pajak hiburan
TEACHERS' AND STUDENTS' VIEWS ON ECONOMIC LEARNING USING DIGITAL COMIC MEDIA FOR STUDENTS Maulana, Akhmad Hanafi
JURNAL SOCIUS Vol 15, No 1 (2026): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/js.v15i1.25379

Abstract

The rapid development of information and communication technology has increased the need for innovative learning approaches in education. This study aims to analyze teachers’ and students’ perspectives on Economics learning using digital comic media in the topic of International Trade for eleventh-grade students at SMAN 4 Banjarmasin, as well as to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. This research employed a descriptive qualitative approach with the principal, Economics teachers, and eleventh-grade students as research subjects. Data were collected through structured interviews, observation, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The results show that both teachers and students perceive digital comic media as an effective and relevant learning medium for bridging abstract International Trade concepts through contextual visual and narrative presentations, thereby enhancing students’ understanding, motivation, and participation. Supporting factors include school support, teacher readiness, and the characteristics of digital-native students, while inhibiting factors consist of limited internet access, technical constraints, and teachers’ workload in developing digital learning media.